Polres Padangsidimpuan Bergerak Cepat! Empat Terduga Pelaku Pembacokan Mahasiswa Ditangkap, Satu Masih Diburu
Polres Padangsidimpuan Bergerak Cepat! Empat Terduga Pelaku Pembacokan Mahasiswa Ditangkap, Satu Masih Diburu
kota
Baca Juga:
Oleh: H Syahrir Nasution
Ketika wacana pembentukan Koperasi Desa Merah Putih mencuat belakangan ini, ada denyut harapan yang patut disambut. Inisiatif yang digulirkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto ini tak sekadar program ekonomi; ia memanggil kembali memori lama tentang cita-cita besar yang nyaris terkubur: koperasi sebagai jalan kemakmuran rakyat.
Mohammad Hatta, Proklamator sekaligus Bapak Koperasi Indonesia, pernah menegaskan bahwa koperasi adalah bentuk paling murni dari ekonomi kekeluargaan. Bukan sekadar badan usaha, melainkan sarana untuk membangun solidaritas dan kemandirian rakyat kecil. Sayangnya, arus kapitalisme yang deras selama puluhan tahun membuat idealisme itu surut — jika bukan hilang sama sekali.
Kini, ketika rezim Prabowo berikrar membangkitkan kembali Pasal 33 UUD 1945, masyarakat menaruh ekspektasi tinggi. Pasal ini bukan sekadar norma konstitusi; ia adalah panduan arah pembangunan ekonomi nasional: "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan."
Namun, kita harus waspada agar koperasi tidak kembali terjerumus menjadi proyek birokrasi belaka. Sejarah mencatat, banyak koperasi yang hanya hidup di atas kertas — lahir dari instruksi pemerintah, bukan dari kebutuhan dan inisiatif rakyat. Akibatnya, koperasi kerap menjadi alat politik, bukan alat pemberdayaan.
Membangun koperasi sejati butuh lebih dari sekadar regulasi. Dibutuhkan kesadaran kolektif, pendidikan ekonomi rakyat, dan ekosistem yang memihak usaha bersama. Di sinilah letak tantangannya. Pemerintah boleh saja memfasilitasi, namun semangat gotong royong harus tumbuh dari bawah.
Prabowo Subianto tentu menyadari hal ini. Apalagi, sebagai putra Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo — ekonom besar yang juga menanamkan gagasan Ekonomi Pancasila — warisan pemikiran tentang ekonomi berkeadilan sudah mengalir dalam darahnya. Kini tinggal bagaimana komitmen itu diterjemahkan dalam kebijakan yang membumi dan berpihak.
Roh Bung Hatta menanti untuk dihidupkan kembali. Dan itu hanya mungkin jika koperasi diperlakukan sebagai gerakan rakyat, bukan sekadar instruksi kekuasaan. Maka, pertanyaan mendesaknya: apakah kita siap membangun koperasi dengan semangat sejati? Atau hanya akan mengulang lembaran lama yang penuh formalitas tanpa ruh?
Sejarah akan mencatat jawabannya.
Polres Padangsidimpuan Bergerak Cepat! Empat Terduga Pelaku Pembacokan Mahasiswa Ditangkap, Satu Masih Diburu
kota
Perang Melawan Rokok Ilegal! Polres Padang Lawas Serahkan Dua Kasus ke Bea Cukai Sibolga
kota
Polres Padang Lawas Bantah Isu Dugaan Penerimaan Uang oleh Penyidik, Tegaskan Informasi Viral di Media Sosial Hoaks
kota
Polres Tapsel Raih Predikat Pelayanan Prima dari Kapolri, AKBP Anton Santoso Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat Tanpa Diskriminasi
kota
5 Kilogram Ganja Digagalkan! Satresnarkoba Polres Tapsel Ringkus Dua Terduga Pengedar
kota
FABEM dan MASKER PRAGI Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan
kota
DPRD Sumut Sambut Gagasan FWD, Babak Baru Penguatan Diseminasi Informasi untuk Publik
News
JAKARTA, SUMUT24.CO Anggota DPR RI, Dr. Musa Rajekshah, menghadiri Seminar GREAT bertema Reaktualisasi Pasal 33 UUD 1945 yang digelar d
Politik
sumut24.co MedanUPTD Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (SBTPH) Provinsi Sumatera Utara terus mendorong petani untuk mendaf
Umum
sumut24.co MedanKomisi 4 DPRD Kota Medan meminta agar pihak managemen atau pihak kontraktor pembangunanhotel di Jalan Raden Saleh Dalam Ke
Umum