1.600 Pekerja Listrik Dari Seluruh Negeri Serukan Satu Pesan : Kembalikan Listrik ke Tangan Negara
sumut24.co JAKARTA, Teriakan Siap! menggema di Plaza Terbuka Kantor Pusat PT PLN (Persero), Jakarta, Selasa (27/10/2026). Sekitar 1.600 p
News
Baca Juga:
- Presiden Prabowo Lantik 14 Pejabat Baru, Muhammad Sarmuji Menjadi Menteri Perindustrian
- Prabowo Bertakziah ke Kediaman Megawati, Sampaikan Duka atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra
- Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia dan Koperasi Jasa Cahaya Kita Bersama Teken PKS Uji Mesin Mobile Grain Dryer di Deli Serdang
Oleh: H Syahrir Nasution
Ketika wacana pembentukan Koperasi Desa Merah Putih mencuat belakangan ini, ada denyut harapan yang patut disambut. Inisiatif yang digulirkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto ini tak sekadar program ekonomi; ia memanggil kembali memori lama tentang cita-cita besar yang nyaris terkubur: koperasi sebagai jalan kemakmuran rakyat.
Mohammad Hatta, Proklamator sekaligus Bapak Koperasi Indonesia, pernah menegaskan bahwa koperasi adalah bentuk paling murni dari ekonomi kekeluargaan. Bukan sekadar badan usaha, melainkan sarana untuk membangun solidaritas dan kemandirian rakyat kecil. Sayangnya, arus kapitalisme yang deras selama puluhan tahun membuat idealisme itu surut — jika bukan hilang sama sekali.
Kini, ketika rezim Prabowo berikrar membangkitkan kembali Pasal 33 UUD 1945, masyarakat menaruh ekspektasi tinggi. Pasal ini bukan sekadar norma konstitusi; ia adalah panduan arah pembangunan ekonomi nasional: "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan."
Namun, kita harus waspada agar koperasi tidak kembali terjerumus menjadi proyek birokrasi belaka. Sejarah mencatat, banyak koperasi yang hanya hidup di atas kertas — lahir dari instruksi pemerintah, bukan dari kebutuhan dan inisiatif rakyat. Akibatnya, koperasi kerap menjadi alat politik, bukan alat pemberdayaan.
Membangun koperasi sejati butuh lebih dari sekadar regulasi. Dibutuhkan kesadaran kolektif, pendidikan ekonomi rakyat, dan ekosistem yang memihak usaha bersama. Di sinilah letak tantangannya. Pemerintah boleh saja memfasilitasi, namun semangat gotong royong harus tumbuh dari bawah.
Prabowo Subianto tentu menyadari hal ini. Apalagi, sebagai putra Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo — ekonom besar yang juga menanamkan gagasan Ekonomi Pancasila — warisan pemikiran tentang ekonomi berkeadilan sudah mengalir dalam darahnya. Kini tinggal bagaimana komitmen itu diterjemahkan dalam kebijakan yang membumi dan berpihak.
Roh Bung Hatta menanti untuk dihidupkan kembali. Dan itu hanya mungkin jika koperasi diperlakukan sebagai gerakan rakyat, bukan sekadar instruksi kekuasaan. Maka, pertanyaan mendesaknya: apakah kita siap membangun koperasi dengan semangat sejati? Atau hanya akan mengulang lembaran lama yang penuh formalitas tanpa ruh?
Sejarah akan mencatat jawabannya.
sumut24.co JAKARTA, Teriakan Siap! menggema di Plaza Terbuka Kantor Pusat PT PLN (Persero), Jakarta, Selasa (27/10/2026). Sekitar 1.600 p
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., secara resmi melepas atlet renang andalan daerah, Giony Ruben Dwinov
News
Satresnarkoba Polrestabes Medan Gerebek Gudang Pengolahan Pinang yang Jadi Gudang Narkoba3 Kg Sabu, 10.000 ekstasi, dan 1.778 Pod Getar D
News
Mobil Mewah Tabrak Pedagang, 1 Tewas
News
Polda Sumut Ajak Mahasiswa Politeknik Medan Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas
News
Kapolda Sumut Ajak Wisudawan UMSU Jaga Persatuan dan Semangat Nasionalisme
News
Bupati Dorong SPPG Belanja Kebutuhan dari KDKMP di Labuhan Deli
News
Avtur Mahal dan Penumpang Sepi, Wings Air Setop Rute JHN&ndashKualanamu
News
Patroli Tengah Malam! Timsus Serigala Sakti Polres Palas Antisipasi Begal dan Premanisme
News
Teriakan Penambang Pasir Gegerkan Sungai Batang Angkola, Ternyata Ada Mayat Mengapung
News