Dipadati Agenda Besar Senin Besok, Kapolri Kunker ke Medan
MEDAN Kota Medan dan sejumlah wilayah di sekitarnya diprediksi diramaikan berbagai aktivitas masyarakat pada Senin (28/9/2026). Mulai da
Info
Baca Juga:
Oleh:Irwansyah Nasution
Terkadang kita harus melakukan Napak tilas ulang kepada hal hal lama yang telah dilupakan orang seperti yang dilakukan gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat berkunjung ke Mandailing Natal sebuah kabupaten yang berbatasan dengan Sumatera Barat disinilah Jenderal Besar AH.Nasution dilahirkan disebuah rumah sederhana terbuat dari papan tepatnya dikecamatan Kotanopan.Madina.
Jika di cermati apa yang menyebabkan Edy kuat hatinya bersama tim kantor kegubernuran Sumatera Utara ingin menengok rumah kelahiran sang Jendral besar itu? Bukankah semuanya bisa dengan mudah dilihat melalui video dan keterangan lainnya yang cukup banyak beredar jika ini pertanyaan penting .
Namun semuanya dikalahkan rasa keingin tahuan yang besar dan mungkin ingin merasakan sensasi saat melihat langsung tempat yang selalu dikenang dihati sebagai sosok pemberi inspirasi dari sang jendral besar almarhum AH.Nasution pada gubernur Edy dalam menapaki perjalanan karirnya dimiliter dan birokrasi.
Sepulang dari kunjungan itu gubernur Edy sempat menyatakan sesaat diinstagramnya bahwa sosok AH.Nasution dikaguminya karena kegigihan dalam berpolitik kenegaraan dan kecerdasan pada strategi militer untuk pengabdian bagi negara
Apa yang dikatakan Edy benar, kegigihan dan kecerdasan sangat diperlukan dalam memimpin pemerintahan .Kebutuhan dari para pemimpin masa kini ,minimal harus memiliki dua hal tersebut mengingat kompleksitas perubahan dan perkembangan masyarakat bersifat dinamis yang berorientasi pada perubahan untuk kemajuan .
Edy Rahmayadi dengan kunjungannya ke Madina di rumah kenangan masa kecil Jendral Besar AH .Nasution memberikan isyarat pada kepemimpinan Sumatera Utara dan Indonesia bahwa menggali inspirasi itu diperlukan dari pemim pin terdahulu karena Tuhan menciptakan sesuatu pasti ada tujuan dan gunanya semua tak ada yang sia sia termasuk belajar pada para pahlawan seperti Jendral Besar AH.Nashtion dalam kegigihan dan kecerdasan.
Edy telah membuka inspirasi baru pada generasi milenial saat ini bahwa belajar itu tak harus kemana mana dari tokoh dunia lain yang kultur dan masalahnya mungkin berbeda beda ,karena itu Edy membuka pikiran dan ide generasi baru jangan melupakan sejarah dan kepahlawan tokoh nasional yang mendunia berasal dari Sumatera Utara jenderal besar AH.Nasution sampai saat ini konsep perang gerilya yang di buat AH.Nasution dipakai sebagai strategi perang kalangan militer dunia karena ampuh dan efektif memenangkan peperangan skala besar.
Edy Rahmayadi secara tidak langsung mengukuhkan dirinya walau tidak dikatakannya bahwa kegigihan dan kecerdasan telah mampu mengantarkannya menjadi gubernur Sumatera Utara yang disegani dikalangan tokoh nasional sehingga dampaknya terasa sampai di Sumatera Utara hingga kini.
*Penulis pengamat sosial dan kebijakan publik berasal dari Kabupaten Batubara.
MEDAN Kota Medan dan sejumlah wilayah di sekitarnya diprediksi diramaikan berbagai aktivitas masyarakat pada Senin (28/9/2026). Mulai da
Info
TANGERANG SUMUT24.CO Rangkaian pameran akbar Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD City resmi ditutup. Momentum tersebut
News
Exit Meeting BPK Digelar, Pemko Padangsidimpuan Mantapkan Langkah Pembenahan RSUD
News
PUPR Kota Solok, Sumatera Barat, Pantau Pembangunan Pasar Kuliner di Jalan Cengkeh
News
Koperasi Pers Indonesia dan IMAC Medan Bersinergi Gelar Pelatihan Sertifikasi Mediator bagi Gerakan Koperasi Sumatera Utara
News
Medan sumut24.co Bertemakan Bersatu Dalam Adat, Berjamaah Dalam Syarak Maju Bersama IKM, Andre Rosiade Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat I
News
Wali Kota Letnan Dalimunthe Sampaikan Perubahan APBD 2026, Pendapatan Naik Rp121 Miliar
News
Ditsamapta Polda Sumut tingkatkan patroli malam antisipasi Gangguan Kamtibmas
News
Temuan Ombudsman, Aktivis 98 Desak Presiden Prabowo Serius Tertibkan Kementerian Imipas
News
sumut24.co MedanPrestasi membanggakan kembali ditorehkan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Medan. Tiga pejabat Pemko Medan berha
kota