sumut24.co -ACEH TENGAH, PT
PLN (Persero) terus mempercepat penyelesaian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (
PLTA)
Peusangan 1 & 2 dengan kapasitas total 88 Megawatt (MW) yang berlokasi di Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Upaya ini dilakukan untuk memastikan proyek pembangkit energi terbarukan tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan sistem kelistrikan dan mendukung kebutuhan energi masyarakat di Provinsi Aceh.
Baca Juga:
Dalam rangkaian momentum peringatan Hari Pahlawan 10 November 2026,
PLN juga mengangkat semangat pengabdian dan perjuangan melalui percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja keras dan kolaborasi seluruh insan
PLN dalam menghadirkan energi bersih sebagai salah satu fondasi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.Sebagai bagian dari upaya tersebut, Executive Vice President (EVP) MKS
PLN, Wisnu Kuntjoro Adi, bersama General Manager
PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU), Rizki Aftarianto, dan Manager
PLN Unit Pelaksana Proyek Sumatera Bagian Utara 2 (UPP SBU 2), Irsyad Ardhi, melaksanakan site visit ke proyek
PLTA Peusangan 1 & 2 pada Jumat (6/11/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk memonitor perkembangan pembangunan, mengevaluasi tahapan komisioning, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi di lapangan. Melalui evaluasi tersebut,
PLN mendorong langkah-langkah strategis agar penyelesaian
PLTA Peusangan Unit 1 berkapasitas 45 MW dapat direalisasikan pada tahun 2026.EVP MKS
PLN, Wisnu Kuntjoro Adi, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan
PLTA Peusangan merupakan bagian dari komitmen
PLN dalam memastikan ketersediaan infrastruktur energi yang mendukung kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.
"Pembangunan
PLTA Peusangan memiliki peran penting dalam mendukung penguatan sistem kelistrikan di Aceh. Karena itu, kami terus mendorong agar setiap tahapan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, kualitas, dan keandalan pembangkit. Saya berharap kehadiran
PLTA ini nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemanfaatan potensi energi terbarukan di Aceh," ujar Wisnu.Dalam kunjungan tersebut, rombongan melakukan peninjauan ke sejumlah fasilitas utama proyek yang menjadi bagian penting dalam tahapan penyelesaian pembangunan dan kesiapan operasional pembangkit.
Peninjauan pertama dilakukan di area No. 1 Diversion Weir yang telah berhasil digenangi pada 7 September 2026. Keberhasilan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam mendukung kesiapan infrastruktur pengelolaan aliran air sebagai sumber energi pembangkit.Selanjutnya, rombongan meninjau area No. 1 Switchyard, tempat Transformator Mesin (TM) Generator 1 telah berhasil melalui proses energize pada 10 Oktober 2026. Pencapaian tersebut merupakan bagian dari kesiapan sistem kelistrikan pembangkit sebelum memasuki tahapan pengujian dan pengoperasian.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke No. 1 Power House untuk memonitor secara langsung perkembangan proses komisioning Unit 1. Salah satu capaian penting proyek ini adalah keberhasilan pelaksanaan sinkronisasi perdana (first synchronization) pada 31 Oktober 2026.Dalam kesempatan tersebut, rombongan turut menyaksikan proses sinkronisasi dan pengujian berbeban (load test) terhadap sejumlah peralatan utama pembangkit, meliputi sistem eksitasi, governor, generator, dan turbin. Pengujian ini merupakan bagian dari rangkaian komisioning untuk memastikan seluruh sistem pembangkit dapat berfungsi sesuai persyaratan teknis, serta memenuhi aspek stabilitas dan keandalan sebelum memasuki tahap operasional.
Rombongan juga meninjau area No. 2 Power House. Peninjauan ini dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan pekerjaan lanjutan sekaligus memastikan tahapan penyelesaian Unit 2 dapat direncanakan secara lebih terukur.General Manager
PLN UIP SBU, Rizki Aftarianto, Minggu (8/11/2026) menyampaikan bahwa berbagai capaian pembangunan tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh tim proyek dalam mengawal penyelesaian infrastruktur ketenagalistrikan yang memiliki nilai strategis bagi Aceh.
"Keberhasilan sinkronisasi perdana Unit 1 menjadi salah satu milestone penting dalam pembangunan
PLTA Peusangan. Capaian ini menunjukkan bahwa proses pembangunan terus bergerak maju menuju tahap penyelesaian. Kami bersama seluruh tim akan terus memperkuat koordinasi, menyelesaikan berbagai tantangan di lapangan, serta memastikan seluruh tahapan komisioning berjalan sesuai standar teknis dan keselamatan yang ditetapkan," jelas Rizki.Ia menambahkan bahwa keberadaan
PLTA Peusangan diharapkan dapat memberikan kontribusi jangka panjang bagi masyarakat melalui penguatan pasokan listrik yang mendukung berbagai sektor kehidupan.
"Ketersediaan listrik yang andal merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Dengan memanfaatkan potensi energi air di Aceh,
PLTA Peusangan diharapkan dapat mendukung kebutuhan listrik rumah tangga, pelayanan publik, kegiatan usaha, hingga pengembangan sektor industri. Kami ingin pembangunan ini memberikan nilai tambah bagi daerah dan manfaat yang dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat," tambah Rizki.Setelah melakukan peninjauan lapangan, rombongan melanjutkan kegiatan dengan diskusi bersama tim proyek dan tim Pusat Sertifikasi (Pusertif)
PLN. Diskusi difokuskan pada evaluasi kesiapan teknis serta perumusan langkah strategis untuk mempercepat proses penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO), sebagai salah satu persyaratan penting sebelum pembangkit dapat dioperasikan.
Manager
PLN UPP SBU 2, Irsyad Ardhi, menyampaikan bahwa pengendalian pekerjaan dan koordinasi lintas fungsi terus diperkuat untuk mendukung percepatan penyelesaian proyek, khususnya pada Unit 1 yang saat ini telah memasuki tahapan komisioning."Kami terus mengawal setiap tahapan pekerjaan di lapangan, mulai dari penyelesaian konstruksi, kesiapan peralatan utama, hingga proses pengujian dan komisioning. Koordinasi bersama tim teknis dan Pusertif juga terus dilakukan untuk mengidentifikasi langkah percepatan proses sertifikasi. Harapannya, seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai target dengan tetap memastikan aspek keselamatan, mutu, dan keandalan pembangkit," ungkap Irsyad.
Sebagai salah satu proyek strategis pengembangan energi terbarukan di Provinsi Aceh,
PLTA Peusangan 1 & 2 dengan kapasitas total 88 MW diproyeksikan menjadi salah satu pembangkit listrik tenaga air terbesar di Aceh. Pemanfaatan energi air sebagai sumber pembangkitan merupakan bagian dari upaya
PLN dalam mendukung transisi energi dan meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia.Selain memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan, kehadiran
PLTA Peusangan juga diharapkan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah. Pasokan listrik yang semakin andal dapat menjadi salah satu faktor pendukung bagi berkembangnya kegiatan ekonomi masyarakat, peningkatan produktivitas UMKM, pengembangan sektor pertanian, perdagangan, serta tumbuhnya investasi dan aktivitas industri di wilayah Aceh.
Momentum Hari Pahlawan menjadi pengingat bahwa kontribusi terhadap bangsa dapat diwujudkan melalui berbagai bidang pengabdian. Bagi insan
PLN, semangat tersebut tercermin melalui dedikasi dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan, menjaga keberlanjutan pembangunan, serta memastikan energi dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.Melalui pembangunan
PLTA Peusangan,
PLN terus memperkuat komitmen menghadirkan energi bersih, mendukung ketahanan energi nasional, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan. (C04)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News