Minggu, 08 November 2026

Fadly Abdina Dorong Sultan Ahmadsyah Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional

Administrator - Minggu, 08 November 2026 22:24 WIB
Fadly Abdina Dorong Sultan Ahmadsyah Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional
Istimewa
sumut24.co -TANJUNG BALAI, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina mendorong agar perjuangan Sultan Ahmadsyah, tokoh Kesultanan Asahan, terus ditelusuri dan didokumentasikan sebagai bagian dari upaya pengusulan gelar Pahlawan Nasional.

Baca Juga:
Hal tersebut disampaikan Fadly saat menjadi narasumber dalam diskusi publik yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia Provinsi Sumatera Utara (ISMI Provsu), Minggu (8/11/2026).

Kegiatan yang dirangkai dengan jalan sehat tersebut berlangsung di Ladang Edukasi, Jalan Jati Pasar IV, Mencirim, dan mengangkat tema "Menelusuri Jejak Perjuangan Sultan Ahmadsyah".

Dalam diskusi itu, Fadly memaparkan sejumlah catatan sejarah mengenai perjuangan Sultan Ahmadsyah, khususnya perlawanan terhadap kolonial Belanda di wilayah Kesultanan Asahan.

Ia menjelaskan, Sultan Ahmadsyah dikenal sebagai pemimpin yang menolak tunduk kepada pemerintah kolonial Belanda. Ketika Belanda melancarkan ekspedisi militer ke wilayah Tanjungbalai pada 1865, Sultan Ahmadsyah memilih melanjutkan perlawanan daripada menyerah.

Perjuangan tersebut berlanjut melalui perlawanan gerilya bersama rakyat dan saudara-saudaranya hingga ke wilayah pedalaman. Akibat perlawanan itu, Sultan Ahmadsyah kemudian ditangkap dan diasingkan Belanda ke Riau selama kurang lebih 20 tahun sebelum akhirnya dipulangkan.

Selain perjuangannya melawan kolonialisme, Fadly juga menyoroti warisan sejarah Sultan Ahmadsyah, salah satunya Masjid Raya Sultan Ahmadsyah di Kota Tanjungbalai yang hingga kini menjadi salah satu simbol sejarah dan budaya masyarakat setempat.

"Perjuangan para pendahulu bukan sekadar bagian dari sejarah, melainkan warisan nilai, semangat, dan keteladanan yang harus terus kita jaga dan sampaikan kepada generasi penerus," ujar Fadly.

Menurut dia, upaya mengusulkan Sultan Ahmadsyah sebagai Pahlawan Nasional tidak boleh berhenti pada diskusi semata. Diperlukan komitmen, kajian mendalam, serta kerja sama berbagai pihak untuk menghimpun dokumen, data, dan sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Proses ini memerlukan kerja sama, kajian yang mendalam, dan dukungan semua pihak agar sejarah perjuangan beliau dapat terdokumentasi dengan baik dan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

Fadly berharap diskusi tersebut menjadi langkah awal untuk menggali lebih jauh perjalanan hidup dan perjuangan Sultan Ahmadsyah. Dokumentasi sejarah yang kuat diharapkan dapat menjadi bahan pendukung dalam proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional kepada pemerintah.

Ia juga berharap generasi muda dapat mengenal dan mengambil nilai keteladanan dari perjuangan Sultan Ahmadsyah sebagai bagian dari sejarah perjuangan masyarakat Tanjungbalai dan Sumatera Utara.

Dengan demikian, pengusulan gelar Pahlawan Nasional tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap tokoh sejarah, tetapi juga upaya menjaga warisan perjuangan agar tetap dikenal oleh generasi mendatang. (eko)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Bambang Sumantri
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Hadiri Bulan Bakti KKP ke-27, Wali Kota Tanjungbalai Dorong Penguatan Sektor Perikanan
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Ikuti Bimtek Nasional ASWAKADA di Kalimantan Barat
USU Berkontribusi Dalam Panel Ahli Kebijakan Strategis Nasional
Jelang Hari jadi ke 3 Pujaketarub Nasional Gelar Rapat Besar
Momentum Hari Listrik Nasional ke-81 Diperingati Sebagai Bukti Pengabdian PLN Selalu Hadir Untuk Masyarakat
PB IKA PMII Instruksikan Salat Gaib dan Tahlil untuk Almarhum Fathan Subchi
komentar
beritaTerbaru