Minggu, 25 Oktober 2026

Banjir Terjang Hapesong Baru Tapsel, Polisi, TNI dan BPBD Gotong Royong Bersihkan Rumah Warga

Administrator - Minggu, 25 Oktober 2026 13:36 WIB
Banjir Terjang Hapesong Baru Tapsel, Polisi, TNI dan BPBD Gotong Royong Bersihkan Rumah Warga
Baca Juga:

Tapsel | Sumut24.co

Luapan Sungai Parsariran akibat hujan berintensitas tinggi merendam sejumlah rumah warga di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Jumat (23/10/2026) malam.

Banjir tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah dan tempat usaha warga dengan estimasi kerugian sementara mencapai Rp96 juta.

Merespons kejadian tersebut, personel Polsek Batangtoru bersama TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Selatan, unsur pemerintah kecamatan, dan masyarakat bergotong royong membersihkan rumah serta lingkungan yang terdampak banjir, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan pembersihan dipimpin Ps. Kapolsek Batangtoru, IPTU Danni M. Sidauruk, S.H. Personel gabungan menyisir lokasi terdampak untuk membersihkan sampah, lumpur, dan material lain yang terbawa arus sungai saat banjir melanda permukiman warga.

Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Anton Santoso, S.I.K., S.H., M.M., melalui IPTU Danni M. Sidauruk, mengatakan keterlibatan personel kepolisian dalam penanganan pascabanjir merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat memulihkan kondisi lingkungan dan tempat tinggal mereka.

"Begitu banjir surut, yang terpenting adalah memastikan warga bisa kembali menata rumah dan lingkungannya. Karena itu, kami turun langsung untuk membersihkan material yang terbawa arus," ujar IPTU Danni, Minggu (25/10/2026).

Menurutnya, kerja sama lintas instansi dan partisipasi masyarakat diperlukan agar proses pembersihan berjalan lebih cepat. Dengan lingkungan yang kembali bersih, warga diharapkan dapat segera melakukan aktivitas sehari-hari secara bertahap.

Berdasarkan pendataan awal, banjir Sungai Parsariran berdampak pada empat warga di Desa Hapesong Baru. Air dilaporkan masuk ke rumah Rahmat Harahap dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter.

Sementara itu, rumah sekaligus warung milik Mukhlis Nasution turut terendam dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter.

Dampak banjir juga dialami rumah milik Sabaruddin Lubis serta warung kopi milik Emmi Chairani Sihombing. Kerusakan pada bangunan tempat tinggal dan usaha tersebut menjadi bagian dari dampak yang sedang didata setelah kejadian banjir.

Berdasarkan pendataan sementara, total kerugian material diperkirakan mencapai Rp96 juta. Nilai tersebut masih merupakan estimasi awal dan dapat menyesuaikan dengan hasil pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi bangunan serta barang milik warga.

Selain melakukan pembersihan, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak banjir.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan, Sopian Adil Siregar, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) menyerahkan sejumlah bantuan logistik kepada masyarakat.

Bantuan tersebut meliputi kasur lipat, karpet, tikar, selimut, perlengkapan mandi, serta peralatan kebersihan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga membersihkan rumah dan memenuhi kebutuhan dasar setelah air sungai surut.

Penanganan pascabanjir dilakukan melalui kerja sama antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan permukiman yang terdampak luapan sungai.

Meski debit Sungai Parsariran telah surut, masyarakat di Kecamatan Batangtoru diminta tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan air kembali. Hingga Minggu (25/10/2026), kondisi cuaca di wilayah tersebut masih dilaporkan gerimis.

IPTU Danni mengingatkan warga agar terus memantau perkembangan kondisi sungai, terutama ketika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

"Pantau kondisi air dan segera menjauh ke tempat aman jika debit sungai kembali meningkat," tegasnya.

Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai juga diimbau untuk mengutamakan keselamatan dan segera mencari tempat yang lebih aman apabila melihat tanda-tanda kenaikan debit air yang berpotensi membahayakan.

Upaya pembersihan, penyaluran bantuan, dan kewaspadaan terhadap cuaca menjadi langkah penting dalam penanganan dampak banjir di Desa Hapesong Baru. Pemerintah, aparat, dan masyarakat diharapkan terus berkoordinasi agar kebutuhan warga terdampak dapat ditangani dan risiko bencana susulan dapat diantisipasi.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pulih Pasca-Banjir, Kelompok Tani Pertamina EP Rantau Panen Cabai Bersama Wakil Bupati Aceh Tamiang
Banjir Ganggu Digital ASN, BKN dan Pemko Padangsidimpuan Siapkan Langkah Pemulihan
Gubernur Bobby Pastikan Penanganan Banjir Jalan Letda Sujono Dimulai 2027
Proyek Pengendalian Banjir Sungai Asahan Rp15 Miliar Diduga Dimanipulasi, PPK Akui Pekerjaan Tak Sempurna, Aturan Hukum Terancam Dilanggar
Dua Jembatan Putus Diterjang Banjir, Polres Tapsel Turun Tangan Pastikan Akses Warga
Operasional Pulih Cepat Pasca Banjir, SKK Migas Beri Penghargaan  PEP Field Rantau dan Field Pangkalan Susu
komentar
beritaTerbaru