Selasa, 29 September 2026

Wabup Basri Buka Muscab FSPTSI-KSPSI Paluta, Target 6.000 Lapangan Kerja Dicanangkan

Administrator - Selasa, 29 September 2026 13:50 WIB
Wabup Basri Buka Muscab FSPTSI-KSPSI Paluta, Target 6.000 Lapangan Kerja Dicanangkan

Paluta | Sumut24.co

Baca Juga:

Wakil Bupati Padang Lawas Utara (Paluta), H. Basri Harahap, secara resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) III Pimpinan Cabang (PC) Federasi Serikat Pekerja Transportasi Seluruh Indonesia–Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTSI-KSPSI) Kabupaten Padang Lawas Utara.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Mitra, Gunungtua, Senin (28/9/2026), dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, legislatif, kepolisian, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta pengurus dan anggota FSPTSI-KSPSI.

Dalam sambutannya, Basri Harahap mengapresiasi kontribusi FSPTSI-KSPSI dalam membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal. Berdasarkan laporan organisasi, jumlah pekerja yang berhasil diserap melalui jaringan serikat pekerja tersebut telah mencapai ribuan orang.

Namun, Basri mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi pekerja tidak cukup hanya diukur berdasarkan jumlah tenaga kerja yang berhasil ditempatkan.

Menurutnya, aspek perlindungan dan pemenuhan hak dasar pekerja harus menjadi perhatian utama, termasuk kepastian kepesertaan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

"Pencapaian dari segi kuantitas memang luar biasa, tetapi kualitas pekerja jauh lebih penting. Perjuangan serikat harus diarahkan pada pemenuhan hak-hak esensial," ujar Basri dalam sambutannya.

Ia juga meminta agar keberadaan pekerja di perusahaan maupun sektor perkebunan benar-benar mendapatkan perlindungan sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Basri menekankan pentingnya memastikan para pekerja memperoleh jaminan sosial ketenagakerjaan sehingga mereka tidak hanya dipandang sebagai tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan produksi.

Ketua PC FSPTSI-KSPSI Kabupaten Padang Lawas Utara, Hendra Sutan Rambe, S.Pd., dalam kesempatan tersebut memaparkan capaian organisasi selama periode kepengurusannya.

Ia menyebut buruh bongkar muat memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki sejumlah perusahaan dan pabrik perkebunan.

Menurut Hendra, aktivitas sembilan pabrik perkebunan di Padang Lawas Utara juga tidak terlepas dari keberadaan buruh bongkar muat.

Ia mengatakan, target awal organisasi dalam membuka lapangan pekerjaan ditetapkan sebanyak 2.000 orang. Namun, hingga pelaksanaan Muscab III, angka tersebut disebut telah terlampaui.

"Target awal kepemimpinan kami adalah membuka 2.000 lapangan pekerjaan. Alhamdulillah saat ini telah melampaui target dengan terealisasinya 2.731 pekerja," kata Hendra.

Hendra mengatakan capaian tersebut menjadi modal bagi organisasi untuk terus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Paluta.

Apabila kembali mendapat kepercayaan memimpin organisasi, ia menyampaikan target yang lebih besar, yakni membuka hingga 6.000 lapangan pekerjaan.

Target tersebut diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan dan penguatan ekonomi keluarga para buruh di Kabupaten Padang Lawas Utara.

Dukungan terhadap agenda Muscab III FSPTSI-KSPSI juga disampaikan Anggota DPRD Padang Lawas Utara, Gusman Efendi Siregar, S.Pt., yang hadir mewakili pimpinan DPRD.

Gusman menilai perkembangan gerakan buruh saat ini menunjukkan perubahan paradigma. Menurutnya, pekerja tidak lagi semata-mata ditempatkan sebagai objek dalam proses pembangunan.

Ia menyebut buruh memiliki posisi dalam hubungan industrial bersama pemerintah dan pengusaha.

"Di masa lalu, buruh sering dipandang sebelah mata dan hanya dijadikan objek pembangunan. Namun saat ini, posisi kaum buruh sudah sejajar dalam posisi tripartit dengan pengusaha dan pemerintah," ungkap Gusman.

Karena itu, ia mendorong organisasi pekerja agar terus meningkatkan kapasitas dan mengambil peran konstruktif dalam pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua PD FSPTSI-KSPSI Sumatera Utara, H. Febri Dalimunte, ST, MM, meminta adanya sinergi yang lebih kuat antara organisasi pekerja, Pemkab Paluta dan DPRD.

Salah satu yang didorong adalah peningkatan kapasitas pekerja melalui program Bimbingan Teknis (Bimtek).

Febri menilai kemampuan negosiasi atau negotiation skill menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki pekerja dalam menghadapi dinamika hubungan industrial.

"Kami meminta agar pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk Bimtek agar pekerja kita dibekali negotiation skill yang baik," kata Febri.

Ia juga mengajak seluruh kader FSPTSI-KSPSI meninggalkan pola-pola lama yang tidak sejalan dengan profesionalisme organisasi.

Menurutnya, transformasi organisasi pekerja harus diarahkan pada terbentuknya serikat yang modern, profesional dan berintegritas.

Febri juga menekankan pentingnya etika dalam menjalankan aktivitas organisasi maupun menyampaikan aspirasi pekerja.

"Kita harus bertransformasi menjadi organisasi yang modern, profesional, dan berakhlak. Budaya lama harus ditinggalkan, tidak boleh ada lagi kekerasan fisik, pekerja harus beretika di lapangan," tegasnya.

Muscab III FSPTSI-KSPSI Kabupaten Padang Lawas Utara menjadi momentum bagi organisasi untuk mengevaluasi capaian kepengurusan sekaligus menyusun agenda kerja ke depan.

Selain membahas program organisasi, forum tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara pekerja, pemerintah daerah, DPRD dan pihak terkait lainnya.

Sejumlah unsur turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kapolres Padang Lawas Utara AKBP Dhery Fajariandono, S.I.K., M.H., perwakilan Kajari Padang Lawas Utara Yunita Pasaribu, S.H., Anggota DPRD Paluta Habibi P. Harahap, tokoh pemuda, tokoh masyarakat serta jajaran pengurus dan anggota FSPTSI-KSPSI Kabupaten Padang Lawas Utara.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
430 Santri Meriahkan Porsadin VII Madina, Wabup Atika Tekankan Sportivitas dan Akhlak
Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati, Wabup Achmad Fauzan: Right Priority, Right Budget, Right Impact Harus Jadi Pegangan
Wabup Atika Resmikan Kantor Cabang Mizan Haromaen, Travel Umrah di Madina Diminta Pastikan Legalitas
Korban Kebakaran Panyabungan Julu Segera Dapat Bantuan, Wabup Atika Minta Data Rampung 1 Hari
Wabup Atika Kejar Tuntas Persiapan Sekolah Rakyat Madina, Seluruh Dokumen Ditarget Rampung Akhir Agustus
Wabup Madina Tekankan Pengelolaan TNBG Harus Selaras dengan Kepentingan Masyarakat
komentar
beritaTerbaru