Kantor Koptan Mandiri Bak "Gubuk Derita" di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit
Kantor Koptan Mandiri Bak "Gubuk Derita" di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit
kota
Medan|SUMUT24 Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan massa DPP Kampak Merah Putih di depan Kantor PTPN IV di Jalan Suprapto, Medan Maimun, mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian, Kamis (28/1).
Baca Juga:
Pantauan di lapangan, ratusan personel kepolisian dari Polsek Medan Kota dibantu Sabhara Polresta, tampak berjaga-jaga di depan pintu masuk Kantor PTPN IV.
“Ya kita di sini bertugas mengamankan aksi demo. Hal itu untuk mengantisipasi tindakan anarkis yang dilakukan pendemo,†terang salah seorang polisi berpangkat Bripka.
Dalam orasinya, para pendemo menilai ada kejanggalan yang dilakukan Direktur SDM dan Umum PTPN IV, Andi Wibisono. Di mana para pesiunan menerima gaji tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu, hak para pensiunan untuk mendapatkan asuransi jiwa tidak pernah diterima.
“Dalam temuan tersebut sudah jelas ada dugaan korupsi yang dilakukan pihak PTPN IV terhadap pensiunan. Hal itu dibuktikan dengan gaji yang diterima sangat kecil dan juga para pensiunan tersebut tidak dapat mengklaim asuransi jiwa ke unit perkebunan,†ungkap G.A. Sagala.
Koordinator aksi DPP Kampak Merah Putih itu, menuturkan bukti adanya tindak korupsi di PTPN IV, pihak perusahaan perkebunan itu telah menambahkan iuran pensiunan ke Dapenbun sebesar Rp58 miliar lebih lalu beban pensiun sebesar Rp36 miliar lebih serta gaji pensiunan sebesar Rp21 miliar.
Sementara itu jumlah iuran yang dibayar kepada Dapenbun pada tahun 2012 dan 2011 masing sebesar Rp63 miliar lebih dan Rp900 juta. Walaupun penyesuaian keuntungan/kerugian aktuarita yang belum diakui karena batasan asset sebesar Rp645 miliar lebih, akan tetapi pihak PTPN IV tetap menambahkan iuran sebesar Rp58 miliar. Ironisnya, gaji pensiunan karyawan ada yang Rp90 ribu perbulan dan tidak pernah mendapatkan kenaikan selama 15 tahun. Padahal investasi yang dikembangkan oleh Dapenbun cukup besar.
“Sehingga kami dari DPP Kampak Merah Putih menduga Kepala Cabang Dapenbun PTPN IV (Andi Wibisono) telah melakukan tindakan korupsi atas penyertaan modal dari perusahaan perkebunan tersebut,†tutur Sagala.
Usai menyampaikan orasinya di depan Kantor PTPN IV, puluhan pendemo langsung membubarkan diri dengan tertib. Diketahui sebelumnya, DPP Kampak Merah Putih mengatakan akan menurunkan ribuan massa untuk melakukan demo di depan kantor PTPN IV, ternyata yang demo hanya puluhan orang.(BS)
Kantor Koptan Mandiri Bak "Gubuk Derita" di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit
kota
Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi
kota
Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
kota
Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni & Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi
Seleb
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Direktur Kementan, Dorong Kebangkitan Kopi sebagai Penopang Ekonomi
kota
KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR
kota
Jakarta, Musikal Senja Teduh Pelita resmi memulai rangkaian pertunjukannya di GrahaBhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 3 hing
Wisata
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Komisi IX DPR RI dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sepakat memperkuat
News
Jakarta, PT TransNusa Aviation Mandiri (TransNusa) terus memperluas jaringan penerbangannya melalui pembukaan satu rute internasional baru J
News
Jakarta, SeaBank Indonesia merayakan lima tahun perjalanannya sebagai salah satu pelopor layanan perbankan digital di Indonesia dengan m
Ekbis