Kantor Koptan Mandiri Bak "Gubuk Derita" di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit
Kantor Koptan Mandiri Bak "Gubuk Derita" di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit
kota
Medan, Sumut24.co
Baca Juga:
Plt Wali Kota Medan membuat terobosan baru dalam upaya mencegah bertambahnya korban Covid 19 dengan melibatkan tokoh masyarakat Jawa untuk ikut mensosialisasikan Perwal No 27 Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
“Orang Jawa itu di Kota Medan jumlahnya mencapai 30 persen. Maka jika semua orang Jawa memakai masker sama artinya dengan 1/3 penduduk Medan sudah memakai masker.
Itu berarti sepertiga tugas saya sudah selesai. Saya sudah bisa tidur tenang, tidak lagi pusing memikirkan berapa lagi hari ini bertambah pasien Covid ,” kata Akhyar Nasution dalam bahasa Jawa yang cukup fasih pada pertemuan Silaturahmi dengan tokoh masyarakat Jawa dari berbagai paguyuban yang dikoordinir Letkol (purn) Oliv Sudjali, Mas Kirmanto, Choking Susilo, Mulyono dan kawan-kawan, Sabtu (18/7) di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota.
Melihat besarnya potensi masyarakat Jawa dalam memutus peredaran Covid, Akhyar mengaku dirinya membuat terobosan mengundang para tokoh untuk bersilaturahmi sekaligus makan siang bersama .
Dikatakan Covid ini tidak tiketahui kapan akan berakhir. Dengan kenyataan itu maka tidak juga bisa diketahui kapan kehidupan normal di Kota Medan bisa dimulai.
Di tengah ketidakpastian itu, katanya aktifitas kehidupan tidak boleh terhenti tetapi harus dijalankan.
Untuk itulah dibuat panduan Adaptasi Kebiasaan Baru di semua sektor kegiatan agar dalam.beraktifitas tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker , membuat atau mengatur jaga jarak serta menyediakan tempat cuci tangan di ruang- ruang publik.
“Untuk itulah saya mengundang para tokoh hadir agar seluruh warga Jawa di Medan pakai masker,” ujarnya.
Sementara dalam sesi tanya jawab sejumlah perwakilan organisasi Jawa menyatakan kesiapan mensosialisasikan Perwal dan adaptasi baru.
Mereka juga meminta Akhyar Nasution melanjutkan kepemimpinannya karena Akhyar adalah bagian dari keluarga besar orang Jawa di Kota Medan.
“Kami warga Jawa siap mendukung berlanjutnya kepemimpinan Akhyar,” kata Mas Eko.
Perwakilan lainnya menyebut meski ada marga Nasution di belakang nama Akhyar , namun bagi warga Jawa mereka tau bahwa “Roso” Jawa Akhyar lebih kental.
Sekitar 70-an tokoh mewakili organisasi paguyuban Jawa di antaranya Joko Tingkir, Pagar Jati, Jember Comunity, DIY, Persaudaraan Arek Suroboyo, Banyumas Gel, PJB, Pendowo dan lainnya.red
Kantor Koptan Mandiri Bak "Gubuk Derita" di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit
kota
Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi
kota
Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
kota
Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni & Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi
Seleb
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Direktur Kementan, Dorong Kebangkitan Kopi sebagai Penopang Ekonomi
kota
KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR
kota
Jakarta, Musikal Senja Teduh Pelita resmi memulai rangkaian pertunjukannya di GrahaBhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 3 hing
Wisata
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Komisi IX DPR RI dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sepakat memperkuat
News
Jakarta, PT TransNusa Aviation Mandiri (TransNusa) terus memperluas jaringan penerbangannya melalui pembukaan satu rute internasional baru J
News
Jakarta, SeaBank Indonesia merayakan lima tahun perjalanannya sebagai salah satu pelopor layanan perbankan digital di Indonesia dengan m
Ekbis