Rabu, 08 Juli 2026

Konflik Gubernur Sumut -  Bupati Tapteng, Ini Kata Edy Rahmayadi

Administrator - Kamis, 19 Desember 2019 05:40 WIB
Konflik Gubernur Sumut -  Bupati Tapteng, Ini Kata Edy Rahmayadi

 

Baca Juga:

Medan I Sumut24

Usai menghadiri Apel Ops Lilin Toba 2020 menjelang Natal dan Tahun Baru 2020 di Lapangan Benteng Medan, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyatakan kalau dirinya mengatakan hal begitu kepada Bupati Tapteng Bahtiar Sibarani semata-mata untuk pembangunan Sumut, bukan lawak-lawak.

“Saya ini kan bapaknya, kalau anak melawan bapaknya, berarti durhaka itu,”kata Edy Rahmayadi pascagelar pasukan Ops lilin di Lapangan Benteng, Kamis (19/12/2019).

Edy menyatakan kalau orangtua dilawan oleh anak, berarti anaknya durhaka. Mengenai apakah Bupati Tapteng Bahtiar Sibarani tanya sama dia apakah melawan atau tidak.

“Kalau melawan, dia durhaka,”ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tapteng Bahtiar Ahmad Sibarani mengatakan emosional dan cakap-cakap saja kemungkinan hobi gubernur Sumut.

“Saya minta cara komunikasi pak Gubernur perlu diperbaiki,”kata Bahtiar, Kamis (19/12/2019).

Mengenai banyak masyarakat Tapteng yang miskin, Bahtiar menyatakan ada juga masyarakat Tapteng yang kaya dan tidak miskin semua.

“Tetapi mungkin ini koreksi bagi diri kita dan juga bagi Gubernur juga. Karena mungkin gubernur ini lupa kalau Tapteng bagian dari Sumut. Kalau memang, masyarakat Tapteng miskin menurut Gubernur, carilah solusi sebagai Gubernur, bagaimana ini supaya sejahtera,”katanya.

“Saya berharap pernyataan gubernur bukan karena sentimen pribadi kepada saya atau kebencian gubernur kepada saya. Karena saya yakin, gubernur tidak benci kepada saya,”ujarnya.

Selaku Bupati Tapteng, kata Bahtiar, dirinya memerlukan arahan dan bimbingan dari Gubernur Sumut.

“Kami bupati dan walikota membutuhkan solusi untuk mempercepat pembangunan di Sumut,”katanya.(W05)

Foto:Gubsu usai menghadiri Apel Ops Lilin Toba 2020 di Lap Benteng Medan (W05)

Usai menghadiri Apel Ops Lilin Toba 2020 menjelang Natal dan Tahun Baru 2020 di Lapangan Benteng Medan, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyatakan kalau dirinya mengatakan hal begitu kepada Bupati Tapteng Bahtiar Sibarani semata-mata untuk pembangunan Sumut, bukan lawak-lawak.

“Saya ini kan bapaknya, kalau anak melawan bapaknya, berarti durhaka itu,”kata Edy Rahmayadi pascagelar pasukan Ops lilin di Lapangan Benteng, Kamis (19/12/2019).

Edy menyatakan kalau orangtua dilawan oleh anak, berarti anaknya durhaka. Mengenai apakah Bupati Tapteng Bahtiar Sibarani tanya sama dia apakah melawan atau tidak.

“Kalau melawan, dia durhaka,”ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tapteng Bahtiar Ahmad Sibarani mengatakan emosional dan cakap-cakap saja kemungkinan hobi gubernur Sumut.

“Saya minta cara komunikasi pak Gubernur perlu diperbaiki,”kata Bahtiar, Kamis (19/12/2019).

Mengenai banyak masyarakat Tapteng yang miskin, Bahtiar menyatakan ada juga masyarakat Tapteng yang kaya dan tidak miskin semua.

“Tetapi mungkin ini koreksi bagi diri kita dan juga bagi Gubernur juga. Karena mungkin gubernur ini lupa kalau Tapteng bagian dari Sumut. Kalau memang, masyarakat Tapteng miskin menurut Gubernur, carilah solusi sebagai Gubernur, bagaimana ini supaya sejahtera,”katanya.

“Saya berharap pernyataan gubernur bukan karena sentimen pribadi kepada saya atau kebencian gubernur kepada saya. Karena saya yakin, gubernur tidak benci kepada saya,”ujarnya.

Selaku Bupati Tapteng, kata Bahtiar, dirinya memerlukan arahan dan bimbingan dari Gubernur Sumut.

“Kami bupati dan walikota membutuhkan solusi untuk mempercepat pembangunan di Sumut,”katanya.(W05)

 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kantor Koptan Mandiri Bak "Gubuk Derita" di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit
Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi
Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni & Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Direktur Kementan, Dorong Kebangkitan Kopi sebagai Penopang Ekonomi
KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR
komentar
beritaTerbaru