sumut24.co - Medan
Baca Juga:
Otoritas Jasa Keuangan (
OJK) Provinsi Sumatera Utara mencatat sektor jasa keuangan di wilayah ini terus menunjukkan perkembangan positif yang didukung oleh pertumbuhan intermediasi perbankan, industri pembiayaan, hingga layanan keuangan digital. Kepala
OJK Provinsi Sumatera Utara, Triyoga Laksito, menyampaikan bahwa kinerja Bank Umum hingga Juli 2026 tetap bertumbuh dengan total aset mencapai Rp371,1 triliun dan penyaluran kredit yang naik 7,67 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp332,6 triliun. Selain itu, kinerja positif juga dicatatkan oleh BPR dan BPRS, industri pembiayaan, perusahaan pembiayaan, fintech lending yang tumbuh 29,1 persen, hingga lonjakan pada sektor pasar modal dengan jumlah Single Investor Identification (SID) yang mencapai sekitar 1,49 juta investor.
Di tengah pertumbuhan tersebut,
OJK tetap mencermati dinamika kualitas pembiayaan, khususnya pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta rasio kredit bermasalah pada BPR/S. Untuk memitigasi risiko tersebut,
OJK secara konsisten menjalankan pengawasan ketat, mendorong langkah konsolidasi guna memperkuat struktur industri, serta menyeimbangkan antara akses pembiayaan dan prinsip kehati-hatian. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas industri keuangan tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi daerah.
Selain menjaga stabilitas makro,
OJK berkomitmen memperkuat aspek pelindungan konsumen dan literasi keuangan secara berkelanjutan. Hingga Agustus 2026,
OJK telah mencatat berbagai pengaduan konsumen—didominasi oleh perbankan, fintech lending, dan perusahaan pembiayaan—yang menjadi acuan untuk mendorong industri meningkatkan kualitas layanan. Di bidang edukasi,
OJK bersama pemangku kepentingan telah melaksanakan 406 kegiatan literasi keuangan bagi lebih dari 160 ribu peserta, serta memperluas inklusi keuangan melalui program KEJAR yang membawa Provinsi Sumatera Utara meraih penghargaan sebagai Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik Tingkat Provinsi Regional Sumatera.
OJK juga terus mengoptimalkan peran sektor keuangan dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah melalui program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED). Melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan,
OJK membangun ekosistem kemitraan terintegrasi, seperti pembiayaan klaster petani jagung yang telah disalurkan di beberapa kabupaten seperti Langkat, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara. Ke depannya,
OJK Provinsi Sumatera Utara akan terus memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan industri jasa keuangan tumbuh sehat, inklusif, dan memberikan kontribusi optimal bagi kesejahteraan masyarakat. Rel
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News