Selasa, 13 Oktober 2026

OJK Edukasi Mahasiswa UNAIR Soal Peluang dan Risiko Tokenisasi Aset Digital

Administrator - Selasa, 13 Oktober 2026 20:38 WIB
OJK Edukasi Mahasiswa UNAIR Soal Peluang dan Risiko Tokenisasi Aset Digital
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan Digital Financial Literacy (DFL) 2026 di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, pada Senin (12/10/2026).Foto.ist
sumut24.co - Surabaya

Baca Juga:

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan Digital Financial Literacy (DFL) 2026 di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, pada Senin (12/10/2026). Mengusung tema "Dari Aset Nyata ke Aset Digital, Kenalan dengan Tokenisasi dan Peluang di Indonesia", DFL 2026 bertujuan mendorong generasi muda agar lebih memahami peluang serta risiko tokenisasi aset nyata atau Real World Assets (RWA). Lewat forum ini, OJK menekankan pentingnya aspek legalitas, keamanan, dan pelindungan konsumen di tengah pesatnya perkembangan inovasi keuangan digital di tanah air.


Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menjelaskan bahwa kemajuan teknologi seperti Artificial Intelligence, Big Data, dan Distributed Ledger Technology (DLT) membuka ruang besar bagi produk keuangan baru. Indonesia sendiri telah menguji sejumlah inovasi tokenisasi melalui mekanisme Sandbox OJK, seperti tokenisasi emas, surat utang negara, hingga manfaat properti. Namun, Adi menegaskan bahwa pemanfaatan potensi ini harus diimbangi dengan kesiapan regulator, pelaku industri, serta kepastian hukum dan tata kelola yang baik.


Selain peluang ekonomi, OJK mengingatkan para mahasiswa untuk selalu mewaspadai risiko investasi aset digital dengan menerapkan prinsip "Legal dan Logis". Masyarakat diimbau memastikan legalitas penyelenggara serta tidak tergiur oleh penawaran keuntungan yang tidak masuk akal atau sekadar terpengaruh tren (FOMO). Peningkatan literasi keuangan dinilai menjadi kunci utama agar generasi muda mampu menimbang informasi secara kritis, melakukan riset mandiri, dan mengelola keuangan pribadi dengan bertanggung jawab demi kesejahteraan jangka panjang.


Kegiatan DFL 2026 yang berlangsung secara hibrida ini diikuti oleh sekitar 700 peserta dari sivitas akademika UNAIR dan berbagai perguruan tinggi di Surabaya. Acara tersebut juga menghadirkan diskusi panel lintas sektor bersama Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Komunikasi dan Digital, asosiasi industri seperti IFSoc dan ABI, serta perwakilan pelaku usaha. Para narasumber menyoroti pentingnya kepastian hukum atas aset dasar (underlying asset), kejelasan hak ekonomi pemegang token, serta transparansi informasi untuk menjaga kepercayaan publik.


Wakil Rektor Bidang SDM UNAIR, Ardianto, beserta Pelaksana Harian Kepala OJK Jawa Timur, Asep Hikayat, menyambut positif kolaborasi ini dan menilai perguruan tinggi serta Kota Surabaya memiliki peran strategis sebagai pusat inovasi dan edukasi finansial. Melalui DFL 2026, OJK berharap mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen yang cerdas, tetapi juga terdorong untuk menggali peluang riset, kewirausahaan, hingga karier di industri keuangan digital guna membangun ekosistem finansial Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. Rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
OJK
beritaTerkait
OJK Luncurkan RP3I 2026-2030 untuk Perkuat Resiliensi dan Peran Strategis Perbankan Nasional
OJK Perkuat Keamanan Ekosistem Keuangan Digital dan Pelindungan Konsumen
OJK Sebut Inklusi Dana Pensiun Baru Capai 5,10 Persen
Bank Sumut Raih Penghargaan OJK sebagai Bank Teraktif Melakukan Literasi Keuangan ke Sekolah
Sektor Jasa Keuangan Sumut Tumbuh Positif, OJK Perkuat Pelindungan Konsumen dan Ekonomi Daerah
OJK Resmi Terbitkan Dua Aturan Baru untuk Awasi Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
komentar
beritaTerbaru