Teguh Santosa: Wartawan Harus Waspadai Optik Algortima
Teguh Santosa Wartawan Harus Waspadai Optik Algortima
News
Baca Juga:
Madina | Sumut24.co
Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kali ini, Madina sukses meraih peringkat pertama nasional kategori Pagu Besar dalam Pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Sub Bidang Keluarga Berencana Tahun Anggaran 2025 dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam agenda Rapat Pengendalian Program dan Anggaran yang berlangsung di Aula Perwakilan BKKBN Sumatera Utara, Selasa (28/4/2026).
Piagam penghargaan diterima langsung oleh Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution.
Dalam keterangannya, Wabup Atika menegaskan bahwa capaian ini bukan hasil kerja individu, melainkan buah dari kolaborasi dan soliditas seluruh jajaran pemerintah daerah.
Menurutnya, keberhasilan ini juga tidak terlepas dari komitmen dalam menjalankan program yang telah dirancang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
"Penghargaan ini adalah hasil kerja keras bersama. Ini bukan hanya kebanggaan, tapi juga jadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja," ujarnya.
Meski berhasil mencatatkan realisasi anggaran yang tinggi, Atika mengingatkan bahwa pencapaian tersebut tidak boleh berhenti pada aspek administratif saja. Ia menekankan pentingnya dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam program keluarga berencana dan penanganan stunting.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan DAK harus sejalan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Salah satu indikator nyata dari keberhasilan program tersebut adalah penurunan angka stunting di Mandailing Natal yang cukup signifikan.
Jika sebelumnya angka stunting berada di kisaran 47,7 persen, kini berhasil ditekan hingga 22,2 persen. Angka ini mendekati rata-rata provinsi dan menunjukkan tren perbaikan yang positif.
"Penurunan ini bukan kebetulan. Ini hasil kerja kolektif semua pihak," tegas Atika.
Meski demikian, Pemkab Madina tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang masih ada. Wabup Atika mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama tingginya angka stunting sebelumnya adalah keterbatasan infrastruktur dasar.
Mulai dari akses sanitasi yang belum memadai hingga ketersediaan air bersih yang masih terbatas di sejumlah wilayah.
Ia juga meluruskan pemahaman masyarakat terkait data stunting.
"Angka 22,2 persen itu bukan berarti dari 100 bayi lahir, 22 pasti stunting. Ini lebih kepada kondisi lingkungan dan infrastruktur yang memengaruhi tumbuh kembang anak," jelasnya.
Ke depan, Pemkab Mandailing Natal berkomitmen untuk terus memperbaiki infrastruktur kesehatan dan layanan dasar masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu menekan angka stunting lebih jauh sekaligus meningkatkan kualitas generasi mendatang.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Teguh Santosa Wartawan Harus Waspadai Optik Algortima
News
HUT Propam Polri ke24, Polres Tapsel Turun Langsung Berbagi dengan Warga Situmba
News
Judi Togel Diduga Beroperasi di Warung, Satreskrim Polres Padang Lawas Amankan AH
News
Kemarau Panjang di Padangsidimpuan! Di Bakti TNI AD 2026, Kodim 0212/Tapsel Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Air
News
sumut24.co MedanPenerimaan zakat dan infak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumatera Utara mengalami peningkatan signifikan pada triwula
Umum
Rencana Mau Kabur ke Palembang!!!Dua Pelaku Pembunuh Wakil Rektor 2 IT&B Diberi Tindakan Tegas Terukur
News
sumut24.co JakartaPT Indosat Tbk secara resmi menetapkan perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha sebagai Presiden Direktur dan CEO, yang te
Ekbis
Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko PascaPemilu 2026
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Sosial dan BPBD Pakpak Bharat mulai menyalurkan bantuan bagi kor
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota Tanjungbalai terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui sektor pertanian, perikanan dan pe
News