Minggu, 07 Juni 2026

Viral! Pekerja Dapur SPPG Prapat Janji Dianiaya, Ungkap Potong Gaji Sembarangan Hingga Menu Makan Bikin Sakit

Administrator - Minggu, 07 Juni 2026 20:44 WIB
Viral! Pekerja Dapur SPPG Prapat Janji Dianiaya, Ungkap Potong Gaji Sembarangan Hingga Menu Makan Bikin Sakit
Istimewa
sumut24.co -ASAHAN, Sebuah video keributan di lingkungan Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) Prapat Janji, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, menyebar luas di media sosial Facebook pada Sabtu malam (06/06/2026). Video tersebut memicu kemarahan publik setelah mengungkap dugaan penganiayaan, perlakuan tidak adil terhadap pekerja, hingga sejumlah kejanggalan serius dalam pengelolaan lembaga penyedia makanan bergizi tersebut.

Baca Juga:
Dalam rekaman yang diunggah akun bernama Haraa Saladd, terlihat perekam datang ke lokasi untuk mencari pihak yang diduga menampar saudara perempuannya. Di depan ruangan bertuliskan "kantor", ia dengan emosi mempertanyakan peristiwa tersebut sambil dihalangi oleh tiga orang pria. "Mana kakakku! Kenapa ditampar? Keluar dia! Jangan sembarangan menampar anak orang," teriaknya.

Potong Gaji Rp60 Ribu Cuma Telat 5 Menit.
Dari narasi yang disertakan, pengungkap membeberkan praktik yang dinilai merugikan pekerja. Salah satunya adalah pemotongan gaji sebesar Rp60.000 untuk keterlambatan masuk kerja hanya 5 hingga 15 menit. Uang potongan tersebut disebutkan dialihkan untuk pembelian vitamin pekerja, namun hal ini tidak jelas kebenarannya.

Yang lebih mencurigakan, aturan tersebut dinilai tidak adil karena hanya diberlakukan pada pekerja biasa. Staf yang memiliki kedekatan dengan bagian akuntan dikabarkan tidak pernah terkena potongan gaji meski sering kali tidak berada di tempat kerja saat jam operasional.

"Akuntan, asisten lapangan, dan APPI sering tidak ada di tempat kerja. Tapi kalau pekerja biasa telat sedikit saja, langsung dipotong gaji. Itu tidak adil," tulisnya.

Menu Makan Bergizi Diduga Sebabkan Sakit Massal
Masalah yang lebih serius muncul terkait kualitas Makanan Bergizi (MBG) yang disalurkan. Beberapa hari sebelum peristiwa keributan, disebutkan bahwa banyak penerima manfaat—mulai dari anak-anak hingga orang tua—mengalami sakit perut dan muntah usai mengonsumsi menu telur orek yang disajikan pada hari Kamis. Bahkan sejumlah pekerja juga mengalami hal serupa.

Namun, manajemen SPPG diduga meminta semua pihak untuk sepakat menyatakan bahwa sakit yang dialami bukan disebabkan oleh makanan yang disajikan.

Pengungkap juga membongkar fakta bahwa ahli gizi yang seharusnya bertanggung jawab menyusun menu telah mengundurkan diri sejak Senin (01/06/2026). Alih-alih jujur, pihak manajemen malah menyebut ahli gizi sedang pulang kampung. Menu yang telah disusun secara profesional pun diganti oleh bagian akuntan dengan alasan melebihi anggaran, sehingga dihasilkan menu yang dianggap asal-asalan dan diduga berdampak buruk bagi kesehatan.

Perlakuan Merendahkan Hingga Intimidasi
Selain masalah pekerjaan dan makanan, suasana kerja di SPPG tersebut dinilai tidak sehat. Pekerja kerap mendapatkan perkataan kasar dan merendahkan. Salah satu ucapan yang paling menyakitkan disebutkan diucapkan oleh akuntan saat pembagian gaji : "Kalian yang kerja di sini masih miskin."

Banyak pekerja yang sebenarnya tidak nyaman dengan perlakuan tersebut, namun memilih diam karena takut dipecat. Bahkan terdapat dugaan perlakuan diskriminatif lainnya, seperti pendinginan ruangan yang hanya dinikmati oleh sebagian pekerja tertentu saja.

Pernah Bermasalah Sebelumnya
Ini bukan pertama kalinya SPPG Prapat Janji menuai kontroversi. Beberapa bulan lalu, tepatnya Februari 2026, lembaga yang disebut dimiliki oleh seorang pengusaha di Kisaran ini juga sempat menjadi sorotan. Saat itu ditemukan diduga benda asing berupa skrub di dalam wadah makanan yang akan dibagikan kepada siswa sekolah, meski pihak manajemen membantah hal tersebut.

Hingga Minggu siang (07/06/2026), postingan tersebut telah mendapatkan ribuan tanggapan dari warganet. Banyak yang mendesak agar kasus ini diselidiki secara tuntas dan meminta pertanggungjawaban pihak terkait. Pengungkap sendiri telah melaporkan peristiwa penamparan tersebut ke Polsek Prapat Janji yang kemudian dilanjutkan ke Polres setempat, serta menyatakan memiliki bukti-bukti pendukung untuk menguatkan laporannya. (tec)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Bambang Sumantri
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jual Beli Titik Dapur Gizi Disorot, Forwaka Asahan Minta Seluruh SPPG Diaudit Total
Pj Sekda Madina Afrizal Nasution Dorong Percepatan Gizi Gratis, 4 SPPG Baru Resmi Diluncurkan
Danrem 023/KS Tegas Kawal SPPG Losung Batu, Makanan Bergizi untuk Siswa Jadi Prioritas
Resmikan SPPG Bintuju, Bupati Gus Irawan Dorong Perputaran Ekonomi Rp400 Miliar di Tapsel
SPPG Aek Marian Dibuka! Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution: Jangan Sampai Gizi Anak Terabaikan
Usai Libur Lebaran, SPPG Desa Suka Jadi Kembali Salurkan Makanan Bergizi Gratis untuk Siswa dan Guru
komentar
beritaTerbaru