Jumat, 24 Juli 2026

Pemkab Madina Gandeng Kementan dan BNN Alihkan Ladang Ganja ke Komoditas Produktif, Cabai hingga Serai Wangi Disiapkan

Administrator - Jumat, 05 Juni 2026 18:58 WIB
Pemkab Madina Gandeng Kementan dan BNN Alihkan Ladang Ganja ke Komoditas Produktif, Cabai hingga Serai Wangi Disiapkan

Madina | Sumut24.co

Baca Juga:

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai mengambil langkah serius untuk mengubah kawasan yang selama ini dikenal sebagai lokasi penanaman ganja menjadi sentra pertanian produktif dan bernilai ekonomi tinggi.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi daring antara Pemerintah Kabupaten Madina, Kementerian Pertanian, dan Badan Narkotika Nasional (BNN), Kamis (3/6/2026). Fokus utama pertemuan adalah percepatan program pengalihan tanaman ganja ke komoditas legal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wilayah Tor Sihite di Kecamatan Panyabungan Timur dan Kecamatan Tambangan menjadi titik perhatian utama karena selama bertahun-tahun dikenal sebagai area rawan penanaman ganja ilegal.

Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution menegaskan bahwa pemerintah ingin menghadirkan solusi jangka panjang, bukan sekadar penindakan hukum.

"Fokus utama kami adalah memberantas ladang ganja di wilayah Panyabungan Timur dengan pendekatan yang lebih solutif. Nantinya lahan tersebut akan dialihkan menjadi tanaman yang memiliki nilai ekonomi dan legal untuk masyarakat," ujar Saipullah.

Dalam rapat tersebut, Kementerian Pertanian disebut telah menyiapkan lahan seluas lima hektare yang akan digunakan untuk pengembangan tanaman cabai sebagai tahap awal program alih fungsi lahan.

Selain cabai, masyarakat juga direncanakan mendapatkan bantuan bibit tanaman produktif, mesin penyuling minyak serai wangi, hingga pelatihan usaha pembuatan tusuk sate sebagai sumber pendapatan alternatif.

Program ini nantinya akan dipimpin langsung oleh Dinas Pertanian Kabupaten Madina sebagai leading sector di daerah.

Menurut Saipullah, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada keterlibatan lintas sektor, termasuk dukungan penuh dari BNN dan Kementerian Pertanian dalam bentuk edukasi dan pelatihan kepada masyarakat.

"Warga harus diberikan pendampingan yang serius agar mereka benar-benar bisa beralih ke sektor pertanian legal dan usaha produktif lainnya," katanya.

Selain membahas pengalihan tanaman ganja, rapat juga menyoroti pentingnya pembangunan akses jalan penghubung Padang Lawas–Pasaman–Madina melalui kawasan Panyabungan Timur.

Proyek tersebut dinilai penting untuk membuka akses ekonomi masyarakat dan mendukung kawasan perhutanan sosial yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Namun hingga kini, pembangunan jalan masih terkendala persoalan izin dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Saipullah menjelaskan, pemerintah daerah masih menunggu izin pinjam pakai kawasan sebelum proses administrasi dan pembangunan bisa dilanjutkan.

"Kami harus mendapatkan izin pinjam pakai terlebih dahulu. Setelah itu baru proses AMDAL, penganggaran, tender, hingga tahapan pengerjaan dapat berjalan," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kawasan perhutanan sosial di Panyabungan Timur sebenarnya sudah ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan. Namun, masyarakat belum dapat memanfaatkan kawasan tersebut secara maksimal karena minimnya akses jalan.

Di sisi lain, pembukaan jalur baru di kawasan hutan lindung juga belum bisa dilakukan sebelum seluruh izin resmi diterbitkan pemerintah pusat.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Generasi Madina Harus Bangkit! Sekda, Ketua DPRD dan Kapolres Kompak Kampanye Tolak Narkoba
Respons Cepat Bupati Madina, Jalan Viral di Lingga Bayu Ditangani, Pembangunan Jalan Baru Terus Berlanjut
Pelabuhan Palimbungan Makin Terhubung, Proyek Jembatan Aek Batahan Madina Sudah Rampung 57 Persen
PAD Madina Baru Capai 85,78 Persen, Bupati Saipullah Beberkan Strategi Tingkatkan Pendapatan dan Lindungi Guru
Resmi Dimulai! Bupati Madina Saipullah Nasution Canangkan Bedah 505 Rumah, Target 5.000 Unit Selama Era Prabowo
APBD Madina 2025 Capai Rp1,81 Triliun, Bupati Saipullah Dorong Pengelolaan Anggaran Lebih Akuntabel
komentar
beritaTerbaru