Baca Juga:
Madina | Sumut24.co
Saipullah Nasution bersama Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution menerima langsung aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus dan Poros Pelajar Mandailing Natal (Madina) di halaman Kantor Bupati Madina, Komplek Perkantoran Payaloting, Panyabungan, Kamis (11/6/2026).
Aksi tersebut berlangsung dalam suasana kondusif dengan membawa sejumlah aspirasi terkait pembangunan daerah. Mahasiswa menyampaikan sedikitnya 15 tuntutan penting yang dinilai perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal.
Beragam isu strategis menjadi sorotan, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, reformasi birokrasi, peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, penyelesaian izin Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), penanganan persoalan sampah, hingga pembenahan sistem irigasi guna mendukung sektor pertanian.
Pemkab Madina Buka Dialog Langsung dengan Mahasiswa
Usai menerima penyampaian aspirasi di halaman kantor bupati, Saipullah dan Atika memilih membuka ruang diskusi secara langsung bersama para mahasiswa di Aula Kantor Bupati Madina.
Dalam forum dialog itu, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) turut hadir untuk mendengarkan langsung masukan dari mahasiswa sekaligus memberikan penjelasan terhadap beberapa isu yang disampaikan.
Di hadapan peserta aksi, Saipullah menjelaskan secara umum kondisi fiskal Kabupaten Mandailing Natal, termasuk tantangan anggaran yang sedang dihadapi pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan.
Menurutnya, keterbatasan fiskal bukan menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan, tetapi menjadi tantangan yang harus dikelola secara bijak agar program prioritas tetap berjalan.
Saipullah Janji Berikan Jawaban Tertulis dalam Waktu 2–5 Hari
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menanggapi aspirasi mahasiswa, Bupati Saipullah memastikan seluruh poin tuntutan akan dibahas lebih lanjut oleh OPD terkait.
Ia bahkan berjanji Pemkab Madina akan memberikan jawaban resmi secara tertulis dalam waktu dua hingga lima hari ke depan agar mahasiswa memperoleh penjelasan lebih rinci mengenai langkah yang akan ditempuh pemerintah daerah.
Komitmen tersebut disampaikan untuk memastikan tidak ada tuntutan yang diabaikan, sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah dan elemen mahasiswa.
Siap Datang ke STAIN Madina Paparkan Program Pemerintah
Tidak hanya berhenti pada forum dialog di kantor bupati, Saipullah juga menyatakan kesiapannya hadir langsung ke kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal untuk berdiskusi lebih mendalam bersama mahasiswa.
Dalam agenda tersebut, ia berencana memaparkan berbagai capaian pemerintahan yang telah berjalan, arah pembangunan Kabupaten Mandailing Natal sepanjang 2026, hingga strategi percepatan pembangunan daerah.
Selain itu, pemerintah juga akan menjelaskan berbagai program penanganan pascabencana serta langkah-langkah perbaikan yang telah dan akan dijalankan demi mendukung pembangunan berkelanjutan di Madina.
Sebelumnya, sehari sebelum aksi berlangsung, Saipullah dan Atika juga telah membuka ruang komunikasi dengan mahasiswa. Pemerintah daerah mengajak generasi muda untuk ikut memberikan ide, kritik membangun, dan gagasan strategis demi kemajuan daerah.
Menurut Pemkab Madina, kolaborasi antara pemerintah dan mahasiswa menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan visi pembangunan menuju Madina Maju dan Madina Madani.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News