Buntut Kontingen Pesparawi Terlantar, Bobby Nasution Geser Karo Kesra Abu Kosim
Buntut Kontingen Pesparawi Terlantar, Bobby Nasution Geser Karo Kesra Abu Kosim
kota
Baca Juga:
- Hadiri Puncak HKG PKK ke-54, Ketua TP PKK Simalungun: Komit Perkuat Pemberdayaan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045
- Ny. Nia Jon Firman Pandu Hadiri Peringatan ke-54 Hari Kesatuan Gerak PKK di Makassar
- Bupati Paluta Perkuat Sinergi dengan Kejari, Optimalisasi PAD dan Penyelesaian Konflik Agraria Jadi Prioritas
Upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) makin dikebut. Tim Penggerak PKK Kabupaten Paluta turun langsung ke Desa Pagaran Tonga, Kecamatan Padang Bolak, serta Desa Pangirkiran, Kecamatan Halongonan, untuk menyalurkan bantuan stimulan dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan, Selasa, 18 November 2025.
Program ini menyasar 65 balita, di mana 55 anak berasal dari Kecamatan Halongonan, dan 10 lainnya dari Kecamatan Padang Bolak.
Semua penerima PMT akan mendapatkan asupan tambahan yang dibuat dari bahan pangan lokal selama 60 hari berturut-turut, dimulai sejak 1 November 2025.
Ketua TP PKK Paluta, Ny. Refina Reski Basyah Harahap, menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting tidak boleh setengah-setengah. Ia menyoroti pentingnya gizi seimbang dan pola pengasuhan yang benar sebagai fondasi pertumbuhan anak yang sehat.
"Kita harus bergerak bersama. Anak-anak Paluta berhak tumbuh sehat, kuat, dan bebas dari ancaman stunting. Sinergi seluruh pihak adalah kuncinya," tegasnya.
Selain penyaluran PMT, TP PKK juga memberikan bantuan stimulan berupa bahan pangan bergizi yang diharapkan bisa memperkuat asupan harian balita dan membantu keluarga dalam memastikan nutrisi anak terpenuhi.
Para kader PKK di lapangan juga aktif memberikan penyuluhan dan motivasi kepada para orang tua agar lebih konsisten memantau tumbuh kembang anak.
Dari sisi teknis kesehatan, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Dedi Julhadi Hasibuan, mengingatkan bahwa balita yang stagnan dalam kenaikan berat badan merupakan sinyal serius dan tidak boleh disepelekan.
Menurutnya, kondisi tersebut bisa menjadi indikasi awal risiko stunting apabila tidak segera dilakukan intervensi. Karena itu, Dinas Kesehatan terus memperkuat program gizi sensitif dan gizi spesifik melalui puskesmas serta posyandu di seluruh wilayah.
Hadir dalam kegiatan ini Plt Kadis Kesehatan Paluta Maralobi Siregar, S.Sos., MM, para camat dari Padang Bolak dan Halongonan, kepala puskesmas, kader PKK, serta para ibu balita. Kegiatan ini digadang-gadang menjadi langkah nyata yang mencerminkan komitmen pemerintah daerah dan TP PKK dalam menekan angka stunting menuju Paluta yang lebih sehat.zal
Buntut Kontingen Pesparawi Terlantar, Bobby Nasution Geser Karo Kesra Abu Kosim
kota
Kapolda Sumut Pimpin Sertijab 24 Pejabat Utama dan Kapolres, Tekankan Integritas serta Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat
kota
Gerak Cepat Polresta Deli Serdang, Pria Berinisial NA Diamankan dengan 1,7 Gram Sabu di Galang
kota
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Optimalkan Distribusi BBM di Sumatera Utara
kota
91 ASN Tapsel Tuntaskan Diklat BPKP, Bupati Gus Irawan Targetkan Dokumen Manajemen Risiko Rampung Sepekan
kota
Drainase Jalinsum Tersumbat, Satlantas Polres Padangsidimpuan Bergerak Cepat Selamatkan Pengguna Jalan
kota
Tinggalkan Open Dumping, Pemkab Madina Siapkan Sistem Controlled Landfill untuk Wujudkan Pengelolaan Sampah Modern
kota
PAD Madina Baru Capai 85,78 Persen, Bupati Saipullah Beberkan Strategi Tingkatkan Pendapatan dan Lindungi Guru
kota
Janji Gandakan Uang dalam 7 Hari, Wanita Ini Dibekuk Polres Padangsidimpuan Usai Rugikan 51 Korban Rp400 Juta
kota
Sat Reskrim Polres Padang Lawas Intensif Patroli Malam, Cegah Begal, Balap Liar hingga Tawuran Remaja
kota