Layanan MBG Dihentikan, Orang Tua Siswa Pertanyakan Kejelasan Kelanjutan
sumut24.co BALIGE, Pendistribusian makan bergizi gratis (MBG) yang telah berjalan sejak tahun 2025 kepada sejumlah siswa di Kabupaten Toba
News
Baca Juga:
Medan – Desakan publik terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan untuk membuka seluruh tabir dugaan korupsi dalam penyelenggaraan Medan Fashion Festival (MFF) 2024 semakin menguat. Kali ini, desakan datang dari Kornas KAMAK Azmi Hadly, yang meminta agar penyidik tidak hanya fokus pada pejabat Dinas Pariwisata, tetapi juga memeriksa pejabat terkait di Dekranasda Kota Medan.
Azmi Hadly menegaskan, penyidikan yang sedang berjalan tidak boleh berhenti pada satu atau dua nama. Ia menyebut, pola penggunaan anggaran di MFF patut didalami lebih jauh, terutama karena event tersebut melibatkan banyak pihak, termasuk struktur Dekranasda.
> "Kejari Medan jangan tebang pilih. Jika ada aliran anggaran atau kewenangan Dekranasda dalam pelaksanaan MFF, pejabatnya wajib diperiksa. Kami minta Kejari transparan dan berani menyentuh semua pihak," tegas Azmi Hadly.
Menurutnya, kasus MFF tidak bisa dipandang sebagai kesalahan individual semata, melainkan bisa menjadi pintu masuk mengungkap dugaan penyimpangan yang lebih luas. Ia juga mengapresiasi langkah cepat Kejari dalam menetapkan Beni Iskandar sebagai tersangka, namun menilai penyidikan masih setengah jalan.
Azmi menambahkan bahwa dugaan korupsi dalam event MFF terkait erat dengan proses penganggaran, penunjukan vendor, serta dugaan markup kegiatan. Karena itu, ujar dia, Dekranasda yang ikut tampil sebagai mitra kegiatan tidak mungkin dilepaskan dari pemeriksaan.
> "Jika Kejari sungguh-sungguh ingin membersihkan praktik kotor di Pemko Medan, semua pejabat yang terlibat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan MFF harus diperiksa, termasuk pejabat Dekranasda. Jangan sampai ada yang dilindungi," katanya.
Kornas KAMAK juga mengingatkan bahwa keberanian Kejari Medan dalam mengusut kasus ini akan menjadi tolok ukur komitmen penegakan hukum di Sumatera Utara, terutama setelah banyak kasus besar sebelumnya dinilai stagnan.
Ia menegaskan pihaknya akan terus mengawal kasus MFF hingga tuntas, termasuk mendorong pengungkapan aliran dana, pertanggungjawaban kegiatan, sampai keterlibatan aktor-aktor yang selama ini berada di lingkaran kekuasaan Pemko Medan.
"Publik menunggu ketegasan Kejari Medan. Jangan berhenti di level teknis, bongkar sampai siapa pun yang menikmati anggaran. Kita ingin penegakan hukum yang bersih, tanpa intervensi," tutup Azmi Hadly.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
sumut24.co BALIGE, Pendistribusian makan bergizi gratis (MBG) yang telah berjalan sejak tahun 2025 kepada sejumlah siswa di Kabupaten Toba
News
Medan sumut24.co Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar menertibkan bangunan tembok setinggi 3 (tiga) meter panjang 50 meter di Lungkungan V P
kota
PH Akhiruddin Bantah Pernyataan Kasi Intel Kejari Padangsidimpuan "Bukan Menolak Putusan, Tapi Menolak Intimidasi Sita Aset di
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar K
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim memimpin Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) awal Tahun Anggaran 20
News
Mengenal Ungku Saliah, Ulama Pariaman yang Fotonya Banyak Terpajang di Warung Nasi Padang
kota
Pemkab Simalungun Komitmen Dukung Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Banjir di Sumut
kota
Wakil Bupati Simalungun Sidak Perumda Agromadear, Dorong Pembenahan dan Kepastian Investasi
kota
Andar Amin Harahap dan Hendri Yanto Sitorus, Dua Kader Muda di Pusaran Musda Golkar SumutMedan Sumut24.coMenjelang Musyawarah Daerah (Musd
Politik
Pemko Pematangsiantar menggelar Seminar Generasi Muda Tanpa Narkoba &ldquoMembangun Generasi Muda yang Berdaya Saing Menuju Generasi Emas 2045&rdquo.
kota