Antonius Tumanggor Dorong Warga Aktifkan IKD untuk Perkuat Akurasi Data Bantuan Sosial
sumut24.co MEDAN Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos menegaskan pemerintah memiliki kewajiban membantu masyaraka
kota
Baca Juga:
- Perkuat Sinergi Pengamanan Objek Vital Nasional, PLN dan Polda Aceh Kolaborasi Dukung Keandalan Kelistrikan Serta Ketahanan Energi
- Tak Berkutik! Puluhan Minuman Beralkohol Disita Saat Polisi Razia Kafe di Padang Lawas
- Lengkapi Mobilitas Kota Medan, Bluebird Prime Hadirkan Pengalaman "Next-Level Comfort"
MEDAN – Kebijakan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang menghentikan truk berplat nomor BL dari Aceh menuai gelombang kritik. blank">Razia tersebut dinilai tidak memiliki dasar hukum, sarat arogansi, dan berpotensi mengganggu stabilitas sosial-ekonomi kawasan.
Pemerhati sosial Shohibul Anshor Siregar menyebut langkah itu sebagai "teater kekuasaan di jalan raya". Menurutnya, larangan kendaraan berplat BL masuk ke wilayah Sumut ibarat menciptakan republik kecil di dalam negara kesatuan.
"Undang-Undang Lalu Lintas tidak mengenalnya, UUD 1945 tidak merestuinya, dan akal sehat pun menolaknya. Tapi rupanya, di tangan pejabat yang mabuk kuasa, logika bisa diperlakukan seperti ornamen, dipakai hanya bila butuh tampil gagah," kata Shohibul, Selasa (30/9/2025).
Dampak Ekonomi dan Politik
blank">Razia ini langsung berdampak pada distribusi barang dari Aceh ke Sumut. Sopir truk dipaksa berhenti, petani kehilangan pasar, pedagang merugi, dan arus perdagangan di Medan—jantung logistik Sumatera Utara—tersendat.
"Di saat pemerintah pusat sibuk menggaungkan integrasi logistik nasional, seorang gubernur justru menancapkan palu pemisah," ujarnya.
Shohibul mengingatkan, Aceh memiliki sejarah panjang diskriminasi dan konflik. Tindakan melarang truk Aceh masuk Sumut hanya karena plat nomor, dinilainya berpotensi membangkitkan luka lama dan mengganggu hubungan antarprovinsi.
Alasan Rapuh, Potensi Motif Gelap
Menurutnya, alasan yang ditawarkan pemerintah Sumut terlalu rapuh. Jika masalahnya kelebihan muatan, sudah ada uji KIR. Jika soal pajak, kepolisian punya mekanisme. Jika soal persaingan dagang, konstitusi justru menjamin kebebasan usaha lintas daerah.
"Publik wajar curiga, jangan-jangan razia plat BL ini bukan soal aturan, melainkan soal pundi-pundi. blank">Razia tanpa dasar hukum sering kali hanyalah jalan belakang untuk pemasukan—bukan ke kas daerah, melainkan ke kantong pribadi," tegasnya.
Apalagi, baru-baru ini KPK melakukan OTT terhadap pejabat Pemprov Sumut terkait kasus korupsi proyek jalan. "Itu cermin jelas bahwa sistem keuangan daerah keropos. Bahwa pembangunan kerap hanyalah samaran bagi bancakan," tambahnya.
Kritik Tajam
Shohibul menilai, jika pemerintah Sumut ingin meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), seharusnya dilakukan lewat instrumen resmi seperti retribusi, pajak, atau regulasi yang transparan.
"Mari kita sebut apa adanya: razia plat BL ini tidak lebih dari teater kekuasaan. Di panggung depan gubernur tampil sebagai pahlawan rakyat. Di balik layar, yang terdengar hanyalah dengus kepentingan sempit," ujarnya.
Ia mengingatkan, hukum jangan diperlakukan seperti mainan, dan rakyat jangan dijadikan korban dari kebijakan konyol.
"Republik ini bukan milik plat tertentu. Dari BL sampai BK, dari Sabang sampai Merauke, jalan raya adalah milik bersama. Pejabat yang mencoba mengukurnya dengan meteran ego pribadi, sebaiknya bercermin lebih lama: apakah ia masih pemimpin rakyat, atau sudah sekadar juru parkir kekuasaan?" pungkasnya.rel
sumut24.co MEDAN Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos menegaskan pemerintah memiliki kewajiban membantu masyaraka
kota
Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso Rangkul Wartawan, Kritik Jadi Bahan Evaluasi
kota
Bupati Madina Tegaskan Bansos Harus Tepat Sasaran, Data Warga Miskin Bakal Diverifikasi Langsung
kota
Lahan Tidur 6 Hektare Disulap Jadi Kebun Hidroponik, Wabup Basri Bidik Paluta Jadi Pemasok MBG
kota
Menuju Jambore Nasional XII 2026, Kapolres Paluta Titip Pesan Khusus kepada Kontingen Pramuka
kota
Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan Kembali Bergerak, 8 Potongan Ganja Disita dari Pria 47 Tahun
kota
Garagara Teguran soal Wanita Lain, Pria di Padang Lawas Diduga Hantam Istri Pakai Batu
kota
GaraGara soal Ternak Babi, Berujung Penembakan Warga Tapsel Tewas dengan Dua Luka Peluru
kota
Tak Kebagian Warisan, Adik Diduga Habisi Abang di Kebun Tapsel
kota
Bocah 6 Tahun Tewas di Galian Sumur Tapsel, Polisi Tangkap Kerabat Korban
kota