Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok Launching Program 1 Rumah 1 Komposter di Alahan Panjang
Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok Launching Program 1 Rumah 1 Komposter di Alahan Panjang
kota
Baca Juga:
- Akhir Penantian Warga! Jembatan Sungai Siabu Rp13,8 Miliar Resmi Dibangun, Hubungkan Barumun Selatan-Ulu Sosa
- Tak Sekadar Jalan Rusak, Akses Menuju Wisata Sibio-bio Dinilai Hambat Kemajuan Tapanuli Selatan dan Padangsidimpuan
- Bobby Nasution Pastikan Jalan Helvetia Pasar 9 Mulai Dibeton Agustus 2026, Lebar Jalan Ditambah hingga 14 Meter
DELI SERDANG — Warga Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, meluapkan kekecewaan mereka terhadap kondisi jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Pakam dan Kota Tebing Tinggi. Jalan yang rusak parah selama bertahun-tahun ini memicu aksi protes dengan memblokir jalan utama dan menyandera pegawai Dinas Pekerjaan Umum (PU) dari Kabupaten Deli Serdang.
Aksi yang terjadi pada Senin, 22 September 2025, sekitar pukul 16.00 WIB ini menyebabkan kemacetan panjang dari kedua arah, baik dari Kota Tebing Tinggi maupun Lubuk Pakam.
Warga menuntut perhatian segera dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) yang dinilai abai terhadap kerusakan jalan yang telah memakan korban dan menghambat aktivitas ekonomi.
Camat Galang Syahdin Setia Putra Pane Turun Tangan dengan Dana Swadaya
Camat Galang, menunjukkan kepeduliannya dengan berupaya menambal jalan rusak menggunakan 15 dump truk pasir batu.
Bantuan ini merupakan hasil swadaya dan kolaborasi dengan masyarakat. Namun, upaya darurat ini dinilai tidak cukup untuk mengatasi kerusakan struktural jalan yang sudah sangat parah.
"Kami sudah bertahun-tahun memohon, mengirimkan surat, tapi sepertinya tidak ada yang didengar oleh Pemprovsu," ujar salah satu perwakilan warga.
Aksi protes ini adalah puncak kekesalan masyarakat yang merasa keluhan mereka diabaikan. Kondisi jalan yang berlubang dalam dan retak-retak membahayakan pengendara, terutama pada malam hari atau saat hujan.
Warga Minta Gubernur Bobby Nasution Fokus Infrastruktur
Dalam orasinya, warga secara tegas meminta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, untuk tidak hanya fokus pada urusan internal pemerintahan seperti mutasi dan pembebasan jabatan ASN. Mereka menilai fokus Gubernur selama ini seolah-olah hanya membenahi "orang-orangnya" Edy Rahmayadi, gubernur sebelumnya.
"Kami butuh Pj Gubernur yang fokus pada masalah nyata di lapangan, seperti jalan rusak ini. Jangan hanya memikirkan mutasi dan menonjobkan ASN, seakan-akan pejabat sekarang adalah orang-orangnya Pak Edy Rahmayadi," teriak seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan, situasi di lokasi masih tegang. Warga menolak membubarkan diri sebelum ada perwakilan resmi dari Pemprovsu yang datang dan memberikan jaminan perbaikan jalan. Pihak kepolisian sudah berada di lokasi untuk mengamankan situasi dan mengurai kemacetan.rel
Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok Launching Program 1 Rumah 1 Komposter di Alahan Panjang
kota
Wabup Solok H. Candra Buka Peluang Investasi Hijau Bersama Delegasi Korea. Dorong Teknologi Lingkungan untuk Masa Depan Kabupaten Solok
kota
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Pimpin Sertijab Kasat Samapta, AKP Yusup Resmi Gantikan AKP Irwan
kota
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky Cek Dapur SPPG, Pastikan Makanan Aman dan Higienis
kota
El Adrian Shah Buka Peluang Reshuffle Pengurus DPD Hanura Sumut
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai tidak melarang para pedagang berjualan di kawasan AlunAlun Sultan Abdul Jali
News
sumut24.co MEDAN, Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan relokasi sementara Chapel USU sebagai bagian dari penataan dan renovasi fasili
kota
Dibekali Pembekalan Digital, 39 Duta Pramuka Padang Lawas Resmi Dilepas Menuju Jamnas XII Cibubur
kota
Adu Jeli dan Kekuatan, Ratusan ASN Pemkab Madina Semarakkan Lomba Tradisional HUT ke81 RI
kota
Bukan Cuma Kenyang, Pemko Padangsidimpuan Soroti Asupan Gizi Korban Bencana Lewat Bantuan Telur dan Kacang Hijau
kota