Prabowo Lantik Tandyo Budi Revita Jadi KSAD, Maruli Simanjuntak Wakil Panglima TNI
Prabowo Lantik Tandyo Budi Revita Jadi KSAD, Maruli Simanjuntak Wakil Panglima TNI
News
Baca Juga:
- D’Legends Sumut Serahkan Sertifikat Touring Medan–Banda Aceh, Kurniawan Tekankan Semangat Persaudaraan*
- Wujudkan Keadilan Energi, PLN UID Sumut Dukung Sambungan Listrik Gratis Bagi 584 Rumah Tangga Prasejahtera
- Wakapolres Padangsidimpuan Hadiri Pemusnahan 6,36 Kg Ganja dan 152,21 Gram Sabu Oleh Kejari
BALIGE | Sumut24.co
Semarak dan kemeriahan pada perayaan HUT RI selalu menjadi dambaan setiap warga utamanya peserta yang terlibat dalam pelaksanaan. Salah satu rangkaian acara yang dinanti-nantikan masyarakat adalah defile.
Hal ini juga terjadi di Kota Balige sebagai ibukota kabupaten Toba yang menyelenggarakan pawai defile HUT RI ke-80 pada hari Senin (18/08/2025).
Ribuan masyarakat di sepanjang rute mulai dari titik keberangkatan lapangan Raja Bona ni Onan (RBO) Pardede dan melintasi panggung kehormatan di Jl Patuan Nagari membuktikan antusias masyarakat untuk menikmati penampilan para peserta defile.
Sangat disayangkan, Pemerintah Kabupaten Toba melalui panitia pelaksana dinilai kurang matang dalam persiapan.
"Dari pertama masuk ke lapangan RBO kesannya semrawut, yang pertama tata letak dari sekolah itu tidak tersusun rapi sesuai urutan keberangkatan defile. Di dalam lapangan RBO anak-anak itu mencar dimana-mana, tidak teratur dan tidak terkomando", sebut Hasudungan Sinaga, warga Kecamatan Balige, Selasa (19/08/2025).
Penentuan rute lintasan dan manajemen waktu merupakan bagian penting dalam perencanaan pelaksanaan.
"Yang kedua, ketika defile berjalan, mereka tidak mengukur durasi waktu tempuh keliling rute sehingga menyebabkan kemacetan, ketemu antara yang sudah melakukan defile dengan yang mau keluar, harusnya durasi dihitung, ada manajemen waktunya. Kalau memang diukur akan ketemu maka rute kan bisa diperpanjang sehingga keluar di depan gereja Katolik dan melewati makam Raja Tandang Buhit Pardede, jadi tidak menyebabkan kemacetan", sambungnya.
Apresiasi terhadap para peserta yang telah berlatih jauh hari sebelum pelaksanaan seharusnya menjadi pertimbangan panitia.
"Yang ketiga, area rute harusnya dirapikan dari kendaraan sejak pagi hari agar tidak menggangu siswa yang melakukan defile.
Yang keempat, anak-anak itu juga manusia, mereka jalan dari pagi dan di terik matahari mereka defile tapi panitia tidak menyediakan konsumsi dan air minum. Contoh Budi Dharma, mereka diminta untuk tampil kembali dihadapan Bupati, ketika mereka diundang maka makan siangnya harus dipikirkan", sebut pria yang mengaku seharian menunggu putranya yang ikut menjadi peserta defile.
Pemerintah kabupaten melalui Dinas Pendidikan (Diknas) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) seharusnya mampu memberi ruang bagi seluruh pihak yang dilibatkan sejak kepanitiaan dibentuk.
"Kalau sekolah yang memikirkan itu lalu apa gunanya dinas pendidikan? Semua sekolah yang saya tanya mengupayakan sendiri termasuk fashion show anak-anak sekolah dan segala macam persiapan itu menjadi biaya orang tua.
Perbaiki manajemen pelaksanaan perayaan 17 Agustus. Dari yang saya pahami, kemungkinan besar panitia pelaksana tidak pernah melakukan technical meeting dengan setiap sekolah yang menjadi peserta. Bagaimana nanti situasi di lapangan RBO atau di lapangan mana pun nanti itu, kasih tahu mereka dimana titik-titik kumpul keberangkatan, apakah dari titik tertentu yang ditentukan atau dari sekolah masing-masing, ajak semua technical meeting sehingga terkomando, tidak seperti kemarin itu semrawut", terang pria yang dikenal sebagai pengusaha.
Kemeriahan yang didominasi pelajar selayaknya menjadi prioritas, baik kesempatan untuk pertunjukan maupun kemampuan fisik.
"Rute itu terlalu pendek karena sekolah-sekolah ini tidak sempat menampilkan apa yang sudah mereka latih dan membuat masyarakat itu menumpuk.
Selanjutnya defile ini juga melibatkan beberapa organisasi kemasyarakatan, itu jangan mengganggu defile yang dilakukan sekolah-sekolah, prioritaskan lah sekolah. Ormas itu di belakang saja karena kebanyakan udah orang tua nih, atmosfir kemerdekaan itu kita prioritaskan kepada sekolah lah", pungkasnya seraya menegaskan agar dinas pendidikan mampu mengantisipasi dan mengambil kebijakan terhadap kebutuhan para pelajar yang terlibat selama defile berlangsung. (Des)
Prabowo Lantik Tandyo Budi Revita Jadi KSAD, Maruli Simanjuntak Wakil Panglima TNI
News
FABEM DAN GABUNGAN ORMAS KEPUNG KPK BONGKAR DUGAAN MAFIA TANAH, DESAK NUSRON WAHID DIPERIKSA!
News
FSP KEP SPSI Sumut Sebut PHK Terhadap Pekerja PT Inalum Bernama Choky Diduga Cacat Hukum
News
Sumut Masuk Nominasi Jamsostek Award 2026,Bobby Nasution Terus Perkuat Perlindungan Pekerja
News
Jemput Program Pusat di Tengah Efisiensi Anggaran, Bupati Madina Perjuangkan Revitalisasi 10 Sekolah Tambahan
News
Siswa SD Negeri 200309 Padangsidimpuan Meninggal Diduga Tersengat Listrik, Polisi Selidiki Pompa Air
News
Atasi Krisis Air Bersih, Bupati Saipullah Resmikan Sumur Bor Bantuan SMGP di Madina
News
Lindungi Kesehatan Siswa, Disdikbud Madina Terapkan PJJ 15&ndash17 Oktober 2026
News
HMI dan IPNU Madina Gelar Seminar Bahaya Narkoba, Bupati Saipullah Tekankan Peran Keluarga
News
Kegiatan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 Resmi Ditutup Oleh Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM,
News