Kamis, 15 Oktober 2026

Siswa SD Negeri 200309 Padangsidimpuan Meninggal Diduga Tersengat Listrik, Polisi Selidiki Pompa Air

Administrator - Kamis, 15 Oktober 2026 13:56 WIB
Siswa SD Negeri 200309 Padangsidimpuan Meninggal Diduga Tersengat Listrik, Polisi Selidiki Pompa Air
Baca Juga:

Padangsidimpuan | Sumut24.co

Peristiwa tragis menimpa seorang siswa SD Negeri 200309 Padangsidimpuan di Desa Purwodadi, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan. Seorang siswa bernama Restu Zahir Wijaya ditemukan tidak sadarkan diri di dekat mesin pompa air di lingkungan sekolah pada Rabu (14/10/2026). Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun kepolisian, korban diduga tersengat aliran listrik dari mesin pompa air yang berada di dekat rumah dinas sekolah. Namun, penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Batunadua, AKP Sulaiman Rangkuti, mengatakan pihak kepolisian telah melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap kronologi serta memastikan penyebab peristiwa tersebut.

"Personel Polsek Batunadua bersama tim identifikasi dan personel Polres Padangsidimpuan telah melakukan pengecekan serta olah TKP. Kami juga mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa sejumlah barang bukti untuk mendalami kejadian ini," demikian pernyataan yang dirangkum berdasarkan keterangan penanganan perkara kepolisian.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 10.00 WIB ketika kegiatan olahraga berlangsung di lingkungan sekolah. Berdasarkan keterangan awal, korban diduga berada di sekitar lokasi mesin pompa air saat sejumlah siswa keluar dari kelas.

Seorang guru bernama Fitri Hayati (46) kemudian menemukan korban dalam posisi telungkup di dekat rumah dinas sekolah, tepatnya di antara dinding bangunan dan dinding beton sumur, dengan posisi tubuh berada di atas mesin pompa air.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Fitri selanjutnya meminta bantuan guru lain agar korban segera mendapatkan pertolongan.

Korban kemudian dibawa ke puskesmas untuk memperoleh penanganan awal. Namun, pihak puskesmas menyarankan agar korban segera dibawa ke rumah sakit.

Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Metta Medika Padangsidimpuan. Setelah mendapatkan penanganan medis, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Purwodadi.

Setelah menerima informasi dari Kepala Desa Purwodadi, personel kepolisian melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Sekitar pukul 12.40 WIB, tim yang terdiri atas Pamapta Polres Padangsidimpuan, personel Polsek Batunadua, tim identifikasi, serta personel piket fungsi tiba di TKP untuk melakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan indikasi adanya aliran listrik pada badan mesin pompa air. Hal itu diketahui ketika badan mesin diperiksa menggunakan alat tespen dan lampu indikatornya menyala.

Petugas PLN yang melakukan pengecekan juga menerangkan adanya kebocoran pada elemen atau gulungan kabel listrik di dalam mesin pompa air. Kondisi tersebut menyebabkan badan mesin diduga dialiri arus listrik.

Mesin pompa air tersebut diketahui terhubung dengan instalasi listrik rumah dinas sekolah, sedangkan saklarnya berada di bagian dapur rumah dinas.

Meski demikian, temuan tersebut belum dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk memastikan penyebab kematian korban. Pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan hubungan antara dugaan sengatan listrik dan meninggalnya korban.

*Hasil Visum Temukan Luka Bakar, Memar, dan Lecet*

Sekitar pukul 14.00 WIB, jenazah korban dibawa ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk menjalani pemeriksaan visum et repertum.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter RSUD Padangsidimpuan, dr. Novita Sari Lubis, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban, antara lain luka memar pada pipi kanan, luka lecet pada siku kanan, luka bakar tidak beraturan di bagian belakang siku tangan kiri, serta luka lecet dan memar pada kedua lengan.

Hasil pemeriksaan juga mencatat adanya kaku mayat dan lebam mayat pada sebagian tubuh korban.

Dalam kesimpulan visum, luka bakar disebut disebabkan oleh trauma panas, sedangkan luka memar dan lecet disebabkan oleh trauma benda tumpul.

Namun, hasil visum tersebut belum memastikan penyebab kematian korban. Berdasarkan keterangan dalam laporan penanganan perkara, penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Dalam proses penanganan kasus tersebut, pihak kepolisian menyarankan keluarga agar dilakukan autopsi terhadap jenazah korban untuk membantu memastikan penyebab kematian.

Namun, keluarga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat permohonan kepada Kapolres Padangsidimpuan.

Setelah proses penanganan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga. Ayah kandung korban bersama saksi-saksi kemudian menandatangani surat pernyataan yang diketahui oleh Kepala Desa Purwodadi.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, yakni satu unit mesin pompa air yang masih terpasang di lokasi, satu utas kabel listrik, serta satu pasang pakaian sekolah milik korban.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Demi Pencitraan Kepada Bupati Deliserdang, Ka. SDN 105358 Sekip Tidak Mau Bayar Buku Siswa.
PBG dan Tata Ruang Dipertanyakan, Aliansi Mahasiswa Aktivis Sumut Geruduk Dinas Perkim Medan
Puluhan Siswa MTsN 2 Asahan Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, 13 Orang Dirawat Intensif
833 Siswa Paluta Dapat Bantuan Pendidikan, Bupati Reski Basyah: Jangan Ada yang Putus Sekolah
Siswa Deli Serdang Raih Empat Medali di Ajang Olimpiade Internasional Malaysia
Rektor UNIMED Kukuhkan Mahasiswa Baru Angkatan 2026 Dalam PKKMB Tahun Akademik 2026/2027
komentar
beritaTerbaru