FABEM DAN GABUNGAN ORMAS KEPUNG KPK: BONGKAR DUGAAN MAFIA TANAH, DESAK NUSRON WAHID DIPERIKSA!
FABEM DAN GABUNGAN ORMAS KEPUNG KPK BONGKAR DUGAAN MAFIA TANAH, DESAK NUSRON WAHID DIPERIKSA!
News
Baca Juga:
Padangsidimpuan | Sumut24.co
Peristiwa tragis menimpa seorang siswa SD Negeri 200309 Padangsidimpuan di Desa Purwodadi, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan. Seorang siswa bernama Restu Zahir Wijaya ditemukan tidak sadarkan diri di dekat mesin pompa air di lingkungan sekolah pada Rabu (14/10/2026). Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun kepolisian, korban diduga tersengat aliran listrik dari mesin pompa air yang berada di dekat rumah dinas sekolah. Namun, penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Kapolsek Batunadua, AKP Sulaiman Rangkuti, mengatakan pihak kepolisian telah melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap kronologi serta memastikan penyebab peristiwa tersebut.
"Personel Polsek Batunadua bersama tim identifikasi dan personel Polres Padangsidimpuan telah melakukan pengecekan serta olah TKP. Kami juga mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa sejumlah barang bukti untuk mendalami kejadian ini," demikian pernyataan yang dirangkum berdasarkan keterangan penanganan perkara kepolisian.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 10.00 WIB ketika kegiatan olahraga berlangsung di lingkungan sekolah. Berdasarkan keterangan awal, korban diduga berada di sekitar lokasi mesin pompa air saat sejumlah siswa keluar dari kelas.
Seorang guru bernama Fitri Hayati (46) kemudian menemukan korban dalam posisi telungkup di dekat rumah dinas sekolah, tepatnya di antara dinding bangunan dan dinding beton sumur, dengan posisi tubuh berada di atas mesin pompa air.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Fitri selanjutnya meminta bantuan guru lain agar korban segera mendapatkan pertolongan.
Korban kemudian dibawa ke puskesmas untuk memperoleh penanganan awal. Namun, pihak puskesmas menyarankan agar korban segera dibawa ke rumah sakit.
Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Metta Medika Padangsidimpuan. Setelah mendapatkan penanganan medis, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.
Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Purwodadi.
Setelah menerima informasi dari Kepala Desa Purwodadi, personel kepolisian melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Sekitar pukul 12.40 WIB, tim yang terdiri atas Pamapta Polres Padangsidimpuan, personel Polsek Batunadua, tim identifikasi, serta personel piket fungsi tiba di TKP untuk melakukan pemeriksaan.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan indikasi adanya aliran listrik pada badan mesin pompa air. Hal itu diketahui ketika badan mesin diperiksa menggunakan alat tespen dan lampu indikatornya menyala.
Petugas PLN yang melakukan pengecekan juga menerangkan adanya kebocoran pada elemen atau gulungan kabel listrik di dalam mesin pompa air. Kondisi tersebut menyebabkan badan mesin diduga dialiri arus listrik.
Mesin pompa air tersebut diketahui terhubung dengan instalasi listrik rumah dinas sekolah, sedangkan saklarnya berada di bagian dapur rumah dinas.
Meski demikian, temuan tersebut belum dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk memastikan penyebab kematian korban. Pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan hubungan antara dugaan sengatan listrik dan meninggalnya korban.
*Hasil Visum Temukan Luka Bakar, Memar, dan Lecet*
Sekitar pukul 14.00 WIB, jenazah korban dibawa ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk menjalani pemeriksaan visum et repertum.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter RSUD Padangsidimpuan, dr. Novita Sari Lubis, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban, antara lain luka memar pada pipi kanan, luka lecet pada siku kanan, luka bakar tidak beraturan di bagian belakang siku tangan kiri, serta luka lecet dan memar pada kedua lengan.
Hasil pemeriksaan juga mencatat adanya kaku mayat dan lebam mayat pada sebagian tubuh korban.
Dalam kesimpulan visum, luka bakar disebut disebabkan oleh trauma panas, sedangkan luka memar dan lecet disebabkan oleh trauma benda tumpul.
Namun, hasil visum tersebut belum memastikan penyebab kematian korban. Berdasarkan keterangan dalam laporan penanganan perkara, penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Dalam proses penanganan kasus tersebut, pihak kepolisian menyarankan keluarga agar dilakukan autopsi terhadap jenazah korban untuk membantu memastikan penyebab kematian.
Namun, keluarga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat permohonan kepada Kapolres Padangsidimpuan.
Setelah proses penanganan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga. Ayah kandung korban bersama saksi-saksi kemudian menandatangani surat pernyataan yang diketahui oleh Kepala Desa Purwodadi.
Polisi telah mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, yakni satu unit mesin pompa air yang masih terpasang di lokasi, satu utas kabel listrik, serta satu pasang pakaian sekolah milik korban.zal
FABEM DAN GABUNGAN ORMAS KEPUNG KPK BONGKAR DUGAAN MAFIA TANAH, DESAK NUSRON WAHID DIPERIKSA!
News
FSP KEP SPSI Sumut Sebut PHK Terhadap Pekerja PT Inalum Bernama Choky Diduga Cacat Hukum
News
Sumut Masuk Nominasi Jamsostek Award 2026,Bobby Nasution Terus Perkuat Perlindungan Pekerja
News
Jemput Program Pusat di Tengah Efisiensi Anggaran, Bupati Madina Perjuangkan Revitalisasi 10 Sekolah Tambahan
News
Siswa SD Negeri 200309 Padangsidimpuan Meninggal Diduga Tersengat Listrik, Polisi Selidiki Pompa Air
News
Atasi Krisis Air Bersih, Bupati Saipullah Resmikan Sumur Bor Bantuan SMGP di Madina
News
Lindungi Kesehatan Siswa, Disdikbud Madina Terapkan PJJ 15&ndash17 Oktober 2026
News
HMI dan IPNU Madina Gelar Seminar Bahaya Narkoba, Bupati Saipullah Tekankan Peran Keluarga
News
Kegiatan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 Resmi Ditutup Oleh Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM,
News
Silek Tuo Pelestarian Warisan Budaya Minangkabau
News