Sulaiman di Ujung Tanduk, Diduga Coba “Menelikung” Bobby Nasution Soal Mega Proyek RS Haji Medan Rp448 Miliar
Sulaiman di Ujung Tanduk, Diduga Coba &ldquoMenelikung&rdquo Bobby Nasution Soal Mega Proyek RS Haji Medan Rp448 Miliar
kota
Baca Juga:
MEDAN - Masyarakat Sumut sangat menantikan langkah tegas KPK dalam membongkar kasus dugaan korupsi yang menjerat Kadis PUPR Sumut Topan Obaja Putra Ginting. KPK juga harus memeriksa harta kekayaan Gubsu Bobby Nasution. Karena diyakini, Topan Ginting, tidak hanya bekerja untuk kepentingan pribadinya, tapi juga untuk atasannya.
Pernyataan itu disampaikan akademisi dari Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Dr. KRT. H. Hardi Mulyono Surbakti (foto), Senin (30/6). Dia secara khusus menyoroti perjalanan karier Topan Ginting, yang kini akhirnya ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hardi Mulyono, mengaku sangat mengapresiasi tindakan KPK yang akhirnya menangkap Topan Ginting. Karena masyarakat sudah 'jengah' (bosan) mendiskusikan tentang prilaku Topan Ginting, yang sangat arogan. Itu karena dia merasa 'kebal hukum' karena didukung oleh Gubsu Bobby Nasution.
Politisi senior Partai Golkar Hardi Mulyono menceritakan, karir Topan Ginting, memang terlihat sangat moncer (cemerlang). Hal ini tidak lepas dari kepercayaan penuh dari Bobby Nasution, baik saat menjadi Wali Kota Medan, sampai menjadi Gubsu saat ini. "Sejak Topan diangkat sebagai Pj.Sekda Kota Medan hingga menjabat sebagai Kadis PU Sumut, kepercayaan Bobby Nasution menjadi faktor kunci dalam peningkatan kariernya," katanya.
Mantan Sekretaris Partai Golkar Sumut ini mengatakan, melihat sejarah perjalanan karir Topan Ginting, sangat mustahil jika dikatakan bahwa peningkatan karirnya bukan karena kepercayaan penuh dari Bobby Nasution. "Karena Bobby percaya dengan 'cara main' Topan, maka setelah terpilih sebagai Gubsu, dia (Bobby) merasa perlu menarik Topan dari Medan ke provinsi," sebutnya.
Lebih lanjut, mantan anggota DPRD Medan dan DPRD Sumut ini menekankan bahwa dalam sistem kerja yang sarat loyalitas tersebut, Topan Ginting diyakini tidak bekerja semata-mata untuk kepentingan pribadi. Menurutnya, sebagai orang kepercayaan, Topan kemungkinan memiliki kewajiban-kewajiban tertentu terhadap atasannya.
"Sebagai 'anak main' tentu ada kewajiban-kewajiban kepada atasannya. Di sinilah perlunya keberanian KPK mengusutnya hingga tuntas kemana saja mengalir uang korupsi itu. Di sinilah pentingnya keberanian KPK untuk mengusut hingga tuntas aliran dana korupsi. Masyarakat Sumut saat ini sangat menantikan langkah tegas KPK dalam membongkar siapa saja yang terlibat di balik kasus ini," kata Hardi.
Bukan itu saja, Hardi juga mendesak agar KPK memeriksa sumber kekayaan Bobby Nasution secara terbuka. Menurut Hardi, tidak ada alasan KPK untuk takut memeriksa Bobby Nasution. Sebab publik yakin Presiden Prabowo Subianto, tidak akan melindungi siapapun yang terlibat, termasuk jika itu adalah menantu mantan Presiden Joko Widodo.
"KPK tak perlu ragu untuk memeriksa kekayaan Bobby. Rakyat percaya bahwa Presiden Prabowo, tidak akan melindungi siapapun yang terbukti bersalah, sekalipun Bobby masih menjadi bagian dari keluarga mantan Presiden Jokowi," tambah Hardi.red2
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sulaiman di Ujung Tanduk, Diduga Coba &ldquoMenelikung&rdquo Bobby Nasution Soal Mega Proyek RS Haji Medan Rp448 Miliar
kota
YOGYAKARTA Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo) dengan Lim Xin Rui (Emily) yan
Seleb
MEDAN, SUMUT24.CO Wakil Ketua DPRD Deli Serdang, H. Hamdani Syaputra SE resmi meraih gelar Magister Hukum (MH) dari Fakultas Hukum Universit
Profil
HMTI Minta PLN Benahi Manajemen, Jangan Rakyat yang Dirugikan
kota
Pemadaman Berskala Nasional, KAMAK Ini Bukan Lagi Masalah Sistem, Tapi Sudah Korsleting Moral
kota
Polsek Tanjung Morawa Berhasil Amankan Pelaku Bobol Rumah
kota
Mengurai Sengkarut Posisi Sekda Antara Meritokrasi Birokrasi dan Syahwat Politik Kepala Daerah
kota
Dibalik Temuan BPK, LHKPN Kadis PUPR Tapsel Rp2,28 Miliar Jadi Perbincangan, Diduga Sering Nongkrong Ketimbang Awasi Proyek?
kota
WTP 12 Kali BerturutTurut Dipertaruhkan? Temuan BPK Rp1,3 Miliar di PUPR Tapsel Picu Desakan Copot Kadis
kota
MEDAN Pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi hingga Aceh membuat publik m
News