Siap Ruang, Si Petarung dan BPHTB Perkuat Layanan Digital Deli Serdang
Siap Ruang, Si Petarung dan BPHTB Perkuat Layanan Digital Deli Serdang
News
Baca Juga:
Medan - Dilema paslon 1 dan paslon nomor 3 sukar disembunyikan, ketika mereka menginginkan dukungan pemilih kota namun sekaligus dengan tetap memuji Bobby Afif Nasution, Walikota Medan No-aktif.
Disadari atau tidak, tampaknya Rico menyampaikan visi paslon nomr urut 1 ini dengan penekanan kritik yang cukup pedas terhadap walikota Medan dengan konsep pemerataannya.
Pelayanan kesehatan bukan utuk si A atau si B, namun untuk semuanya. Pendidikan bukan utuk si A atau si B, namun untuk semuanya. Pelayanan kesejahteraan bukan hanya untuk si A atau si B, melainkan untuk semuanya. Ini jelas kritik. Rico juga menekankan perhatian atas konsep pemerataan, ramah investasi dan infrastruktur yang humanis dan harmonis untuk pembangunan yang sustainable.
Paslon ini berjanji membangun kota medan untuk semua.
Dalam memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan debat, akhirnya kedua paslon ini berhenti sebatas reaksi-reaksi normatif belaka, tanpa elaborasi dan eksplorasi berbasis logika sehat.
Hidayatullah bahkan kehabisan waktu dalam pemaparan visi karena seakan lebih memerlukan penegasan untuk memuji-muji Bobby Afif Nasution.
Hidayatullah tentu tak menghitung kemanfaatan data yang diungkapkannya dengan mengatakan bahwa tahun lalu Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp 303 triliun. Pendapatan perkapita Rp 120 juta pertahun, atau Rp 10 juta perbulan.
Orang yang faham tentu mencibir, bahwa data agregat ini amat teoritis dan jauh dari kenyataan hidup yang diderita rakyat kebanyakan. Bahkan jika tanpa pemerintahan pun PDRB yang dia ungkapkan juga akan tumbuh sedemikian rupa.
Tetapi sadar bahwa jika terus memuji-muji, ia akan ditinggal pemilih. Karena itu, dalam bagian terakhir ia memaparkan kondisi buruk Medan saat ini dengan jumlah warga miskin cukup besar, 187 ribu jiwa.
Di tangan Ridha Dharmajaya hal-hal yang ingin ditutupi oleh kedua paslon lawannya itu menjadi amat jelas. Banjir, infrastruktur yang kacau, rendahnya daya beli rakyat di tengah melonjaknya harga sembako. Medan butuh pemimpin yang tak akan membiarkan rakyat menderita, bukan pemimpin yang meninggalkan permasalahan besar karena ingin meraih kekuasaan lebih besar.
Untuk debat berikutnya kedua paslon pemuji Bobby Afif Nasution itu perlu memikirkan agar keterancaman nasib keterpilihan paslon sendiri tidak semakin besar hanya karena ingin melindungi Bobby Afif Nasution.
Banyak keuntungan bagi Paslon nomor 2 jika pola yang ditempuh oleh paslon nomor 1 dan 3 tidak dirubah.red
Siap Ruang, Si Petarung dan BPHTB Perkuat Layanan Digital Deli Serdang
News
Pemkab Deli Serdang Konsultasikan Perubahan KUAPPAS 2026 ke Kemendagri
News
Sumut Deklarasikan Bebas Rabies 2030, Pemprov Pastikan Ketersediaan Vaksin
News
Gubernur Bobby Nasution Siapkan Dua Hadiah untuk UMSU, Beasiswa hingga Dukungan Pembangunan Kampus
News
Terlelap di Dalam L300, Pria Diduga Pelaku Pencurian Sawit PT Barapala Diciduk Polres Padang Lawas
News
Rumah Dibobol, Motor hingga Jam Tangan Raib, Resmob Polres Padangsidimpuan Ungkap Kasus Curat
News
Usai Wapres Gibran Datang, Wabup Candra Bergerak R3P Solok Dikebut untuk Percepat Pembangunan Pascabencana
News
MEDAN S24 Dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Medan yang diberangkatka
News
Medan sumut24.co Kodam I/Bukit Barisan menggelar Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) tingkat pelajar dan mahasiswa dalam rangka memperin
News
Ketua Dewan Dekranasda menghadiri Pameran Kerajinan Nusantara bertajuk Kriyanusa Tahun 2026. Kegiatan dengan tema &ldquoCipta Kriya Berkelanjutan
News