Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi
Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi
kota
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto meminta agar pendidikan tinggi (PT) vokasi di Sumatera Utara diperbanyak dan perbaiki kurikulum.
“Saat ini pemerintah akan memprioritaskan penambahan perguruan tinggi vokasi serta peningkatan mutu agar menghasilkan tenaga terampil siap pakai,†kata Dian Armanto di kantor Kopertis Wilayah I Sumut Jalan Setia Budi Medan, Rabu (14/9).
Disebutkan Dian, harapannya itu menyikapi permintaan Direktur Jenderal (Dirjen) Kelembagaan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Dr Ir Patdono Suwignyo pada pertemuan 14 Koordinator dan Sekretaris Pelaksana Kopertis dari seluruh Indonesia di Solo belum lama ini.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Agustus 2014 tercatat 9,5% pengangguran di Indonesia merupakan alumni perguruan tinggi, termasuk di antaranya lulusan bergelar sarjana. Terjadinya pengangguran terdidik ini, salah satunya disebabkan karena tidak sesuai kompetensi para lulusan terhadap kebutuhan dunia usaha dan industri.
Menurut Dian Armanto, kini trend perusahaan lebih mengutamakan lulusan diploma atau yang langsung siap kerja untuk membutuhkan tenaga kerja karena dalam pendidikannya lebih banyak praktek.
Untuk itu dia meminta agar perguruan tinggi vokasi agar memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikannya dengan lebih menambah kurikulum praktek sebanyak 70 persen dan 30 persen teori.
Selain itu Dian juga mengimbau agar pendidikan vokasi di Sumut meningkatkan kompetensi sumber daya manusia atau dosen, kurikulum dan sarana serta prasarana seperti fasilitas praktikum dan menjalin kerjasama dengan dunia usaha dan industri.
Di sejumlah negara, seperti Singapura, Jepang, Tiongkok dan lainnya, kata Dian, program pendidikan vokasi menjadi prioritas untuk membangun sistem kerja yang sukses memasuki persaingan global.
“Jadi tidak heran negara tersebut sukses membangun ekonomi dengan memanfaatkan program berbasis keterampilan kerja dalam pendidikan vokasi yang mampu menghasilkan tenaga kerja ahli di berbagai bidang,†ujar Dian.
Diakui Dian, di Indonesia saat ini masih terjadi miskomunikasi dan kesenjangan antara perguruan tinggi dan industri. Bahkan selain terjadinya pengangguran terdidik juga hasil riset atau penelitian dari perguruan tinggi itu enggan dipergunakan dunia usaha dan industri.
“Ke depan kita harapkan perlu ada penyamaan pemahaman bagi lulusan perguruan tinggi vokasi kepada dunia usaha dan industri, sehingga akan terjadi saling membutuhkan,†ungkap Dian Armanto.
Dian juga menyebutkan dari hasil pertemuan itu Dirjen meminta agar perguruan tinggi akademik bisa dikurangi jumlahnya dan pendidikan tinggi vokasi ditingkatkan jumlah dan mutunya.Sebab, universitas atau perguruan tinggi akademik untuk mengembangkan ilmu. Sedangkan pendidikan vokasi untuk menghasilkan tenaga terampil. (R05)
Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi
kota
Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
kota
Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni & Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi
Seleb
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Direktur Kementan, Dorong Kebangkitan Kopi sebagai Penopang Ekonomi
kota
KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR
kota
Jakarta, Musikal Senja Teduh Pelita resmi memulai rangkaian pertunjukannya di GrahaBhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 3 hing
Wisata
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Komisi IX DPR RI dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sepakat memperkuat
News
Jakarta, PT TransNusa Aviation Mandiri (TransNusa) terus memperluas jaringan penerbangannya melalui pembukaan satu rute internasional baru J
News
Jakarta, SeaBank Indonesia merayakan lima tahun perjalanannya sebagai salah satu pelopor layanan perbankan digital di Indonesia dengan m
Ekbis
Lombok Tengah Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak perusahaanperusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bergabung dalam
Politik