Menko AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Bangun Kota Tangguh*
Menko AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Sinergi PusatDaerah Bangun Kota Tangguh
Hukum
Oleh : Syahrir Nasution
Baca Juga:
Dahlan Hasan Nasution Bupati Madina sewaktu melakukan kunjungan kerjanya ke Kecamatan Batang Natal pernah mengatakan bahwa : “ Selama ini hatinya ada di Batang Natal. Seolah-olah Pak Bupati bak seorang Penyair Sejati yg pintar memainkan peran PUISI nya diatas Panggung. Wajar saja seorang Dahlan Hasan Nasution yah kebetulan juga seorang Penyanyi handal bila diatas panggung, sampai-sampai karirnya ini membawanya disayangi dulu oleh seorang Pejabat Teras di Sumut ini. Ancung jempol buat dia. Justru bila dikaitkan dengan Jabatannya sekarang yang mungkin hampir habis, kata-kata yang keluar dari bahasanya yang menyejukkan hati ibarat seorang Penyair sedang mengeluarkan “ CURHAT†nya pada masyarakat Batang Natal, apalagi ianya juga putra daerah tersebut persisnya Desa Sopo Tinjak yang sejuk bak Kota Bogornya Madina (Kota Hujan), begitu pula desa tersebut.
Pantaslah sosok Pak Bupati yang satu ini sangat jeli memainkan lidahnya untuk “ PABORGO†hati masyarakat setempat. Begitujuga sehubungan dengan maraknya penambangan di DAS Batang Natal, kalau mendengarkan ucapan Pak Bupati ini yang khabarnya dulu mau “ mundur†tapi diurungkan niatnya, akhir nya hatinya benar-banar “ TERPAUT†lagi ingin ikut di Pilkada 2020 tahun ini. Namun hingga kini ucapannya tersebut sebatas “ OMDO†alias Omong Doank†saja.
Mengenai penambangan tersebut masih jalan terus menciptakan tontonan “ Gratis†bagi masyarakat yang lewat maupun masyarakat setempat.
Kata-kata terpaut yang diucapkan pak Bupati itu ibarat peribahasa Mandailing “ Aek Lalu Batu Soâ€. Memang lidah tak bertulang tapi lidah itu pasti “ BERTUAN†.
Lidah yang mengatakan mau “ MUNDUR†itu keluar dari mulut Tuannya yang juga mengatakan terpaut di Batang Natal , tapi lacur hingga kini?
Rakyat Madina bisa menilai , mana yang Berpuisi “ se olah olah†dan yang mana “ sungguhan “ . Diatas panggung para penyair atau diatas “ PANGGUNG SANDIWARA� Justru itu masyarakat harus jeli melihat, Puisi Asli mana Puisi Palsu, apalagi sebentar lagi akan ada kompetisi mencari Pemimpin dan bukan mencari “ Penyair†.
Oleh karena itu , kalau masyarakat Madina tidak mau lagi termakan dan terbuai oleh rayuan seorang Penyair yang konon pula “ Penyair Palsuâ€, pilihlah seorang pemimpin yang memiliki sense of belonging pada rakyat Madina serta tanah leluhurnya.
Penulis : H. Syahrir Nasution Gelar Sutan Kumala Bulan. Wakil Ketua HIKMA – Sumut.
Menko AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Sinergi PusatDaerah Bangun Kota Tangguh
Hukum
Kado Istimewa di Hari Bhayangkara ke80,Kapolda Sumut Whisnu Hermawan Terima Langsung Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo
News
Begini Kronologis OTT KPK Libatkan Pejabat dan Mantan Pejabat
News
Cegah Banjir Sejak Dini, Dandim 0212/Tapsel Bersama Sekda Padangsidimpuan Tanam Pohon Serentak
kota
HUT Bhayangkara ke80, Wabup Atika Hadiri Doa Lintas Agama di Polres Madina, Kapolres Tegaskan Komitmen Polri Humanis
kota
13 Personel Polres Padangsidimpuan Terima Penghargaan Hari Bhayangkara ke80, Aksi Heroik Tambal Jalan Berlubang Jadi Sorotan
kota
Pejabat dan Mantan Pejabat Dikabarkan Terjaring OTT KPK, Jubir Budi Prasetyo Masih Bungkam
News
Mantan Anggota DPRD Sumut Dikabarkan Ikut Terjaring OTT KPK Bersama Pejabat Tinggi Langkat
kota
Pejabat Tinggi Langkat Dikabarkan Terkena OTT KPK, Sekda Amril Belum Beri Tanggapan
kota
sumut24.co ASAHAN, Kondisi pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di fasilitas kesehatan Kabupaten Asahan memicu kekhawatiran
News