GM Geopark Kaldera Toba: Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota
Simalungun – General Manager (GM) Geopark Kaldera Toba Azizul Kholis menegaskan bahwa Geopark Kaldera Toba tidak boleh dipandang hanya sebagai destinasi wisata. Menurutnya, geopark merupakan instrumen pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga:
- Bupati Simalungun Tandatangani Deklarasi Komitmen Dukung Pengembangan Geopark dan Menerima Piagam Apresiasi Toba Caldera Unesco Global Geopark
- Kembalikan Green Card ke Toba Caldera Geopark!
- Kukuhkan Lima Anggota Badan Pengelola Toba Kaldera, Pj Sekdaprov Effendy Pohan Ingatkan Target Pertama Green Card
Hal tersebut disampaikan Azizul Kholis saat menjadi narasumber dalam Rapat Kerja Forum Wartawan Provinsi Sumatera Utara di Mess Pora-pora, Parapat, Sabtu (27/6).
"Geopark bukan sekadar pariwisata. Geopark adalah konsep pembangunan yang bertumpu pada tiga pilar, yaitu konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat lokal," ujarnya.
Azizul mengatakan, selama ini manfaat geopark memang lebih cepat dirasakan oleh pelaku usaha pariwisata. Namun, dampak yang ingin dibangun jauh lebih luas, yakni meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan geologi, budaya, dan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap geopark hanya sebagai kawasan berlabel UNESCO atau sekadar objek wisata. Padahal, pengakuan tersebut merupakan pintu masuk untuk membangun kawasan berbasis konservasi dan kesejahteraan masyarakat.
"Tantangan terbesar kita hari ini adalah bagaimana mentransformasikan pemahaman masyarakat. Geopark bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat yang harus dijaga dan dikembangkan bersama," katanya.
Azizul juga menyoroti pentingnya mengubah paradigma pengembangan pariwisata dari mass tourism menjadi quality tourism. Menurutnya, keberhasilan sebuah geopark tidak diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, melainkan dari kualitas kunjungan yang mampu memberikan nilai tambah bagi ekonomi lokal, pendidikan, dan pelestarian lingkungan.
Ia menjelaskan, di berbagai negara Eropa, geopark dikembangkan berbasis riset ilmiah sehingga kekayaan geologi menjadi daya tarik wisata edukasi. Sementara di Indonesia, tantangan terbesar masih terletak pada aspek sosialisasi, promosi, dan keterlibatan masyarakat.red2
"Kalau masyarakat memahami manfaat geopark, mereka akan menjadi pelaku utama dalam menjaga kawasan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari keberadaan geopark itu sendiri," tutupnya.
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
kota
Sutrisno Pangaribuan Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
kota
Strategi Komunikasi Pemerintah Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
kota
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
kota
Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov
kota
Bupati Madina Saipullah Nasution Sambangi Masjid Raya Al Qurro&039 wal Huffazh, Ajak Warga Perkuat Benteng Generasi dari Ancaman Narkoba
kota
Tak Anti Kritik! Bupati Saipullah dan Wabup Atika Undang Mahasiswa Bahas IPR, Harga Gabah hingga Masa Depan Madina
kota
Kabar Baik! Walikota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Kantongi Dukungan Gubsu Bobby Nasution, Huntap dan Infrastruktur Masuk Prioritas
kota
Dorong Prestasi dan Kesejahteraan Anak, Sekda Padangsidimpuan Salurkan Bantuan dari Kemensos
kota