Madina | Sumut24.co
Baca Juga:
Semangat persatuan dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution, menghadiri kegiatan Doa Bersama Lintas Agama yang digelar Polres Madina di Aula Pesat Gatra, Kompleks Polres Madina, Kecamatan Panyabungan Utara, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara yang bertujuan mempererat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan di Kabupaten Mandailing Natal.
Kapolres Mandailing Natal AKBP Bagus Priandy menegaskan bahwa Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi momentum seremonial tahunan, melainkan juga menjadi ajang evaluasi dan refleksi bagi seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Hari Bhayangkara bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi momentum bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar AKBP Bagus Priandy.
Menurutnya, pelaksanaan doa bersama lintas agama menjadi simbol kuat bahwa Polri hadir sebagai institusi yang menjunjung tinggi nilai toleransi, persaudaraan, serta kedekatan dengan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang perbedaan.
Ia juga mengajak seluruh personel Polres Mandailing Natal agar terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan Polri yang semakin profesional, humanis, berintegritas, serta mampu memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada masyarakat.
"Melalui momentum ini, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan institusi Polri yang profesional, humanis, berintegritas, dan semakin dicintai masyarakat," tegasnya.
Suasana khidmat terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Sebagai wujud penghormatan terhadap keberagaman, doa dipimpin secara bergantian oleh tokoh agama dari dua keyakinan.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mandailing Natal, H. Muhammad Natsir, memimpin doa menurut ajaran Islam. Selanjutnya, doa umat Kristiani dipimpin oleh Pendeta Anggiat S. Lumbantobing dari HKBP Resort Mandailing Natal.
Pelaksanaan doa bersama tersebut mencerminkan harmonisasi kehidupan beragama di Mandailing Natal sekaligus menjadi pesan bahwa persatuan merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Kegiatan doa bersama lintas agama diikuti berbagai unsur pimpinan daerah dan masyarakat. Selain Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution dan Kapolres AKBP Bagus Priandy, acara tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal, Danramil 13 Panyabungan Kapten Inf. Abdul Kodir Harahap, para Pejabat Utama (PJU) Polres Madina, pengurus Bhayangkari, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh adat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Kabupaten Mandailing Natal.
Melalui kegiatan ini, Polres Mandailing Natal berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi perayaan institusi, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta meningkatkan kolaborasi dalam membangun daerah yang aman, damai, dan harmonis.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News