Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
kota
Baca Juga:
- Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
- Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni & Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi
- Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Direktur Kementan, Dorong Kebangkitan Kopi sebagai Penopang Ekonomi
Medan I Sumut24.co Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM bersama Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia Muhammad Lutfi dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meninjau pasar tradisional Belawan di Jalan Jawa, Kelurahan Bahari II, Kecamatan Medan Belawan , Sabtu (30/4) pagi. Peninjauan ini dilakukan guna mengecek populasi bahan kebutuhan pokok untuk puasa Ramadhan sekaligus menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H di Sumatera Utara, terkhusus Kota Medan.
Kedatangan Wali Kota, Mendag dan Gubsu sekitar pukul 07:30 yang mendapat apresiasi dari pedagang pembeli yang ramai di pasar tersebut. Kemudian rombongan mendatangi sejumlah pedagang. Selain itu, bahan kebutuhan pokok atau daging sapi, Mendag juga menanyakan apakah ada yang terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri untuk selanjutnya dilakukan langkah-langkah mengatasinya.
Menurut Muhammad Lutfi, jumlah kebutuhan pokok yang cukup bagus dan harga yang masuk salah satu yang terbaik di Pulau Sumatera. Berdasarkan peninjauan yang dilakukan, Mendag mengungkapkan, harga daging sapi Rp.125.000 / kg, harga cabai rawit sudah turun menjadi Rp.50.000 / kg, harga cabai merah di kisaran Rp.30.000 / kg dan ada yang menjual Rp.28.000 / kg.
“Jadi saya menyimpulkan harga bahan kebutuhan pokok di Sumut, terutama Kota Medan cukup baik dan bagus. Mengenai harga, stabil dan terjangkau. Mudah-mudahan ini dapat membuat puasa kita lebih khusyuk dan kita lebih bersemangat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, â€kata Mendag.
Momentum hadirnya Wali Kota Medan bersama Mendag dan Gubernur Sumut yang langsung digunakan para pedagang untuk menyampaikan apresiasinya, karena sudah puluhan tahun berjualan baru di pasar tradisional Belawan dikunjungi Pejabat. “Ada sekitar 50 tahun, tak satu pun pejabat yang datang mengunjungi pasar ini,†ungkap seorang ibu paro baya yang merupakan salah satu pedagang di pasar tersebut.
Kemudian para Pedagang juga menyampaikan keluhannya, salah satu masalah banjir yang kerap melanda setiap kali hujan deras turun. Penyebabnya, pasar tidak memiliki drainase sehingga air hujan mengenangi pasar. After air surut, pasar pun menjadi becek dan bau sehingga sangat nyaman dalam melakukan transaksi jual beli.
Selain itu para pedagang juga berharap agar pasar direnovasi karena kondisinya sudah tidak layak lagi. Semua keluhan pedagang didengar dan ditampung dengan penuh perhatian oleh Wali Kota, Mendag dan Gubsu. Selanjutnya para pedagang yang bersabar, semua keluhan mereka akan ditindaklanjuti.
Menjawab keluhan pedagang, Muhammad Lutfi keliling Wali Kota akan menjawab permasalahan pasar tradisional Belawan di Jalan Jawa ini sehingga menjadi lebih baik dan lebih nyaman bagi pedagang maupun pembeli.
 “Kita akan mempersiapkan pasar-pasar tradisional yang bisa bersaing dengan pasar-pasar modern sehingga dapat memberikan nafkah dan pendapatan yang baik kepada penjual dan kenyamanan kepada pembeli. Mudah-mudahan akan kita kerjakan pada tahun anggaran yang akan datang. Pada kesempatan pertama, kita akan bereskan administrasinya dan saya akan menulis surat langsung kepada Menteri PUPR agar bisa dianggarakan sehingga bisa dimulai pngerjaannya, â€jelasnya.
Sementara itu Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mengungkapkan, saat ini jumlah pedagang yang berjualan di pasar tradisional Belawan Jalan Jawa sebanyak 300-an pedagang, sedangkan jumlah pedagang yang berjualan di luar pasar kurang 400-an pedagang. Pemko Medan sudah memiliki detail engineering design (DED) untuk pasar tradisional Belawan ini.
“DED pasar tradisional Belawan ini sudah ada, Jika sudah dibangun nanti, kami berharap pasar ini dapat menampung 600-700-an pedagang. dengan begitu akan membuat pedagang dan pembeli lebih nyaman â€jelas Wali Kota Medan ..
Wali Kota menambahkan, saat proses pembangunan pasar tradisional Belawan nanti dilakukan, Pemko Medan sudah siap lokasi penampungan untuk pedagang sehingga mereka tidak terganggu untuk mencari nafkah karena rencana pembangunan pasar tradisional sudah lama diajukan.
 “Rencana pembangunan pasar ini sudah lama diajukan, DED-nya juga sudah ada, tentunya selama masa pembangunan relokasi untuk pedagang sudah kita. Alhamdulillah, pagi ini Bapak Menteri dan Gubernur sudah meninjau langsung. Mudah-mudahan pembangunan pasar tradisional Belawan ini bisa dilaksanakan di anggaran tahun depan, â€jelas Wali Kota.
Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
kota
Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni & Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi
Seleb
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Direktur Kementan, Dorong Kebangkitan Kopi sebagai Penopang Ekonomi
kota
KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR
kota
Jakarta, Musikal Senja Teduh Pelita resmi memulai rangkaian pertunjukannya di GrahaBhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 3 hing
Wisata
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Komisi IX DPR RI dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sepakat memperkuat
News
Jakarta, PT TransNusa Aviation Mandiri (TransNusa) terus memperluas jaringan penerbangannya melalui pembukaan satu rute internasional baru J
News
Jakarta, SeaBank Indonesia merayakan lima tahun perjalanannya sebagai salah satu pelopor layanan perbankan digital di Indonesia dengan m
Ekbis
Lombok Tengah Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak perusahaanperusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bergabung dalam
Politik
Bekasi Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan bahwa setiap investasi harus memberikan dampak nyata bagi penciptaan lapangan kerja ber
News