Minggu, 31 Mei 2026

Memperkuat Visi Mandailing Natal: Ketika Marwah Negeri Dipertaruhkan

Administrator - Sabtu, 02 Agustus 2025 09:06 WIB
Memperkuat Visi Mandailing Natal: Ketika Marwah Negeri Dipertaruhkan
Istimewa

Baca Juga:
Medan - ​Mandailing Natal, atau yang akrab disebut Madina, telah lama melekat dengan julukan "Bumi Serambi Mekkah". Sebutan ini bukan sekadar gelar, melainkan sebuah pengakuan atas fondasi spiritual dan budaya Islam yang mengakar kuat di tengah masyarakatnya. Namun, di balik julukan agung itu, sebuah kekhawatiran besar kini mengemuka: apakah marwah Madina sedang terkikis oleh kebijakan yang abai?
​H. Syahrir Nasution, Wakil Ketua Himpunan Keluarga Besar Mandailing (HIKMA) Sumut, menyuarakan keresahan ini dengan lantang. Melalui opini yang tajam, ia menggambarkan sebuah ironi yang menyakitkan: saat azan memanggil kebaikan, di sudut lain, gemerlap hiburan malam justru memanggil pada kemaksiatan. Ini adalah potret pergeseran nilai yang mengancam jati diri Madina.
​Menurut Syahrir, pembiaran terhadap menjamurnya hiburan malam adalah wujud nyata dari kegagalan kepemimpinan. Dalih ekonomi atau pariwisata yang kerap dijadikan tameng dianggapnya tak sebanding dengan kerusakan moral dan sosial yang ditimbulkan. Ia menyoroti dampak mengerikan seperti rusaknya generasi muda, peningkatan kriminalitas, hingga pudarnya akhlak yang telah dijunjung tinggi. Ini bukan hanya tentang bisnis, melainkan tentang masa depan sebuah peradaban.
​Lebih dari sekadar kritik, opini Syahrir adalah sebuah seruan tegas untuk bertindak. Ia menyerukan kepada para pemimpin untuk kembali pada khitah awal Madina sebagai negeri yang religius dan bermartabat. Solusinya jelas dan lugas: tutup tempat-tempat yang merusak tatanan sosial dan agama. Ini bukan hanya tuntutan, melainkan sebuah pengingat bahwa tanggung jawab pemimpin adalah melindungi masyarakat dari jurang kehancuran.
​Opini ini mengingatkan kita semua, khususnya para pemangku kebijakan di Madina, bahwa nilai-nilai luhur dan martabat suatu negeri adalah warisan tak ternilai. Membiarkan kegelapan merusak cahaya iman adalah pengkhianatan terhadap sejarah dan amanah rakyat. Sudah saatnya Madina kembali ke jalurnya, mempertegas identitas "Bumi Serambi Mekkah" bukan hanya sebagai julukan, melainkan sebagai sebuah kenyataan yang terus dijaga dan diperjuangkan.rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Madina Sembelih Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo, Warga Kotasiantar Antusias Saksikan Prosesi
Bupati Madina Saipullah Nasution Soroti Hoaks dan Blankspot, Mahasiswa Ditantang Jadi Penggerak Digital
Pj Sekda Madina Ajak ASN Taat Pajak Kendaraan, Ada Hadiah Umroh hingga Innova Menanti
Sosok H. Zainuddin Nasution, Politisi Gerindra yang Konsisten Suarakan Aspirasi Masyarakat Madina
Bupati Saipullah Nasution Sentil Pengelolaan SDA Madina, Ajak Santri Kuasai Ilmu dan Selamatkan Kekayaan Alam
Bupati Madina Lantik 166 Pejabat, Saipullah Nasution: Jabatan Bukan Hadiah, Tapi Amanah untuk Rakyat
komentar
beritaTerbaru