Sabtu, 27 Juni 2026

Bupati Madina Saipullah Nasution Sambangi Masjid Raya Al Qurro' wal Huffazh, Ajak Warga Perkuat Benteng Generasi dari Ancaman Narkoba

Administrator - Sabtu, 27 Juni 2026 11:44 WIB
Bupati Madina Saipullah Nasution Sambangi Masjid Raya Al Qurro' wal Huffazh, Ajak Warga Perkuat Benteng Generasi dari Ancaman Narkoba
Baca Juga:

Madina | Sumut24.co

Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, melakukan kunjungan silaturahmi ke Masjid Raya Al Qurro' wal Huffazh di Panyabungan, Jumat (26/6/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat sekaligus membahas berbagai upaya memakmurkan masjid sebagai pusat pembinaan umat.

Kedatangan Bupati Saipullah bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal diawali dengan pelaksanaan Salat Jumat berjemaah di masjid yang dikenal sebagai salah satu ikon pendidikan Al-Qur'an di daerah tersebut.

Usai salat, Bupati berdialog langsung dengan pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan para tokoh masyarakat guna mendengar berbagai aspirasi terkait pengembangan fasilitas maupun kegiatan keagamaan di Masjid Raya Al Qurro' wal Huffazh.

Dalam kesempatan itu, Bendahara BKM, Abdul Aziz Hasibuan, menyampaikan sejumlah rencana pembangunan yang sedang dipersiapkan pengurus masjid. Salah satu fokus utama adalah penataan area parkir guna mengatasi kendaraan jemaah yang selama ini kerap memenuhi badan jalan di sekitar masjid.

Selain itu, pihak pengurus juga berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan dan penyempurnaan fasilitas masjid demi meningkatkan kenyamanan jemaah saat beribadah.

"Kami berharap perhatian dari pemerintah daerah agar beberapa pembangunan dan perbaikan fasilitas dapat segera direalisasikan, sehingga jemaah bisa beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk," ujar Abdul Aziz.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Saipullah menilai perkembangan pembangunan fisik masjid sudah menunjukkan hasil yang baik. Namun menurutnya, keberhasilan sebuah masjid tidak hanya diukur dari kemegahan bangunannya, melainkan dari seberapa aktif masjid tersebut dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendekatkan anak-anak kepada lingkungan masjid sejak usia dini. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan menjadi salah satu langkah efektif untuk membangun karakter sekaligus menjauhkan mereka dari berbagai pengaruh negatif.

Dalam dialog tersebut, Saipullah secara khusus menyoroti ancaman penyalahgunaan narkotika yang dinilai semakin mengkhawatirkan di wilayah Mandailing Natal.

Menurutnya, generasi muda menjadi kelompok yang paling rentan menjadi sasaran peredaran narkoba. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat pendidikan agama sebagai benteng utama dalam menjaga masa depan anak-anak.

"Kejahatan narkoba di Mandailing Natal saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Sasaran utamanya adalah generasi muda kita. Karena itu, pendekatan keagamaan harus terus diperkuat agar anak-anak tidak mudah terjerumus," tegas Saipullah.

Ia juga mengingatkan bahwa persoalan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh masyarakat, termasuk keluarga, tokoh agama, dan lembaga pendidikan.

Selain membahas pembangunan dan pembinaan generasi muda, Bupati Saipullah turut mengenang kedekatannya dengan Masjid Raya Al Qurro' wal Huffazh yang telah lama menjadi salah satu masjid bersejarah di Mandailing Natal.

Ia mengaku memiliki kenangan khusus terhadap masjid tersebut sejak masa mudanya. Saat masih bersekolah, masjid itu menjadi salah satu tempat yang selalu dikunjunginya ketika berada di kawasan Panyabungan.

Menurut Saipullah, keberadaan masjid tersebut tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah dan perjalanan masyarakat Mandailing Natal dari masa ke masa.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa kegiatan Safari Jumat yang rutin dilakukannya bersama jajaran pemerintah daerah merupakan salah satu upaya mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat secara langsung.

Melalui kunjungan ke masjid-masjid dan berbagai wilayah di Mandailing Natal, pemerintah dapat mendengar aspirasi warga tanpa sekat formalitas yang biasanya ditemui dalam pertemuan resmi di kantor pemerintahan.

"Kami ingin pemerintah hadir lebih dekat dengan masyarakat. Melalui Safari Jumat, kami bisa berdialog langsung, mendengar kebutuhan warga, dan mencari solusi bersama untuk kemajuan daerah," pungkasnya.

Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan itu juga memperkuat komitmen bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam memajukan kehidupan keagamaan serta menjaga generasi muda dari berbagai ancaman sosial, khususnya bahaya narkoba.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tak Anti Kritik! Bupati Saipullah dan Wabup Atika Undang Mahasiswa Bahas IPR, Harga Gabah hingga Masa Depan Madina
Era Baru Tata Kelola Data! Pemkab Madina Resmikan Portal SADATA MADINA
Madina Perjuangkan Dua Tokoh Besar Jadi Pahlawan Nasional, Seminar Ilmiah Soroti Jejak Sutan Takdir Alisjahbana dan Willem Iskander
Ribuan Warga Madina Semarakkan Pawai Obor Sambut 1 Muharram 1448 H, Bupati Saipullah Nasution Serukan Perang Lawan Narkoba
Pengajian Sejuta Selawat di Madina Jadi Sorotan, Bupati Saipullah Serukan Madina Bersih Narkoba
Bupati Madina Saipullah Nasution Lantik 3 Kepala Dinas Baru, Soroti Pelayanan Harus “A Plus”
komentar
beritaTerbaru