Wakil Wali Kota Tanjungbalai Pastikan Stok Beras Aman, Bulog Siapkan Cadangan hingga Enam Bulan
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kota Tanjungbalai memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat tetap aman di tengah isu kelangkaan dan kenai
News
Baca Juga:
Ketika konflik empat pulau antara Aceh dan Sumatera Utara mencuat ke permukaan, publik menyaksikan sebuah pertarungan simbolik antara harga diri dan ambisi kekuasaan. Di tengah arus politik yang semakin bising, muncul tiga narasi kuat yang kini menggema di kalangan rakyat: "Muallem Dilawan", "Ambisius Bobby Sirna", dan "Copot Tito Karnavian".
Ketiganya bukan sekadar jargon. Ini adalah suara dari kegelisahan rakyat terhadap tata kelola negara yang mengabaikan keadilan historis dan semangat konstitusional.
Muallem Dilawan: Harga Diri Aceh Tak untuk Dinegosiasi
Ketika pertemuan resmi digelar dengan agenda penyelesaian status pulau, Muzakkir Manaf alias Muallem memilih tidak hadir. Keputusan itu bukan karena apatis, melainkan sikap tegas untuk tidak tunduk pada manuver politik yang mengabaikan fakta sejarah.
Sebagai tokoh yang lahir dari rahim perjuangan Aceh, Muallem menyadari bahwa hadir dalam forum yang hanya mengedepankan narasi sepihak justru akan merendahkan martabat rakyat Aceh. Maka ia memilih "dilawan", bukan menyerah.
Sikap ini menjadi penegas bahwa Aceh tak sudi dipermainkan dalam permainan administratif pusat–daerah yang timpang.
Ambisius Bobby Sirna: Gagal Pahami Sejarah, Hilang Legitimasi
Gubernur Sumut Bobby Nasution, yang sebelumnya digadang sebagai pemimpin muda potensial, justru tampil ambisius dan tergesa-gesa. Ia memosisikan pulau-pulau tersebut sebagai bagian dari Sumut, tanpa dasar sejarah dan antropologi yang kuat.
Dalam beberapa pernyataannya, Bobby terkesan ingin "menyelesaikan" persoalan ini secara cepat, seolah-olah hanya butuh peta dan meterai. Padahal yang dibicarakan bukan sekadar tanah, tapi identitas dan hak historis masyarakat Aceh.
Hari ini, ambisi itu sirna di tengah gelombang perlawanan publik Aceh dan gelombang kritik dari tokoh-tokoh nasional. Alih-alih tampil sebagai pemersatu, Bobby kini justru dipandang sebagai aktor utama dalam menciptakan kegaduhan antar daerah.
Copot Tito Karnavian: Menteri yang Gagal Membaca Situasi
Akar dari semua ini tak lepas dari Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 100.1.1.1–2022, yang secara sepihak menetapkan empat pulau itu masuk wilayah Sumut. Tito Karnavian sebagai Mendagri telah gagal menjalankan fungsi mediasi, malah membuat keputusan yang menyulut api konflik wilayah.
Ini bukan sekadar kesalahan teknis birokrasi. Ini adalah pelanggaran etika pemerintahan. Ketika seorang Menteri mengambil keputusan tanpa mendengar dua belah pihak secara utuh, maka ia bukan lagi penjaga persatuan, melainkan pemicu perpecahan.
Sudah saatnya Presiden Prabowo mencopot Tito Karnavian dari jabatan Mendagri. Negara tak boleh dipimpin oleh pejabat yang gagal merawat kebhinekaan dan keadilan antar wilayah.
---
Penutup: Demi Keadilan, Jangan Bungkam Suara Aceh
Empat pulau itu mungkin kecil secara geografis, tapi besar secara makna. Di sana terpatri sejarah Aceh, bahasa, makam leluhur, dan adat-istiadat yang tak tergantikan.
Apa yang terjadi hari ini adalah ujian bagi negara. Apakah negara berpihak pada kebenaran sejarah, atau tunduk pada tekanan birokrasi elitis?
Saya mengajak Presiden Prabowo untuk turun tangan langsung dan membatalkan SK Mendagri yang cacat legitimasi itu. Dengarkan suara Aceh, bukan demi kompromi politik, tapi demi keadilan dan keutuhan bangsa.
> Penulis adalah tokoh masyarakat Sumatera Utara dan pengamat kebijakan pemerintahan.
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kota Tanjungbalai memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat tetap aman di tengah isu kelangkaan dan kenai
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menerima audiensi jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Dem
News
sumut24.co MEDAN, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan layanan kesehatan
kota
sumut24.co ASAHAN, Wakil Bupati Asahan Rianto, S.H., M.A.P., menghadiri pembukaan Jambore Daerah (Jamda) XI Gerakan Pramuka Sumatera Utara
News
Resmi Dimulai! Bupati Madina Saipullah Nasution Canangkan Bedah 505 Rumah, Target 5.000 Unit Selama Era Prabowo
kota
Pesan Tegas Wabup Paluta Saat Lantik 6 Pejabat Buktikan Amanah dengan Kinerja, Bukan Sekadar Jabatan
kota
Kapolres Padangsidimpuan Pastikan Bulls Motion Unity Fest Digelar Aman, Risk Assessment Dilakukan Polda Sumut
kota
APBD Madina 2025 Capai Rp1,81 Triliun, Bupati Saipullah Dorong Pengelolaan Anggaran Lebih Akuntabel
kota
Bupati Madina Bongkar Dampak Efisiensi Anggaran Proyek Jalan, Sekolah hingga Irigasi Terpaksa Dibatalkan
kota
Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis Soroti Ketimpangan Bantuan Pemprov Sumut "Jangan Jadikan Mandailing Natal Anak Tiri"
kota