Minggu, 08 November 2026

HUT Ke-42 Vihara Tri Ratna, Wali Kota Tanjungbalai Paparkan Empat Prioritas Pembangunan

Administrator - Minggu, 08 November 2026 22:14 WIB
HUT Ke-42 Vihara Tri Ratna, Wali Kota Tanjungbalai Paparkan Empat Prioritas Pembangunan
Istimewa
sumut24.co -TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim memaparkan empat poin penting terkait arah pembangunan Kota Tanjungbalai saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 Vihara Tri Ratna di Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Sabtu (7/11/2026) malam.

Baca Juga:
Keempat poin tersebut meliputi pengembangan kegiatan keagamaan sebagai daya tarik wisata dan budaya, penataan Jalan Asahan sebagai kawasan ekonomi dan heritage, peningkatan pelayanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), serta rencana perubahan addendum kerja sama reklamasi pantai di kawasan Sungai Asahan dan Sungai Silau.

Dalam sambutannya, Mahyaruddin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar Vihara Tri Ratna yang telah memasuki usia ke-42 tahun.

Ia berharap vihara tersebut terus berkembang sebagai tempat pembinaan spiritual, memperkuat persaudaraan umat, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi kehidupan sosial masyarakat.

Menurut Mahyaruddin, kegiatan keagamaan memiliki potensi untuk dikembangkan tidak hanya sebagai aktivitas spiritual, tetapi juga menjadi daya tarik wisata dan kebudayaan di Kota Tanjungbalai.

Ia mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas, seperti pawai keagamaan, pertunjukan seni dan budaya, atraksi barongsai, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Selanjutnya, Wali Kota menjelaskan rencana pemerintah daerah mengembangkan kawasan Jalan Asahan sebagai salah satu sentra ekonomi sekaligus kawasan bersejarah atau heritage.

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat perdagangan dan aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus mempertahankan nilai sejarah dan budayanya.

Pemerintah Kota Tanjungbalai, lanjutnya, telah melaksanakan rehabilitasi jalan di kawasan tersebut. Namun, masih terdapat sejumlah kebutuhan infrastruktur yang perlu dibenahi, terutama fasilitas penerangan jalan.

Ia berharap penataan kawasan Jalan Asahan dapat menjadi tanggung jawab bersama melalui semangat gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, serta berbagai pihak terkait.

"Kita ingin mewujudkan kawasan Jalan Asahan yang lebih tertata, terang, nyaman, dan memiliki daya tarik sehingga mampu mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat," ujarnya.

Poin ketiga yang disampaikan berkaitan dengan pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Mahyaruddin menegaskan bahwa penerbitan kedua dokumen tersebut harus mengikuti prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Meski demikian, pemerintah memahami masih adanya kendala yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait kebutuhan menggunakan tenaga ahli atau konsultan teknis serta kewajiban pembayaran retribusi sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, poin keempat menyangkut rencana perubahan addendum perjanjian kerja sama reklamasi pantai di kawasan Sungai Asahan dan Sungai Silau wilayah Kota Tanjungbalai.

Mahyaruddin menyatakan pemerintah kota menyambut baik komunikasi dan rencana perubahan addendum tersebut. Penyesuaian diharapkan dapat diselaraskan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Selain itu, perubahan tersebut diharapkan dapat mengakomodasi pengembangan kegiatan ekonomi, pariwisata, sosial budaya, dan keagamaan di atas lahan hasil reklamasi, termasuk penyesuaian klausul kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Mahyaruddin menegaskan, keempat poin tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan Kota Tanjungbalai yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga memperkuat kerukunan, menghargai keberagaman, dan memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh masyarakat.

Hal tersebut, katanya, sejalan dengan visi pembangunan Kota Tanjungbalai 2025–2030, yakni Tanjungbalai EMAS (Elok, Maju, Agamais, dan Sejahtera).

Ia juga mengingatkan bahwa keberagaman suku, agama, budaya, dan tradisi merupakan kekuatan sekaligus modal sosial yang harus dijaga bersama.

"Perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekayaan yang harus kita jaga bersama," katanya.

Menutup sambutannya, Mahyaruddin berharap Vihara Tri Ratna semakin maju, terus memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat, serta menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama di Kota Tanjungbalai. (Eko)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Bambang Sumantri
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Pisah Sambut Dandim 0208/Asahan
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Ikuti Penanaman Pohon dalam Rangkaian Bimtek ASWAKADA 2026
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Ikuti Bimtek Nasional ASWAKADA di Kalimantan Barat
Wali Kota Mahyaruddin Salim Terima Audiensi BSI, Siap Bersinergi Kembangkan Ekonomi Tanjungbalai
Pemutihan Pajak Kendaraan Dimulai, Wali Kota Mahyaruddin Turun ke Gerai Samsat Tanjungbalai
Wakil Wali Kota Fadly Abdina Tekankan Disiplin ASN dan Percepatan Realisasi APBD
komentar
beritaTerbaru