Selasa, 20 Oktober 2026

Wabup Atika Tegas! Dana Bantuan Pembangunan Rumah Korban Kebakaran Madina Tak Boleh Dipotong

Administrator - Selasa, 20 Oktober 2026 10:50 WIB
Wabup Atika Tegas! Dana Bantuan Pembangunan Rumah Korban Kebakaran Madina Tak Boleh Dipotong
Baca Juga:

Madina | Sumut24.co

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina), Sumatera Utara, menyalurkan bantuan kepada empat kepala keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran di Desa Panyabungan Tonga, Kecamatan Panyabungan. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution, pada Senin, 19 Oktober 2026.

Penyaluran bantuan ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal dan barang berharga akibat kebakaran yang terjadi pada Minggu pagi sebelumnya.

Dalam kunjungan tersebut, Atika hadir bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Ia menyampaikan simpati dan dukungan kepada keluarga Palit, Amin Siregar, Jefri Rangkuti, dan Lolis yang terdampak musibah tersebut.

Bantuan yang disalurkan meliputi bahan makanan pokok dan berbagai kebutuhan sehari-hari. Menurut Atika, penanganan korban dilakukan melalui kerja sama sejumlah instansi pemerintah dan lembaga kemanusiaan agar kebutuhan mendesak para korban dapat segera terpenuhi.

"Bantuan ini bersumber dari PMI, BPBD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Sosial P3A," ujar Atika.

Selain bantuan kebutuhan pokok, Pemkab Madina juga menyiapkan bantuan dana untuk mendukung pembangunan kembali rumah korban yang terdampak kebakaran. Bantuan dari Dinas Sosial P3A tersebut akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima.

Atika menegaskan bahwa penyaluran bantuan harus dilakukan secara utuh tanpa potongan apa pun. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat memastikan hak para korban diterima sesuai dengan ketentuan.

"Saya tegaskan jangan ada pemotongan sepeser pun," tegasnya.

Penegasan tersebut disampaikan agar bantuan yang diberikan pemerintah benar-benar sampai kepada keluarga yang membutuhkan dan dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pemulihan setelah musibah.

Perhatian Pemkab Madina juga diarahkan pada keberlangsungan pendidikan anak-anak dari keluarga korban kebakaran. Dalam kesempatan itu, bantuan perlengkapan sekolah turut diserahkan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Atika menekankan bahwa musibah kebakaran tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan. Pemerintah daerah, kata dia, berupaya memastikan kebutuhan sekolah mereka tetap terpenuhi meskipun keluarga sedang menghadapi situasi sulit.

"Anak-anak jangan sampai putus sekolah karena musibah ini. Bantuan perlengkapan sekolah dari Dinas Pendidikan sudah kami siapkan," katanya.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban orang tua sekaligus menjaga agar aktivitas belajar anak-anak tidak terhenti akibat kehilangan barang-barang yang mereka miliki.

Selain kebutuhan pangan, tempat tinggal, dan pendidikan, persoalan administrasi juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Kebakaran berpotensi menyebabkan dokumen penting milik warga ikut musnah, mulai dari kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), ijazah, buku nikah, hingga surat-surat berharga lainnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Atika menginstruksikan camat dan kepala desa agar segera berkoordinasi dengan instansi terkait. Proses pengurusan ulang dokumen diminta difasilitasi sehingga para korban tidak menghadapi kesulitan berkepanjangan dalam mengakses layanan publik.

"Segala bentuk administrasi kependudukan yang ikut terbakar seperti KTP, Kartu Keluarga, ijazah, buku nikah, dan surat-surat penting lainnya agar segera difasilitasi dan diurus kembali," pesannya.

Langkah ini diharapkan mempercepat pemulihan administrasi keluarga korban, terutama untuk kebutuhan pelayanan pemerintahan, pendidikan, dan keperluan lainnya.

Di sela-sela penyerahan bantuan, Atika turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk.

Ia mengimbau warga untuk tidak membakar sampah sembarangan, memastikan kompor dan tabung LPG digunakan dengan aman, serta mencabut peralatan listrik yang tidak diperlukan. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pemasangan instalasi listrik secara mandiri tanpa keahlian yang memadai.

Selain itu, warga diingatkan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan dan memastikan api benar-benar padam setelah digunakan.

Atika menyebutkan, kelalaian kecil dapat memicu kebakaran yang berakibat besar bagi keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat.

Karena itu, ia meminta seluruh warga membiasakan perilaku aman dalam menggunakan peralatan rumah tangga yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Melalui penyaluran bantuan tersebut, Pemkab Madina berharap empat keluarga korban kebakaran di Desa Panyabungan Tonga dapat segera memenuhi kebutuhan mendesak dan menjalani proses pemulihan. Pemerintah daerah juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan bersama agar kejadian serupa dapat dicegah.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wabup Atika Dorong BI Buka Akses Beasiswa bagi Pelajar Madina, Siapkan Kolaborasi Program Pendidikan
Wagub Sumut Minta Percepatan Huntap Pascabencana Diiringi Pembangunan Infrastruktur dan Fasilitas Umum
Wabup Candra Teguhkan Komitmen Antikorupsi, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Daerah
Wabup Achmad Fauzan Apresiasi Gotong Royong Warga Lubuk Barumun, 20 Ribu Benih Ikan Ditebar
Wabup Pakpak Bharat Pimpin Upacara Peringati Hari Kesaktian Pancasila
Wabup Basri Buka Muscab FSPTSI-KSPSI Paluta, Target 6.000 Lapangan Kerja Dicanangkan
komentar
beritaTerbaru