FSP KEP SPSI Sumut Sebut PHK Terhadap Pekerja PT Inalum Bernama Choky Diduga Cacat Hukum
FSP KEP SPSI Sumut Sebut PHK Terhadap Pekerja PT Inalum Bernama Choky Diduga Cacat Hukum
News
Baca Juga:
- Tinjau Museum Simalungun, Bupati Simalungun: Pelestarian Sejarah dan Budaya sebagai Fondasi Utama Pembangunan Daerah
- Perkuat Sinergi dan Budaya Keselamatan, Direksi Inalum Tinjau Operasional Smelter Kuala Tanjung
- Kenakan Busana Adat Melayu, Wali Kota Tanjungbalai Semarakkan Karnaval Budaya Nusantara APEKSI XVIII
Kota Solok - Sumut24 .co
Silek Tuo yang ditampilkan pada rangkaian kegiatan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026
di Lapangan Merdeka, Senin (12/10/2026) adalah
merupakan seni bela diri tradisional Minangkabau yang sekaligus ruang untuk memperkenalkan warisan budaya Minangkabau kepada masyarakat.
Hadir menyaksikan pertunjukan tersebut Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Daswipetra, Dt. Manjinjiang Alam, Ketua DPRD Kota Solok Fauzi Rusli, Ketua LKAAM Kota Solok H. Rusli Kh. Suleman, kepala OPD terkait, serta unsur niniak mamak.
Dijelaskan, Silek Tuo dikenal dengan gerakannya yang terukur dan penuh perhitungan. Di balik setiap jurus tersimpan filosofi tentang kehati-hatian, pengendalian diri, keberanian, serta penghormatan terhadap adat dan sesama.
Kehadiran 30 sasaran Silek Tuo ini menjadi bukti bahwa seni bela diri tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat. Keterlibatan pesilat dari berbagai generasi juga menjadi langkah penting dalam menjaga kesinambungan tradisi agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.
Ini terlihat dari ramainya pengunjung yang berkumpul di sekitar arena. Mereka tidak hanya menikmati atraksi para pesilat, tetapi juga menyaksikan secara langsung kekayaan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, berharap agar tradisi Silek Tuo terus dilestarikan dan menjadi bagian penting dari identitas budaya Minangkabau. Pelestarian silek tidak hanya menjadi tanggung jawab para pesilat dan tokoh adat, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar warisan budaya tersebut tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Dia berharap, pertunjukan Silek Tuo dapat menjadi salah satu daya tarik wisata budaya Kota Solok, terutama dalam perhelatan Rang Solok Baralek Gadang yang mengangkat kekayaan tradisi dan kearifan lokal.
Dan melalui RSBG 2026, Pemerintah Kota Solok terus mendorong pengenalan seni dan budaya daerah kepada masyarakat luas. Tidak hanya menjadi hiburan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat jati diri daerah, menanamkan kecintaan terhadap budaya sendiri, serta membuka peluang pengembangan pariwisata berbasis tradisi, pungkasnya.YOSE)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
FSP KEP SPSI Sumut Sebut PHK Terhadap Pekerja PT Inalum Bernama Choky Diduga Cacat Hukum
News
Sumut Masuk Nominasi Jamsostek Award 2026,Bobby Nasution Terus Perkuat Perlindungan Pekerja
News
Jemput Program Pusat di Tengah Efisiensi Anggaran, Bupati Madina Perjuangkan Revitalisasi 10 Sekolah Tambahan
News
Siswa SD Negeri 200309 Padangsidimpuan Meninggal Diduga Tersengat Listrik, Polisi Selidiki Pompa Air
News
Atasi Krisis Air Bersih, Bupati Saipullah Resmikan Sumur Bor Bantuan SMGP di Madina
News
Lindungi Kesehatan Siswa, Disdikbud Madina Terapkan PJJ 15&ndash17 Oktober 2026
News
HMI dan IPNU Madina Gelar Seminar Bahaya Narkoba, Bupati Saipullah Tekankan Peran Keluarga
News
Kegiatan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 Resmi Ditutup Oleh Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM,
News
Silek Tuo Pelestarian Warisan Budaya Minangkabau
News
Maling Sawit di Perkebunan Sei Semayang Ditangkap Polsek Medan Sunggal
News