sumut24.co -ASAHAN, Bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Petani Indonesia (
SPI) Kabupaten
Asahan menggelar aksi unjuk rasa damai di halaman Kantor Bupati
Asahan, Kamis (24/09/2026).
Baca Juga:
Aksi yang mengusung tema "Reforma Agraria Sejati, Tanah untuk Petani, Keadilan Agraria untuk Rakyat" ini berlangsung tertib dan kondusif hingga selesai.

Hadir langsung menyambut para pengunjuk rasa, Bupati
Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., didampingi Kapolres
Asahan, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten
Asahan, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab
Asahan.Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, Ketua DPW
SPI Sumatera Utara Jubaidah Tambunan dan Ketua DPC
SPI Asahan Binsar Daniel Manurung menegaskan bahwa penyelesaian persoalan agraria tidak cukup hanya dengan pendekatan administratif dan legalisasi. Konflik tanah, ujar mereka, harus diselesaikan dengan menjunjung tinggi kepastian dan keadilan bagi petani, sekaligus menghentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap warga yang memperjuangkan hak atas tanah.
SPI Asahan menekankan pentingnya konsisten menjalankan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA), agar tanah benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat, terutama petani yang menggantungkan hidupnya dari lahan pertanian.
Empat tuntutan utama disampaikan dalam aksi ini, yaitu, Satu : Legalisasi lahan-lahan perjuangan anggota
SPI Kabupaten
Asahan, Dua : Penyelesaian menyeluruh seluruh konflik tanah di
Asahan dengan mengedepankan keadilan bagi petani, Tiga : Penghentian segala bentuk kriminalisasi terhadap petani yang memperjuangkan hak atas tanah, Empat : Pelaksanaan reforma agraria sejati sesuai amanat UUPA demi mewujudkan keadilan agraria, kesejahteraan petani, dan kedaulatan rakyat atas tanah.Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Taufik Zainal Abidin menyambut baik keterbukaan
SPI menyampaikan harapan secara langsung. Ia juga turut mengucapkan selamat Hari Tani Nasional serta apresiasi kepada seluruh petani di Kabupaten
Asahan.

"Kita masih menunggu petunjuk pelaksanaan dari pemerintah pusat. Apabila petunjuk pelaksana sudah diterima, kami akan melaksanakannya sesuai undang-undang dan ketentuan yang berlaku," ujar Bupati di hadapan para pengunjuk rasa.
Pemkab
Asahan, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait agar setiap langkah kebijakan pertanahan memiliki dasar hukum yang jelas dan sah. Bupati juga mengajak kelompok tani dan pemerintah duduk bersama merumuskan jalan keluar tanpa mengambil keputusan sepihak."Mari kita bersama-sama, baik kelompok tani maupun pemerintah, mencari solusi atas persoalan agraria ini. Jangan sampai keputusan diambil sepihak. Kita susun langkah bersama yang tetap sesuai peraturan perundang-undangan, sehingga tidak ada pihak yang melanggar aturan," tegasnya.
Aksi unjuk rasa berjalan aman, tertib, dan penuh kedamaian hingga selesai. Di penghujung kegiatan, Bupati
Asahan, Kapolres
Asahan, Kepala BPN Kabupaten
Asahan, serta jajaran pejabat terkait saling bersalaman dengan para perwakilan pengunjuk rasa, diikuti sesi foto bersama sebagai tanda komitmen menjaga keharmonisan dan melanjutkan dialog.Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan aspirasi yang disampaikan menjadi awal dari langkah konkret pemecahan persoalan agraria di Kabupaten
Asahan, demi kesejahteraan petani dan keadilan bagi seluruh masyarakat. (dre)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News