Selasa, 22 September 2026

Bupati Asahan Luncurkan ASTABRATA, Inovasi Tata Kelola Berbasis Data untuk Tekan Angka Kemiskinan Secara Tepat Sasaran

Administrator - Senin, 21 September 2026 00:03 WIB
Bupati Asahan Luncurkan ASTABRATA, Inovasi Tata Kelola Berbasis Data untuk Tekan Angka Kemiskinan Secara Tepat Sasaran
Sumut24.co
sumut24.co -ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan resmi meluncurkan inovasi unggulan bertajuk ASTABRATA — singkatan dari Akselerasi Strategis Tata Kelola Berbasis Data, Resiliensi, Adaptasi dan Pengentasan Kemiskinan — pada Senin (21/09/2026) pukul 10.00 Wib di Aula Melati Kantor Bupati Asahan.

Baca Juga:
Langkah ini menjadi tonggak baru dalam penanganan kemiskinan yang mengutamakan ketepatan data, ketepatan sasaran, serta keberlanjutan kesejahteraan masyarakat.


Peluncuran ini dipimpin langsung oleh Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., dan dihadiri para Asisten, Staf Ahli Bupati, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala BPS Kabupaten Asahan, para Camat se-Kabupaten Asahan, serta tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Asahan Jutawan Sinaga, S.STP., M.AP., dalam paparannya menjelaskan bahwa ASTABRATA disusun untuk mendukung pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, dengan fokus utama penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PPKS), penurunan angka kemiskinan, ketepatan sasaran perlindungan sosial, serta percepatan kemandirian keluarga penerima manfaat.


"Perlu dipahami, ASTABRATA bukan program bantuan baru dan tidak mengambil alih kewenangan perangkat daerah. Inovasi ini adalah mekanisme untuk memastikan setiap keluarga mendapatkan intervensi yang benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya," tegas Jutawan.

Pada tahap awal, ASTABRATA akan menjangkau seluruh 25 kecamatan di Kabupaten Asahan, dengan target minimal 100 keluarga penerima manfaat yang berada pada usia produktif. Penanganan berjalan melalui tujuh tahapan berurutan: penetapan data sasaran, asesmen mendalam, klasifikasi kebutuhan, penyusunan Rencana Intervensi Individual, rujukan dan pemberian bantuan, pemantauan berkala, hingga verifikasi akhir.


Ia juga menegaskan bahwa istilah lulus atau graduasi dari program ini bukan sekadar mencoret nama dari daftar penerima. "Graduasi adalah hasil dari asesmen menyeluruh, pemberdayaan berkelanjutan, pendampingan, serta verifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Keberhasilan diukur dari kemampuan keluarga mempertahankan penghasilan secara mandiri dan berkelanjutan," ujarnya.

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menekankan bahwa seluruh langkah penanganan kemiskinan di daerah ini harus berpijak pada data yang lengkap, akurat, dan senantiasa diperbarui.


"Data yang kuat akan melahirkan perencanaan yang tepat. Perencanaan yang tepat akan menghasilkan program yang sesuai kebutuhan. Program yang tepat pada akhirnya akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Bupati dalam amanatnya.

Terkait pemutakhiran data, Bupati meminta seluruh jajaran menyelesaikan Sensus Ekonomi 2026 yang saat ini mencapai 82,5% agar tuntas 100% paling lambat akhir September 2026. Seluruh sasaran yang belum terdata wajib disisir hingga ke pelosok desa.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya optimalisasi Parlinsos Digital agar pendaftaran dan verifikasi penerima bantuan semakin akurat. Sosialisasi harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, Agen Parlinsos Digital diperbanyak hingga ke tingkat dusun, dan warga yang kesulitan mengakses teknologi tetap didampingi petugas.

"Sensus Ekonomi, Parlinsos Digital, dan ASTABRATA berjalan searah — semuanya memperkuat fondasi data sebagai dasar kebijakan. Mari tinggalkan pola kerja sendiri-sendiri, satukan langkah demi penanganan kemiskinan yang semakin efektif," ajak Taufik.

Acara peluncuran berlangsung khidmat dan tertib, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, penyerahan simbolis bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada calon keluarga mandiri oleh Bupati Asahan, serta paparan dari Kepala Dinas Sosial sebelum masuk ke arahan Bupati.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Melati ini berakhir sekitar pukul 11.45 Wib. Seluruh rangkaian berjalan aman, lancar, dan sukses. Dengan diluncurkannya ASTABRATA, diharapkan tidak ada lagi warga yang membutuhkan bantuan terabaikan, dan tidak ada pula yang menerima bantuan ganda — sehingga setiap anggaran yang dikeluarkan pemerintah benar-benar bekerja untuk kesejahteraan rakyat Asahan. (dre)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Bambang Sumantri
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sinergi Kemanusiaan Makin Erat, Bupati Asahan Puji Peran Nyata Baznas Bantu Warga yang Membutuhkan
Wakil Bupati Asahan Resmi Buka Silaturahmi Pimpinan Baznas Se-Sumut : Perkuat Sinergi, Wujudkan Zakat yang Berdampak Nyata
Jatanras Polres Asahan Sisir Rawan, Tiga Remaja Diamankan : Dua Celurit Disembunyikan di Atap Rumah
Posko Satgas HKTI Asahan Dihancurkan Paksa, Dua Petani Dianiaya dan Dilarikan ke RS
Bupati Asahan Tandatangani Komitmen Perbaikan Tata Kelola dan Pencegahan Korupsi Bersama Pemda Se-Sumut
Bimtek 177 Desa Asahan Diduga Sarat Mark-Up, LSM Sebut Lembaga Penyelenggara Raup Miliaran Rupiah dari Dana Desa
komentar
beritaTerbaru