Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Resmi Membuka FE Cup 2.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Resmi Membuka FE Cup 2.
kota
Baca Juga:
Asosiasi Pemerhati Hukum Indonesia (APPHI) sukses menggelar diskusi ilmiah bertajuk "Strategi Pendekatan Hukum dan Penegakan Tindak Pidana yang Dilakukan oleh Anak (Realita dan Realisasinya)", Sabtu, (26/4).
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari akademisi, praktisi hukum, hingga mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia.
Dr. T. Riza Zarzani, SH, MH, yang merupakan narasumber utama sekaligus Kaprodi Magister Hukum Kesehatan Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB), menyampaikan bahwa sistem peradilan pidana anak di Indonesia masih menghadapi banyak tantangan dalam implementasinya.
Ia menyoroti bahwa meskipun telah ada regulasi seperti Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA), praktik di lapangan masih didominasi oleh pendekatan pemidanaan.
"Sebagian besar Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) masih dijatuhi hukuman penjara, bahkan ada yang ditempatkan di fasilitas dewasa dan berusia di bawah 14 tahun," ujar Dr. Riza.
Ia juga menambahkan bahwa upaya diversi yang seharusnya menjadi solusi utama sering terhambat oleh syarat hukum yang kaku, perbedaan tafsir aparat, serta lemahnya pelaksanaan dan pengawasan.
Diskusi ini dimoderatori oleh Putri Artama, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Katolik (UNIKA), dan berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif dari peserta webinar.
Ketua Umum APPHI, Mhd. Ihwanuddin Hasibuan, SH, MH, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap perkembangan hukum di Indonesia.
"Tujuan dari penyelenggaraan diskusi ini bukan semata-mata untuk mengambil keuntungan, melainkan untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap perkembangan hukum dan sosialisasi bersama aktivis, peneliti, serta penggiat hukum," ujarnya.
Pembina APPHI, Dr. Rico Nur Ilham, SE, MM, turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menilai diskusi ilmiah seperti ini perlu mendapat dukungan. "Terutama memang karena minimnya kegiatan edukatif serupa di Sumatera Utara jadi sangat penting untuk kita dukung," tukasnya.(red)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Resmi Membuka FE Cup 2.
kota
Kota Solok Kembali Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.
kota
Kota Solok Daerah Pertama Mengalihkan Pengelolaan Transaksi Keuangan Daerah Berbasis Syariah di Sumbar
kota
Gempur Peredaran Narkoba, Polres Tapsel Ungkap 13 Kasus dalam Dua Pekan, 14 Tersangka Diamankan
kota
Mencekam! Kobaran Api Hanguskan Gudang Barang Bekas di Padangsidimpuan, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran
kota
Semangat Kurban DPRD Padangsidimpuan! 4 Hewan Kurban Disembelih, 400 Kupon Daging Dibagikan untuk Warga dan Kaum Duafa
kota
Empat Kali Berturut! Pemkab Madina Kembali Raih WTP, Bupati Saipullah Siapkan Pembenahan ASN
kota
Padangsidimpuan Kembali Raih WTP Keenam Berturutturut, Bukti Tata Kelola Keuangan Makin Solid
kota
Bupati Putra Mahkota Alam Antar Padang Lawas Kembali Raih Opini WTP
kota
Hari Tasyrik Ketiga, Penyintas Banjir Tapanuli Selatan Akhirnya Terima Kurban dari FOZ SumutSumatera Utarasumut24.coSebanyak 500 kepala kel
News