sumut24.co - Jakarta
Baca Juga:
Otoritas Jasa Keuangan (
OJK) terus memperkuat penerapan tata kelola (governance), manajemen risiko, dan budaya integritas. Langkah ini menjadi fondasi penting untuk membangun sektor jasa keuangan yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Komitmen ini ditegaskan dalam Risk and Governance Summit (RGS) 2026 yang mengusung tema "Future-ready Governance for Sustainable Growth and National Prosperity" di Jakarta, Selasa.
Anggota Dewan Komisioner
OJK, Sophia Wattimena, menyampaikan bahwa penerapan tata kelola yang kuat adalah kunci efektivitas kebijakan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Saat ini, lanskap risiko global berkembang sangat cepat, mulai dari risiko siber, penyalahgunaan kecerdasan artifisial (AI), ketidakpastian geopolitik, hingga perubahan iklim.
"Governance, risk, and compliance (GRC) tidak lagi sekadar instrumen kepatuhan, tetapi telah menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan organisasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Sophia. Penguatan GRC ini juga sejalan dengan Asta Cita ketujuh Pemerintah terkait reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi demi menyongsong Visi Indonesia Emas 2045.Dukungan serupa datang dari lintas kementerian yang turut hadir dalam forum tersebut:
Kemenko Perekonomian: Diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN, Ferry Irawan, menegaskan bahwa future-ready governance harus mampu mengantisipasi risiko sebelum menjadi krisis. Tata kelola yang baik terbukti memperkuat kredibilitas lembaga dan kepastian bagi investor.Kementerian Komunikasi dan Digital: Diwakili oleh Dirjen Ekosistem Digital, Edwin Hidayat Abdullah, menekankan bahwa tata kelola yang baik tidak menghambat inovasi digital, melainkan menjadi basis kepercayaan (trust) untuk meningkatkan produktivitas nasional.
RGS 2026 digelar secara hybrid dan sukses menarik perhatian lebih dari 20.000 peserta, mulai dari pimpinan lembaga jasa keuangan, regulator, hingga akademisi. Acara ini menghadirkan pakar GRC domestik dan internasional, termasuk perwakilan dari Meta, Danantara Indonesia, perbankan nasional, hingga UNOPS.
Selain diskusi panel,
OJK juga menggelar Innovation Paper Competition Volume 2 bertema "Building Digital Trust and Ethical Governance for Indonesia's Future". Kompetisi ini berhasil menjaring 408 karya ilmiah dari 135 perguruan tinggi di Indonesia.
Melalui RGS 2026,
OJK berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan semakin solid dalam membangun ketahanan sektor jasa keuangan demi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Rel
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News