Pelantikan JMSI Sumbar 2026: Perkuat Barisan Media Siber, Lima Tokoh Raih JMSI Awards
PADANG Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Barat memasuki babak baru. Pelantikan kepengurusan JMSI Sumbar 2026 menjadi moment
News
Baca Juga:Anggota Komisi III DPR RI sekaligus dosen tetap Pascasarjana Universitas Pertahanan (Unhan) Bambang Soesatyo menuturkan sejarah bangsa Indonesia tidak lepas dari berbagai konflik, mulai dari peristiwa DI/TII, G30S/PKI, Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) serta gerakan separatisme lain yang terjadi di berbagai daerah. Pemberontakan G30S/PKI pada tahun 1965 mengakibatkan ratusan ribu jiwa melayang dan membuka luka sosial yang dalam. Kasus serupa juga terjadi dalam pemberontakan DI/TII yang berupaya menentang pemerintahan dan menciptakan negara Islam Indonesia pada tahun 1949 dan 1950-an.
- Harmonizing Stakeholders, PLN Kantor Pusat Berikan Apresiasi Kepada Unit PLN Dengan Kinerja Terbaik Semester I 2026
- Menteri Hukum RI Berikan Penghargaan Ke Pemko Tanjungbalai atas Dukungan Program Bantuan Hukum
- TP PKK Kabupaten Asahan Berikan Pembinaan PHBS di Danau Sijabut, Siapkan Diri Hadapi Lomba Tingkat Sumut
"Setiap peristiwa tersebut menanamkan rasa kebencian dan ketidakpercayaan antar elemen masyarakat yang berlanjut hingga generasi berikutnya. Anak cucu dari keturunan pelaku sejarah yang sama sekali tidak tahu menahu atau tidak terlibat dalam peristiwa sejarah, harus ikut menanggung dosa warisan atau dosa turunan dari nenek moyang mereka. Hal ini jelas tidak boleh terus terjadi. Generasi penerus bangsa harus diberi kesempatan untuk melihat sejarah secara objektif dan menggugah semangat untuk berhenti mewariskan konflik," ujar Bamsoet saat memberikan kuliah Pascasarjana Program Studi Damai dan Resolusi Konflik, Fakultas Keamanan Nasional, Unhan, secara daring, di Jakarta, Rabu (11/12/2024).
Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 yang juga dosen tetap pascasarjana Universitas Borobudur, Trisaksti serta Jayabaya ini menjelaskan, pemahaman dan pelajaran dari sejarah menjadi kunci untuk membangun masyarakat yang lebih baik. Para generasi muda yang mungkin tidak merasakan langsung dampak dari konflik tersebut, dapat berperan penting dalam menciptakan rekonsiliasi dengan cara membuka dialog, memahami perasaan dan perspektif satu sama lain, serta mengedepankan kesadaran kolektif bahwa perbedaan adalah bagian dari identitas bangsa.
"Rekonsiliasi bukan berarti melupakan. Sebaliknya, penting untuk mengenali apa yang terjadi di masa lalu dan mengambil hikmahnya sebagai pembelajaran. Institusi pendidikan, misalnya, harus menjadi tempat di mana sejarah dikaji secara kritis dan mendalam, disertai dengan diskusi yang cerdas tentang akibat dari konflik serta nilai-nilai kebersamaan yang perlu ditanamkan. Dengan cara ini, generasi muda dapat menghindari kesalahan yang sama dan mewarisi semangat untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa," kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini memaparkan, Indonesia memiliki berbagai latar belakang suku, budaya, agama, ataupun ideologi. Segala perbedaan yang ada harus menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan. Dengan semangat untuk berhenti mewariskan konflik dan tidak menciptakan konflik yang baru, generasi kini dan mendatang dapat membangun Indonesia yang lebih kuat, bersatu dalam berbagai perbedaan, dan berfokus pada pencapaian bersama.
"Sejarah adalah milik bersama dan semua elemen bangsa memiliki hak untuk memperbaiki serta memajukan bangsa ini. Memahami sejarah adalah kunci untuk merajut kembali persatuan yang terputus. Melalui kesepahaman untuk berhenti mewariskan konflik, kita akan memberi kesempatan kepada generasi penerus untuk memaafkan, tanpa melupakan, dengan tetap menjadikan sejarah sebagai pelajaran berharga," pungkas Bamsoet. Rel
PADANG Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Barat memasuki babak baru. Pelantikan kepengurusan JMSI Sumbar 2026 menjadi moment
News
JAKARTA Presiden Republik Indonesia menerima kunjungan kehormatan delegasi tingkat tinggi dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang dipim
News
JAKARTA Pasar minuman herbal Indonesia kembali mendapat perhatian dari perusahaan besar asal Tiongkok. Guangzhou Pharmaceutical Holdings L
News
Pubukpakam Sidang kasus dugaan penipuan dan penggelapan terhadap neneknenek yang di kriminalisasi dilanjutkan di Pengadilan Negeri Lubuk
Hukum
Rumah Jadi Kedok, Narkoba Jadi Bisnis "IRT" Bandar Narkoba Diciduk Sat Narkoba Polrestabes Medan
News
sumut24.co ASAHAN, Kecepatan dan ketepatan menjadi kunci keberhasilan Tim Jatanras Satuan Reserse Kriminal Polres Asahan dalam membongkar k
News
sumut24.co ASAHAN, Kecepatan dan ketelitian penyelidikan kepolisian kembali membuahkan hasil. Tim Jatanras Satuan Reserse Kriminal Polres A
News
Rp95 Juta Dana Agen BRILink Dibekukan BRI Unit Limapuluh, Kuasa Hukum Pertanyakan Dasar Hukumnya
News
Meriahkan HUT ke81 RI, DSILS dan BMRS Gelar Latihan Gabungan Merah Putih
Sport
KONI Padangsidimpuan siap suksesi Porprovsu 2026 di Medan
Sport