Belum Terapkan Tilang, Polres Paluta Pilih Cara Humanis dalam Operasi Patuh Toba 2026
Belum Terapkan Tilang, Polres Paluta Pilih Cara Humanis dalam Operasi Patuh Toba 2026
News
Baca Juga:
Dompet Dhuafa mengadakan pembentukan program Jaringan Sehat Indonesia (JSI) Sumatera Utara yang digandeng dengan kegiatan pelatihan relawan kesehatan di Sentra DD Farm Sumut, Kec. Hamparan Perak, Kab. Deli Serdang, Jumat (29/11).
Kegiatan yang berlangsung hingga 1 Desember mendatang ini merupakan kolaborasi Dompet Dhuafa melalui Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) dengan JSI serta Dompet Dhuafa Waspada untuk membentuk sistem tanggap darurat kesehatan yang terintegrasi dan kolaboratif.
Mewakili Penjabat (PJ) Bupati Deli Serdang, Khairul Harahap selaku Kadis Kominfo Deli Serdang secara resmi membuka acara tersebut.
Pada kesempat itu ia menyampaikan sambutan dari PJ Bupati Deli Serdang Ir. Wirya Alrahman, MM. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi tinggi peran Dompet Dhuafa dalam mendukung masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.
"Dompet Dhuafa Waspada telah banyak membantu pemerintah, mulai dari pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga layanan kesehatan. Program Jaringan Sehat Indonesia ini sangat strategis dalam meluaskan manfaat layanan kesehatan langsung kepada masyarakat," ujarnya.
Wirya juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga kemanusiaan.
"Semoga sinergitas yang sudah terjalin dapat terus ditingkatkan. Kami berharap program ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Deli Serdang," tambahnya.
Terkait pembentukan JSI, dr. Aqila mewakili LKC Dompet Dhuafa menyampaikan tujuan JSI Sumut dibentuk.
"Tentu ini semua bertujuan agar penanganan respon darurat kesehatan bisa lebih maksimal dan massif. Dengan adanya Jaringan Sehat Indonesia di Sumatera Utara akan terintegrasi dan KolaborAksi antar relawan kesehatan yang ada di Sumatera Utara," paparnya.
Di samping itu, Sulaiman selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada turut mengatakan bahwa ini merupakan wujud komitmen Dompet Dhuafa terhadap respon tanggap bencana yang melibatkan partisipasi berbagai pihak.
"Harapannya kolaborasi ini dapat merespon gawat darurat kesehatan di Sumatera Utara dengan cara berkolaborasi dengan semua pihak dan elemen," ucapnya.
Selama tiga hari, pelatihan diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari sesi edukasi hingga praktik lapangan.
Hari pertama mencakup pembukaan, pemaparan tujuan, dan perkenalan mitra strategis.
Hari kedua diisi dengan pelatihan teknis, seperti penanganan kegawatdaruratan, manajemen pemulasaran jenazah, dan bantuan hidup dasar.
Hari terakhir, peserta mengikuti simulasi tanggap darurat untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari. (red)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Belum Terapkan Tilang, Polres Paluta Pilih Cara Humanis dalam Operasi Patuh Toba 2026
News
Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan Tangkap Dua Perempuan dalam Kasus Sabu, Pemasok Berinisial IPIN Diburu
News
Bupati Solok Buka Pelatihan Akses Keuangan bagi Pelaku IKM, UMKM dan Usaha Disabilitas Kabupaten Solok
News
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten SolokDalam Rangka Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027.
News
Walikota Solok Terima Penghargaan Parasamya Karya Kencana Solok
News
Wakil Ketua DPRD Simalungun Bonauli Rajagukguk sebagai Kader Gerindra Usut Tuntas Penyadapan Presiden Prabowo
News
SAMARINDA, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Serikat Perusahaan Pers (SPS) 2026 menghasilkan enam rekomendasi strategis yang mencakup peng
News
JAKARTA Natalia Tjahja, pendiri Maria Monique Last Wish Foundation dan Kreator 100 CTFP, kembali membawa terobosan kemanusiaan yang meny
Tips
sumut24.co ASAHAN, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Rakyat Indonesia (YLBH RI) Nusantara telah secara resmi mengirimkan surat somasi dan tegur
News
sumut24.co MEDAN, Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Asahan! Tim Penggerak Posyandu Kabupaten Asahan berhasil meraih peringkat Harapa
kota