Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi
Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi
kota
Sebuah pesawat bertenaga surya bernama Solar Impulse 2 telah mendarat di California, Amerika Serikat, setelah melakukan perjalanan selama tiga hari melintasi Samudra Pasifik.
Baca Juga:
Sang pilot, Bertrand Piccard, mendaratkan pesawat tersebut di Mountain View, Silicon Valley, sebelah selatan San Fransisco, setelah menerbangkannya seorang diri selama 62 jam non stop tanpa bahan bakar.
Seperti yang dikutip dari AlJazeera, Minggu (24/4), pesawat tersebut kemudian disimpan di sebuah tenda besar yang didirikan di Moffet Airfield, di mana Piccard disambut oleh tim proyeknya.
Pendaratan tersebut berlangsung beberapa jam setelah Piccard mempertunjukkan Solar Impulse 2 kepada para penonton di Golden Gate Bridge, San Fransisco.
Piccard dan rekan pilot Swiss yang lain, Andre Borschberg, telah bergantian menerbangkan pesawat berkeliling dunia sejak lepas landas dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada bulan Maret. Solar Impulse 2 juga telah mengunjungi negara Oman, Myanmar, China, Jepang, dan Hawaii.
Perjalanan melintasi Pasifik merupakan yang paling berisiko karena kurangnya tempat untuk melakukan pendaratan darurat.
“Ide di sini tak terlalu besar, bahwa pesawat bertenaga surya dapat segera menggantikan pesawat jet yang berbahan bakar fosil,” ujar reporter Al Jazeera, Rob Reynolds, dari Mountain View.
“Ini lebih memberi pelopor inspirasi teknologi untuk menggunakan tenaga surya,” tambahnya.
Idealnya, pesawat Solar Impulse 2 dapat menempuh 45 kilometer per jam, walaupun kecepatannya bisa bertambah ketika sinar matahari sedang terik pada siang hari.
Pesawat yang terbuat dari fiber karbon tersebut memiliki berat 2.268 kilogram atau setara dengan bobot truk berukuran sedang.
Sayap pesawat tersebut lebih lebar dari Boeing 747 dan dilengkapi dengan 17 ribu sel surya sebagai penggerak baling-baling mengisi baterai. Ketika malam hari, Solar Impulse 2 berjalan dengan energi yang telah tersimpan.
Berdasarkan laman yang mendokumetasikan perjalanan pesawat tersebut, Solar Impulse 2 akan melakukan pendaratan ke tiga tempat lain di AS sebelum memulai perjalanannya melintasi Samudra Atlantik menuju Eropa atau Afrika Utara.
Proyek yang dimulai sejak tahun 2002 dan diperkirakan menghabiskan biaya sekitar US$100 juta atau Rp 1,32 triliun tersebut, bertujuan untuk menyoroti pentingnya menggunakan energi terbarukan dan semangat berinovasi.
Hingga saat ini pesawat bertenaga surya belum ditujukan untuk kepentingan komersial. Kendalanya adalah waktu tempuh yang lebih lama, serta kendala bobot pesawat dan cuaca. (int)
Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi
kota
Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
kota
Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni & Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi
Seleb
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Direktur Kementan, Dorong Kebangkitan Kopi sebagai Penopang Ekonomi
kota
KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR
kota
Jakarta, Musikal Senja Teduh Pelita resmi memulai rangkaian pertunjukannya di GrahaBhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 3 hing
Wisata
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Komisi IX DPR RI dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sepakat memperkuat
News
Jakarta, PT TransNusa Aviation Mandiri (TransNusa) terus memperluas jaringan penerbangannya melalui pembukaan satu rute internasional baru J
News
Jakarta, SeaBank Indonesia merayakan lima tahun perjalanannya sebagai salah satu pelopor layanan perbankan digital di Indonesia dengan m
Ekbis
Lombok Tengah Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak perusahaanperusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bergabung dalam
Politik