Selasa, 07 Juli 2026

Nurhabli Ridwan Kader Konservasi Founder GRAS Jalani Verifikasi Penilaian Apresiasi Wana Lestari Tingkat Nasional di TWA Sibolangit Deli Serdang

Administrator - Selasa, 07 Juli 2026 18:43 WIB
Nurhabli Ridwan Kader Konservasi Founder GRAS Jalani Verifikasi Penilaian Apresiasi Wana Lestari Tingkat Nasional di TWA Sibolangit Deli Serdang
Nurhabli Ridwan, Kader Konservasi Alam asal Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara binaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara sekaligus Pendiri dan Ketua Umum Perhimpunan Penjelajah Alam Bencana dan Konservasi Generasi Rimba
Sibolangit, – Nurhabli Ridwan, Kader Konservasi Alam asal Kabupaten Deli
Serdang, Sumatera Utara binaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA)
Sumatera Utara sekaligus Pendiri dan Ketua Umum Perhimpunan Penjelajah Alam Bencana
dan Konservasi Generasi Rimba Alam Semesta (GRAS), menerima kunjungan Tim Penilai
Apresiasi Wana Lestari dari Kementerian Kehutanan di Ruang Informasi Taman Wisata
Alam (TWA) Sibolangit, Selasa (30/6).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tahapan verifikasi lapangan dalam Penilaian
Apresiasi Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2026. Sebelumnya, Nurhabli Ridwan telah
ditetapkan sebagai wakil Provinsi Sumatera Utara pada Apresiasi Wana Lestari 2026
kategori Kader Konservasi Alam.
Apresiasi Wana Lestari merupakan program penghargaan yang diselenggarakan oleh
Kementerian Kehutanan sebagai bentuk apresiasi kepada individu, kelompok masyarakat,
maupun aparatur pemerintah yang menunjukkan dedikasi, inovasi, dan kontribusi nyata
dalam pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan kehutanan
yang berkelanjutan.
Dalam proses penilaian tersebut, Nurhabli Ridwan yang diangkat sebagai Kader Konservasi
Alam sejak tahun 2020 dengan Nomor Kader ST.010/K.3/BIDTEK/KSA/P/07/2020,
mempresentasikan berbagai program konservasi yang telah dilaksanakan sepanjang
periode 2020–2026. Program-program tersebut meliputi perlindungan kawasan konservasi,
rehabilitasi hutan dan lahan, konservasi keanekaragaman hayati, edukasi lingkungan,
pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan peran generasi muda
sebagai agen perubahan dalam pelestarian alam. Seluruh kegiatan tersebut terdokumentasi
dan dipublikasikan melalui berbagai media massa nasional, media lokal, media daring, serta
media sosial sebagai bagian dari rekam jejak transparansi dan pertanggungjawaban
pelaksanaan program.
Salah satu program unggulan yang dipaparkan adalah Program Penanaman Pohon di
Lereng Terjal, yang diinisiasi bersama GRAS dan berbagai mitra sebagai upaya mitigasi
bencana melalui rehabilitasi kawasan rawan longsor. Program ini berfokus pada penanaman
vegetasi di lereng-lereng terjal guna meningkatkan daya dukung lahan, memperkuat struktur
tanah, mengurangi risiko longsor, serta menjaga fungsi ekologis kawasan konservasi.
Program unggulan lainnya adalah Camp Edukasi Biodiversity and Cleanup Movement,
sebuah model pendidikan konservasi berbasis pengalaman (experiential learning) yang
mengintegrasikan pengenalan keanekaragaman hayati, aksi bersih kawasan konservasi,
penanaman pohon, diskusi lingkungan, serta penguatan kepemimpinan generasi muda.
Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga
pengalaman langsung yang diharapkan mampu membentuk karakter peduli lingkungan
sekaligus melahirkan kader-kader konservasi baru.
Atas dedikasinya dalam kegiatan konservasi, Nurhabli Ridwan telah menerima berbagai
penghargaan, di antaranya Juara III Duta Konservasi Alam BBKSDA Sumatera Utara Tahun

Baca Juga:

2019, Wisudawan Terbaik Green Leadership Indonesia (GLI) Batch 1 Tahun 2021 yang
menerima penghargaan langsung dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, masuk
100 Besar Forest Youthverse Tahun 2025, serta berbagai penghargaan lainnya di bidang
kepemudaan, lingkungan, dan pengabdian masyarakat.
Selain melakukan verifikasi administrasi, Tim Penilai juga melaksanakan verifikasi lapangan
di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit sebagai lokasi pelaksanaan berbagai
program konservasi tersebut. Verifikasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara
dokumen yang dipresentasikan dengan implementasi di lapangan, sekaligus menilai
dampak nyata kegiatan terhadap pelestarian kawasan dan peningkatan partisipasi
masyarakat.
Untuk wilayah Sumatera Utara, verifikasi dilakukan oleh Sri Mulyani dari Direktorat Kawasan
Konservasi, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen
KSDAE), Kementerian Kehutanan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Balai Besar
KSDA Sumatera Utara, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara,
serta jajaran Resort Cagar Alam/Taman Wisata Alam (CA/TWA) Sibolangit.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani menyampaikan apresiasi terhadap upaya Nurhabli
Ridwan dalam mendokumentasikan dan menyajikan rekam jejak kegiatan konservasi.
Menurutnya, pemanfaatan berbagai publikasi media sebagai bagian dari bahan pendukung
laporan merupakan langkah yang baik dalam memperkuat dokumentasi sekaligus
menunjukkan transparansi dan konsistensi pelaksanaan program di lapangan.
Ia menilai bahwa dokumentasi melalui media massa, media daring, media sosial, serta
berbagai publikasi kegiatan tidak hanya berfungsi sebagai bukti pelaksanaan program, tetapi
juga menjadi sarana edukasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat mengenai
pentingnya pelestarian hutan dan lingkungan hidup. Pendekatan tersebut dinilai mampu
memperluas dampak program konservasi sekaligus menginspirasi lebih banyak masyarakat,
khususnya generasi muda, untuk terlibat dalam aksi nyata menjaga kelestarian alam.
Sri Mulyani juga berharap para Kader Konservasi Alam lainnya dapat memanfaatkan
berbagai platform media secara lebih optimal sebagai sarana edukasi, kampanye, dan
diseminasi informasi mengenai konservasi sumber daya alam dan ekosistem. Menurutnya,
media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik, mendokumentasikan
praktik-praktik baik di lapangan, memperluas jangkauan pesan konservasi, serta mengajak
masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian hutan, keanekaragaman
hayati, dan lingkungan hidup. Dengan pemanfaatan media yang positif, gerakan konservasi
diharapkan semakin dikenal, didukung, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi
pembangunan kehutanan yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Nurhabli Ridwan menyampaikan apresiasi dan rasa terima
kasih kepada seluruh pihak yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan gerakan
konservasi yang dibangun bersama.
"Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh
keluarga besar GRAS yang selama ini telah bekerja, berjuang, dan mengabdikan diri dalam
setiap kegiatan konservasi. Terima kasih juga kepada Kementerian Kehutanan, Balai Besar

KSDA Sumatera Utara, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara,
para mitra, relawan, akademisi, dunia usaha, media, serta seluruh pihak yang telah
memberikan dukungan, pendampingan, dan kepercayaan kepada kami. Capaian ini
bukanlah hasil kerja satu orang, melainkan buah dari kolaborasi, semangat gotong royong,
dan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup."
Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak
program konservasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, kawasan
konservasi, dan lingkungan hidup Indonesia.
Nurhabli menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam Apresiasi Wana Lestari bukan
semata-mata untuk meraih penghargaan, melainkan menjadi momentum memperkuat
kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat,
khususnya generasi muda, dalam membangun gerakan konservasi yang berkelanjutan.
Selain itu, ia juga berharap berbagai program konservasi yang telah diinisiasi bersama
GRAS dan para mitra dapat memperoleh dukungan yang lebih luas dari Kementerian
Kehutanan, baik melalui pendanaan pemerintah maupun fasilitasi kemitraan dengan dunia
usaha, lembaga filantropi, serta organisasi yang memiliki program Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan (TJSL/CSR).
"Saya berharap Kementerian Kehutanan dapat terus mendukung dan memfasilitasi
program-program konservasi yang telah kami jalankan, tidak hanya melalui dukungan APBN
maupun APBD, tetapi juga dengan menjembatani kolaborasi bersama perusahaan,
lembaga, dan para mitra yang memiliki program CSR atau TJSL. Dengan kolaborasi yang
lebih luas, kami optimistis gerakan konservasi akan memberikan dampak yang semakin
besar bagi masyarakat, kawasan konservasi, dan generasi mendatang," ujar Nurhabli
Ridwan.
Sebagai penutup rangkaian verifikasi lapangan, Nurhabli Ridwan bersama Sri Mulyani
selaku Tim Penilai dari Direktorat Kawasan Konservasi, Direktorat Jenderal Konservasi
Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) Kementerian Kehutanan, didampingi
perwakilan Balai Besar KSDA Sumatera Utara serta Dinas Lingkungan Hidup dan
Kehutanan (DLHK) Provinsi Sumatera Utara, melaksanakan aksi penanaman pohon kepuh
(Sterculia sp.) di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit.
Penanaman pohon tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat
semangat konservasi, menjaga kelestarian kawasan, serta mewariskan hutan yang lestari
bagi generasi mendatang. Kegiatan ini menegaskan bahwa konservasi tidak hanya diukur
melalui dokumen dan presentasi, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan
kolaborasi berbagai pihak.
Melalui proses verifikasi Apresiasi Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2026 ini,
diharapkan semakin banyak kader konservasi yang lahir dan terus menggerakkan aksi nyata
dalam menjaga kelestarian hutan, keanekaragaman hayati, dan lingkungan hidup Indonesia.
Keikutsertaan Nurhabli Ridwan menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah,
komunitas, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat mampu melahirkan gerakan

konservasi yang berdampak nyata sekaligus menginspirasi lahirnya generasi penerus yang
peduli terhadap kelestarian alam Indonesia.rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru