Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
kota
Baca Juga:
2019, Wisudawan Terbaik Green Leadership Indonesia (GLI) Batch 1 Tahun 2021 yang
menerima penghargaan langsung dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, masuk
100 Besar Forest Youthverse Tahun 2025, serta berbagai penghargaan lainnya di bidang
kepemudaan, lingkungan, dan pengabdian masyarakat.
Selain melakukan verifikasi administrasi, Tim Penilai juga melaksanakan verifikasi lapangan
di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit sebagai lokasi pelaksanaan berbagai
program konservasi tersebut. Verifikasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara
dokumen yang dipresentasikan dengan implementasi di lapangan, sekaligus menilai
dampak nyata kegiatan terhadap pelestarian kawasan dan peningkatan partisipasi
masyarakat.
Untuk wilayah Sumatera Utara, verifikasi dilakukan oleh Sri Mulyani dari Direktorat Kawasan
Konservasi, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen
KSDAE), Kementerian Kehutanan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Balai Besar
KSDA Sumatera Utara, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara,
serta jajaran Resort Cagar Alam/Taman Wisata Alam (CA/TWA) Sibolangit.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani menyampaikan apresiasi terhadap upaya Nurhabli
Ridwan dalam mendokumentasikan dan menyajikan rekam jejak kegiatan konservasi.
Menurutnya, pemanfaatan berbagai publikasi media sebagai bagian dari bahan pendukung
laporan merupakan langkah yang baik dalam memperkuat dokumentasi sekaligus
menunjukkan transparansi dan konsistensi pelaksanaan program di lapangan.
Ia menilai bahwa dokumentasi melalui media massa, media daring, media sosial, serta
berbagai publikasi kegiatan tidak hanya berfungsi sebagai bukti pelaksanaan program, tetapi
juga menjadi sarana edukasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat mengenai
pentingnya pelestarian hutan dan lingkungan hidup. Pendekatan tersebut dinilai mampu
memperluas dampak program konservasi sekaligus menginspirasi lebih banyak masyarakat,
khususnya generasi muda, untuk terlibat dalam aksi nyata menjaga kelestarian alam.
Sri Mulyani juga berharap para Kader Konservasi Alam lainnya dapat memanfaatkan
berbagai platform media secara lebih optimal sebagai sarana edukasi, kampanye, dan
diseminasi informasi mengenai konservasi sumber daya alam dan ekosistem. Menurutnya,
media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik, mendokumentasikan
praktik-praktik baik di lapangan, memperluas jangkauan pesan konservasi, serta mengajak
masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian hutan, keanekaragaman
hayati, dan lingkungan hidup. Dengan pemanfaatan media yang positif, gerakan konservasi
diharapkan semakin dikenal, didukung, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi
pembangunan kehutanan yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Nurhabli Ridwan menyampaikan apresiasi dan rasa terima
kasih kepada seluruh pihak yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan gerakan
konservasi yang dibangun bersama.
"Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh
keluarga besar GRAS yang selama ini telah bekerja, berjuang, dan mengabdikan diri dalam
setiap kegiatan konservasi. Terima kasih juga kepada Kementerian Kehutanan, Balai Besar
KSDA Sumatera Utara, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara,
para mitra, relawan, akademisi, dunia usaha, media, serta seluruh pihak yang telah
memberikan dukungan, pendampingan, dan kepercayaan kepada kami. Capaian ini
bukanlah hasil kerja satu orang, melainkan buah dari kolaborasi, semangat gotong royong,
dan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup."
Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak
program konservasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, kawasan
konservasi, dan lingkungan hidup Indonesia.
Nurhabli menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam Apresiasi Wana Lestari bukan
semata-mata untuk meraih penghargaan, melainkan menjadi momentum memperkuat
kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat,
khususnya generasi muda, dalam membangun gerakan konservasi yang berkelanjutan.
Selain itu, ia juga berharap berbagai program konservasi yang telah diinisiasi bersama
GRAS dan para mitra dapat memperoleh dukungan yang lebih luas dari Kementerian
Kehutanan, baik melalui pendanaan pemerintah maupun fasilitasi kemitraan dengan dunia
usaha, lembaga filantropi, serta organisasi yang memiliki program Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan (TJSL/CSR).
"Saya berharap Kementerian Kehutanan dapat terus mendukung dan memfasilitasi
program-program konservasi yang telah kami jalankan, tidak hanya melalui dukungan APBN
maupun APBD, tetapi juga dengan menjembatani kolaborasi bersama perusahaan,
lembaga, dan para mitra yang memiliki program CSR atau TJSL. Dengan kolaborasi yang
lebih luas, kami optimistis gerakan konservasi akan memberikan dampak yang semakin
besar bagi masyarakat, kawasan konservasi, dan generasi mendatang," ujar Nurhabli
Ridwan.
Sebagai penutup rangkaian verifikasi lapangan, Nurhabli Ridwan bersama Sri Mulyani
selaku Tim Penilai dari Direktorat Kawasan Konservasi, Direktorat Jenderal Konservasi
Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) Kementerian Kehutanan, didampingi
perwakilan Balai Besar KSDA Sumatera Utara serta Dinas Lingkungan Hidup dan
Kehutanan (DLHK) Provinsi Sumatera Utara, melaksanakan aksi penanaman pohon kepuh
(Sterculia sp.) di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit.
Penanaman pohon tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat
semangat konservasi, menjaga kelestarian kawasan, serta mewariskan hutan yang lestari
bagi generasi mendatang. Kegiatan ini menegaskan bahwa konservasi tidak hanya diukur
melalui dokumen dan presentasi, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan
kolaborasi berbagai pihak.
Melalui proses verifikasi Apresiasi Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2026 ini,
diharapkan semakin banyak kader konservasi yang lahir dan terus menggerakkan aksi nyata
dalam menjaga kelestarian hutan, keanekaragaman hayati, dan lingkungan hidup Indonesia.
Keikutsertaan Nurhabli Ridwan menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah,
komunitas, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat mampu melahirkan gerakan
konservasi yang berdampak nyata sekaligus menginspirasi lahirnya generasi penerus yang
peduli terhadap kelestarian alam Indonesia.rel
Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
kota
Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni & Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi
Seleb
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Direktur Kementan, Dorong Kebangkitan Kopi sebagai Penopang Ekonomi
kota
KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR
kota
Jakarta, Musikal Senja Teduh Pelita resmi memulai rangkaian pertunjukannya di GrahaBhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 3 hing
Wisata
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Komisi IX DPR RI dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sepakat memperkuat
News
Jakarta, PT TransNusa Aviation Mandiri (TransNusa) terus memperluas jaringan penerbangannya melalui pembukaan satu rute internasional baru J
News
Jakarta, SeaBank Indonesia merayakan lima tahun perjalanannya sebagai salah satu pelopor layanan perbankan digital di Indonesia dengan m
Ekbis
Lombok Tengah Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak perusahaanperusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bergabung dalam
Politik
Bekasi Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan bahwa setiap investasi harus memberikan dampak nyata bagi penciptaan lapangan kerja ber
News