Rabu, 08 Juli 2026

Pelajar SMK Dianiaya di Lapangan Futsal

Administrator - Jumat, 08 Januari 2016 08:29 WIB
Pelajar SMK Dianiaya di Lapangan Futsal

SIMALUNGUN | SUMUT24 Diduga karena selisih paham, dua orang siswa SMK berinisial SA (16) dan ST (16) dianiaya lawan bermain futsal mereka. Tidak terima anaknya dianiaya, orangtua ST, Sam (50) melaporkan RN (22) pelaku penganiaya kedua pelajar tersebut.

Baca Juga:

Informasi dihimpun, penganiayaan itu berawal dari pertandingan bola Futsal antara tim korban melawan tim pelaku di lapangan Futsal Karanganyer, Minggu (3/1) sekira pukul 21.00 WIB. Saat itu, ST sedang menggiring bola dan dijegal RN.

“Setelah dijegal itu, aku meludah karena capek. Tiba-tiba RN tersinggung dan mengejar aku. Sempat kami berdebat, tapi dia langsung memukul aku. Waktu itu teman ku SA datang melerai, dan dia pun terkena pukulan,” bebernya.

Sam, ayah korban, mengatakan, awalnya tidak ada niat untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bangun. Pihak keluarga masih menunggu itikad baik pelaku untuk mengobati korbannya. Namun, pelaku nampak sepele, malah menantang.

“Kami sudah menunggu itikad baik pelaku. Tapi, saat pulang dari lapangan Futsal itu, pelaku malah menantang. Kami disuruhnya mencari deking. Panggil deking kalian, nggak takut aku,” ujar Sam menirukan ucapan pelaku.

Merasa disepelekan, tanpa pikir panjang, Sam didampingi istri dan kedua korban mendatangi Polsek Bangun guna membuat laporan pengaduan, dengan harapan pelaku ditangkap dan diproses hukum.

Kapolsek Bangun AKP Hatopan Silitonga saat dikonfirmasi mengatakan sudah menerima laporan korban. “Lporannya sudah diterima. Saat ini sedang pemeriksaan saksi-saksi,” ujarnya singkat. (met)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kantor Koptan Mandiri Bak "Gubuk Derita" di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit
Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi
Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni & Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Direktur Kementan, Dorong Kebangkitan Kopi sebagai Penopang Ekonomi
KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR
komentar
beritaTerbaru