Kamis, 16 April 2026

Pagu Rp217 Miliar, Tanah Urug Milik Proyek Sekolah Rakyat di Sergai Diduga Diperjualbelikan

Darmanto - Kamis, 16 April 2026 11:30 WIB
Pagu Rp217 Miliar, Tanah Urug Milik Proyek Sekolah Rakyat di Sergai Diduga Diperjualbelikan
Fani
Sergai |sumut24.co -

Baca Juga:
Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, dengan nilai anggaran mencapai Rp217 miliar, kini menjadi sorotan publik. Proyek yang disebut sebagai bagian dari gagasan Presiden Prabowo Subianto tersebut diduga mengalami penyimpangan dalam pengelolaan material tanah urug galian C.

Dugaan tersebut mencuat setelah terpantau adanya aktivitas pengangkutan tanah urug dari lokasi proyek yang diduga dimanfaatkan untuk kepentingan di luar pekerjaan. Tanah yang seharusnya digunakan untuk penimbunan lahan pembangunan Sekolah Rakyat di Sergai, justru diduga diperjualbelikan kepada pihak lain.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (15/4/2026), dari pagi hingga siang hari terlihat puluhan truk jenis cold diesel keluar masuk area proyek dengan membawa muatan tanah urug galian C menuju wilayah Kecamatan Sei Rampah.

Selain itu, informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan bahwa tanah urug tersebut diduga dijual kepada pihak lain. Warga setempat mengaku menyaksikan aktivitas bongkar muat tanah yang diduga berasal dari proyek tersebut.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya terkait pengawasan serta pengelolaan material proyek yang bersumber dari anggaran negara. Pasalnya, material yang seharusnya digunakan untuk kepentingan pembangunan justru diduga diperjualbelikan.

"Tanah urug yang sudah dibeli dengan uang negara masa bisa dijualbelikan kepada pihak lain yang bukan hak mereka. Ini jelas melanggar aturan," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Saat dikonfirmasi di lokasi proyek, pihak keamanan (satpam) tidak memberikan keterangan lebih lanjut. Mereka mengaku tidak memiliki kewenangan untuk menyampaikan informasi kepada media.

"Silakan hubungi pihak humas proyek, Pak Rahmad, yang bertugas di Koramil Sei Rampah," ujar salah seorang petugas keamanan kepada wartawan di lokasi.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, Rahmad selaku humas proyek belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang telah dilakukan.

Sementara itu, penanggung jawab pekerjaan proyek pembangunan Sekolah Rakyat, Krisna, pada Kamis (16/4/2026) pagi, juga belum memberikan klarifikasi saat dihubungi melalui pesan WhatsApp terkait dugaan penjualan tanah urug galian C tersebut. (Fani).l

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Darmanto
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wawako Suryadi Nurdal Serahkan Bantuan ke Korban Puting Beliung di Tanah Garam
Pengerjaan Bangunan Tembok Milik PT SBP Dipertanyakan, PKN Medan Marelan Minta Usut Izin PBG
Pembangunan Sekolah Rakyat Di Kab.Pakpak Bharat Ditinjau Oleh Tim Propsu
Legitimasi Kuat! Perda Tanah Ulayat Angkola Dan  Mandailing Tidak Bertentangan, Justru Memperkuat Asas Nasionalitas”
Isu Tanah Ulayat Memanas di Madina, Raja Panusunan Mandailing Godang Siapkan Konsolidasi Internal
Tanah Ulayat Justru Diganti Rugi ke Humas PT AR? Dugaan Skandal PT Agincourt Resources Mencuat, Dituding Tak Transparan!
komentar
beritaTerbaru