Rabu, 12 Agustus 2026

Sepupu Gubernur Sumut Bobby Nasution Dipanggil KPK, Pengembangan OTT Pembangunan Jalan

Administrator - Rabu, 13 Agustus 2025 21:33 WIB
Sepupu Gubernur Sumut Bobby Nasution Dipanggil KPK, Pengembangan OTT Pembangunan Jalan
sumut24.co -

Baca Juga:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperluas penyelidikan dugaan kasus korupsi di sektor infrastruktur Sumatera Utara.

Kali ini, sorotan publik tertuju pada pemanggilan Fachri Ananda Harahap, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), yang juga diketahui merupakan sepupu Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution.

Pemanggilan tersebut dilakukan pada Rabu, 13 Agustus 2025, di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Padangsidimpuan.

Fachri hadir sebagai saksi dalam penyelidikan dugaan suap proyek pembangunan jalan senilai fantastis Rp 231,8 miliar.

Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Juni lalu, yang berhasil mengungkap dugaan praktik pengaturan pemenang lelang proyek jalan strategis di Sumatera Utara.

Selain Fachri,dalam pengembangan KPK juga memanggil saksi lainnya dari berbagai latar belakang, mulai dari mantan kepala daerah, pejabat dinas, hingga pihak swasta. Beberapa nama yang ikut dipanggil antara lain:

1. Letnan Dalimunthe, Wali Kota Padangsidimpuan,
2. Irsan Efendi Nasution, mantan Wali Kota Padangsidimpuan,
3. Taufik Hidayat Lubis (Komisaris PT Dalihan Natolu Grup/DNG),
4. Mariam (Bendahara PT DNG),
5. Anggi Harahap (Pegawai PT DNG),
6. Rinaldi Lubis alias Aldi (Direktur PT Taufik Prima Duta Putra),
7. Siti Humairo Hasibuan (Kabag PBJ Pemko Padangsidimpuan),
8. Muhammad Harris alias Acong (Bendahara Dinas PUTR Padangsidimpuan),
9. Sandi (Staf Bina Marga),
10. Leman (Karyawan PT DNG),
11. Zulkifli Lubis alias Mamak Utom (PNS),
12. Addi Mawardi Harahap (PNS),
13. Ikhsan Harahap (Kabid/PPK Dinas PUPR Padang Lawas Utara),
14. Hendrik Gunawan Harahap (Plt Kepala PUTR Padang Lawas Utara),
15. Asnawi Harahap (Kabag PBJ Padang Lawas Utara),
16. Ramlan (Kadis PUPR Padang Lawas Utara 2021–2024),
17. Fachri Ananda Harahap (Kadis PUPR Tapanuli Selatan),
18. Oskar Hendra Daulay (Kabid Bina Marga II Dinas PUPR Tapanuli Selatan).

Menurut Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK, fokus penyelidikan kali ini adalah membongkar pola pengaturan pemenang lelang proyek jalan di wilayah Sumatera Utara yang diduga dilakukan secara sistematis.

"Pemeriksaan ini fokus pada dugaan pengaturan pemenang lelang proyek pembangunan jalan di wilayah Sumatera Utara," jelas Budi.

Berdasarkan informasi awal dari penyidik, proyek-proyek strategis tersebut diduga diarahkan agar dimenangkan oleh perusahaan tertentu. Sebagai imbalannya, pihak yang memenangkan tender memberikan suap kepada oknum-oknum terkait, yang kemudian mengalir ke berbagai pihak, termasuk pejabat daerah.

Dari OTT sebelumnya, KPK telah menetapkan lima tersangka, yang terdiri dari pejabat Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara dan direktur perusahaan swasta. Pemeriksaan massal kali ini disebut sebagai langkah pemetaan aliran dana dan peran masing-masing pihak yang terlibat.

Kasus ini mendapat perhatian besar karena tidak hanya melibatkan nilai proyek yang sangat besar, tetapi juga menyeret nama-nama pejabat penting di Sumatera Utara, termasuk Fachri Ananda Harahap yang memiliki hubungan keluarga langsung dengan Gubernur Bobby Nasution. Publik pun menunggu transparansi KPK dalam mengungkap kasus ini hingga tuntas.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Semak Belukar Jadi Akhir Pelarian Pengedar Narkoba di Klambir V, Medan Helvetia.
Ketua TP PKK Asahan Salurkan Kepedulian Lewat Bhakti Sosial Keagamaan, Peluk Anak Yatim dan Lansia
Pasar Kampung Lalang Semrawut, PKL Merajalela dan Lemahnya Satpol PP Medan Disorot
Diberhentikan Sepihak Tanpa Surat, 16 Relawan SPPG Mekar Sari Pertanyakan SOP BGN
Bupati Gus Irawan Dorong Kajian Batang Toru Jadi Kebijakan Nyata Pascabencana
Rektor UNIMED Kukuhkan Mahasiswa Baru Angkatan 2026 Dalam PKKMB Tahun Akademik 2026/2027
komentar
beritaTerbaru