Rabu, 08 Juli 2026

GP Al-Washliyah Sumut Minta Presiden RI Joko Widodo Tetapkan Arsyad Thalib Lubis Pahlawan Nasional

Administrator - Jumat, 04 September 2020 03:44 WIB
GP Al-Washliyah Sumut Minta Presiden RI Joko Widodo Tetapkan Arsyad Thalib Lubis Pahlawan Nasional

MEDAN I SUMUT24.co Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al-Washliyah Sumatera Utara meminta kepada Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo agar segera menetapkan tokoh, ulama yang telah berjasa bagi bangsa ini Tuan Syekh Arsyad Thalib Lubis agar ditetapkan dan diangkat sebagai pahlawan nasional sebagaimana bakti dan jasa-jasanya kepada bangsa dan negara ini, Tegas Ketua DPW GP Al Washliyah Sumut Zulham Efendi Siregar didampingi Adnan Rasyid, Sekretaris PW Gerakan Pemuda Al Washliyah Sumut dan M. Hasan Pulungan Bendahara PW GPA Sumut kepada Wartawan, Jumat (4/9). Menurutnya, Ayahanda kami sudah sangat layak menjadi pahlawan nasional sebagaimana kiprah dan jasa-jasanya bagi kemerdekaan bangsa dan negara ini dan memperjuangankan dunia pendidikan di awal kemerdekaan sudah tidak bisa dipungkiri lagi sehingga dikepimpinan Joko Widodo ini kami berharap Tuan Syekh Arsyad Thalib Lubis sudah menjadi pahlawan nasional, ucapnya.

Baca Juga:

Seperti diketahui, Tuan Syekh Arsyad Thalib Lubis) Lahir di Stabat Langkat Oktober1908-1972) adalah seorang Politikus Indonesia, Penulis, Ulama, dan tokoh pendiri Al Washliyah. Ayahnya Thalib bin H Ibrahim berasal dari desa Pastap, Tambangan, Mandailing Natal. Syekh Arsyad Thalib Lubis Lahir bertepatan pada Ramadhan 1326 Hijriyah dan dibesarkan di Kota Medan Sumatera Utara ini, telah menempuh berbagai macam ilmu kepada ulama-ulama besar di zamanya. Salah satu gurunya dalam memperdalam ilmu tafsir, hadits, usul fiqh dan fiqh adalah Syekh Hasan Maksum. Selain berdakwah, ulama dahulu juga berjuang untuk meraih dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Hal itu juga dilakukan pendiri Al Jam’iyatul Washliyah Muhammad Arsyad Thalib Lubis.

Menjadi Guru Besar ilmu Fiqh dan Usul Fiqh pada Universitas Islam Sumatera Utara [UISU-1954-1957], dan dosen tetap pada Universitas Al Washliyah [Univa] sejak berdirinya universitas itu [1958] hingga akhir hayatnya.

Tercatat sudah ada ribuan sekolah di Indonesia di bawah naungan Al Wasliyah mulai dari Aceh hingga Maluku. Perjuangan Tuan Syekh tersebut hanya dapat dilihat melalui buku-bukunya yang fenomenal. (red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kantor Koptan Mandiri Bak "Gubuk Derita" di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit
Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi
Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni & Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Direktur Kementan, Dorong Kebangkitan Kopi sebagai Penopang Ekonomi
KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR
komentar
beritaTerbaru