Selasa, 25 Agustus 2026

Soal Bansos Beras Pemkab Toba Berbau & Berkutu Kepada Wartawan, Ini Kata Sekda

Administrator - Rabu, 27 Mei 2020 14:38 WIB
Soal Bansos Beras Pemkab Toba Berbau & Berkutu Kepada Wartawan, Ini Kata Sekda

TOBA | SUMUT24.co

Baca Juga:

Berita yang diterbitkan sekaitan ditemukannya beras berbau dan berkutu bantuan sosial Pemkab Toba yang disalurkan kepada para awak media melalui Dinas Kominfo Toba masih menunggu kejelasan dan hingga kini masih menjadi perbincangan kalangan masyarakat.

Bagi masyarakat yang mengetahui kebenarannya menunggu klarifikasi tindak lanjut dari pemberi bantuan, namun sebahagian masyarakat menilai berita tersebut tidak benar alias hoax, bahkan sempat diisukan agar pembuat berita dilaporkan ke penegak hukum.

Desi Gultom, salah seorang wartawati yang bertugas di Kabupaten Toba merupakan salah satu penerima bantuan yang menemukan beras yang dinilainya tidak layak konsumsi mempertanyakan kebenaran issu yang beredar dampak pemberitaan kepada Sekda Kabupaten Toba Drs Audi Murphy Sitorus.

“Benarkah issu yang mengatakan wartawan pembuat berita yang dinilai hoax itu akan dilaporkan ke Polres, pak? Kapan kira-kira akan dilaporkan wartawannya pak? Kebetulan saya salah satu yang membuat berita itu?”, tanyanya kepada Murphy sesaat setelah Konfrensi pers mengenai laporan data covid-19 update di posko GTPP Covid-19 Toba, Rabu (27/5/2020).

Sebelum menjawab pertanyaan, Audi Murphy mendahului mempertanyakan kebenaran berita hingga diterbitkan.

“Sebenarnya bagaimana ceritanya? Memang saat itu ketika kita mempertanyakan, mereka bilang tidak ada buktinya, jika memang ada kenapa tidak dibawa kemari? Seperti itu mereka katakan maka saat itu saya bilang kalau tidak ada buktinya dilaporkan saja”, terangnya.

Setelah mendengar kronologi sejak diterimanya bantuan selanjutnya penjajakan yang dilakukan untuk konfirmasi kebenaran kepada berbagai pihak diantaranya Bulog sebagai salah satu penyedia beras bantuan dan konfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Sosial dilengkapi barang bukti beras yang diterima dan contoh beras dari Bulog hingga diterbitkannya berita, Audi Murphy terkejut dan menyatakan tanggapannya.

“Bah, ai dia do? Boasa didokkon halaki dang adong bukti ni wartawan i jala dang olo halaki mamboan boras i, inna do. (loh gimana sebenarnya, kenapa mereka bilang kalian tidak punya bukti dan tidak mau membawa beras itu -red). Kalau memang seperti itu, berarti kalian punya buktinya, apa yang mau dilaporkan?”, sebutnya.

Sebelum meninggalkan posko GTPPC19 Toba, Desi bersama beberapa wartawan lainnya meminta agar pemerintah kabupaten dapat mengklarifikasi sekaitan temuan beras berbau dan berkutu tersebut serta pendistribusian beras dari penyedia lainnya yakni Bulog.

Sekedar pengembangan, wartawan wartawati membuat berita sesuai keadaan dan fakta di lapangan. Bukti atas fakta yang terjadi bukan menjadi bahan tontonan kepada khalayak.(des)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Jelang Hari Pelanggan Nasional, PLN UIP SBU Perkuat Komitmen Percepatan Penyelesaian PLTA Peusangan
Tinjau Tiga Lokasi Strategis, Bupati Asahan : Infrastruktur Adalah Kunci Penggerak Ekonomi Warga
Bupati Solok Lantik Masheri Yanda Boy sebagai Pejabat Sekretaris Daerah
Sertijab Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok dari Jefrizal, S.Pt., M.T. kepada Masheri Yanda Boy, S.H.
Bongkar Jaringan Narkotika Internasional, Dari WN Malaysia dan Kekasihnya Polisi Amankan Vape Narkoba di Jalan Cemara Medan
Jejak Internasional Dibongkar Satresnarkoba Polrestabes Medan WNA Terseret Jaringan Peredaran Narkoba di Indonesia
komentar
beritaTerbaru