Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi
Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi
kota
TOBA | SUMUT24.co
Baca Juga:
Berita yang diterbitkan sekaitan ditemukannya beras berbau dan berkutu bantuan sosial Pemkab Toba yang disalurkan kepada para awak media melalui Dinas Kominfo Toba masih menunggu kejelasan dan hingga kini masih menjadi perbincangan kalangan masyarakat.
Bagi masyarakat yang mengetahui kebenarannya menunggu klarifikasi tindak lanjut dari pemberi bantuan, namun sebahagian masyarakat menilai berita tersebut tidak benar alias hoax, bahkan sempat diisukan agar pembuat berita dilaporkan ke penegak hukum.
Desi Gultom, salah seorang wartawati yang bertugas di Kabupaten Toba merupakan salah satu penerima bantuan yang menemukan beras yang dinilainya tidak layak konsumsi mempertanyakan kebenaran issu yang beredar dampak pemberitaan kepada Sekda Kabupaten Toba Drs Audi Murphy Sitorus.
“Benarkah issu yang mengatakan wartawan pembuat berita yang dinilai hoax itu akan dilaporkan ke Polres, pak? Kapan kira-kira akan dilaporkan wartawannya pak? Kebetulan saya salah satu yang membuat berita itu?”, tanyanya kepada Murphy sesaat setelah Konfrensi pers mengenai laporan data covid-19 update di posko GTPP Covid-19 Toba, Rabu (27/5/2020).
Sebelum menjawab pertanyaan, Audi Murphy mendahului mempertanyakan kebenaran berita hingga diterbitkan.
“Sebenarnya bagaimana ceritanya? Memang saat itu ketika kita mempertanyakan, mereka bilang tidak ada buktinya, jika memang ada kenapa tidak dibawa kemari? Seperti itu mereka katakan maka saat itu saya bilang kalau tidak ada buktinya dilaporkan saja”, terangnya.
Setelah mendengar kronologi sejak diterimanya bantuan selanjutnya penjajakan yang dilakukan untuk konfirmasi kebenaran kepada berbagai pihak diantaranya Bulog sebagai salah satu penyedia beras bantuan dan konfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Sosial dilengkapi barang bukti beras yang diterima dan contoh beras dari Bulog hingga diterbitkannya berita, Audi Murphy terkejut dan menyatakan tanggapannya.
“Bah, ai dia do? Boasa didokkon halaki dang adong bukti ni wartawan i jala dang olo halaki mamboan boras i, inna do. (loh gimana sebenarnya, kenapa mereka bilang kalian tidak punya bukti dan tidak mau membawa beras itu -red). Kalau memang seperti itu, berarti kalian punya buktinya, apa yang mau dilaporkan?”, sebutnya.
Sebelum meninggalkan posko GTPPC19 Toba, Desi bersama beberapa wartawan lainnya meminta agar pemerintah kabupaten dapat mengklarifikasi sekaitan temuan beras berbau dan berkutu tersebut serta pendistribusian beras dari penyedia lainnya yakni Bulog.
Sekedar pengembangan, wartawan wartawati membuat berita sesuai keadaan dan fakta di lapangan. Bukti atas fakta yang terjadi bukan menjadi bahan tontonan kepada khalayak.(des)
Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi
kota
Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
kota
Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni & Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi
Seleb
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Direktur Kementan, Dorong Kebangkitan Kopi sebagai Penopang Ekonomi
kota
KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR
kota
Jakarta, Musikal Senja Teduh Pelita resmi memulai rangkaian pertunjukannya di GrahaBhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 3 hing
Wisata
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Komisi IX DPR RI dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sepakat memperkuat
News
Jakarta, PT TransNusa Aviation Mandiri (TransNusa) terus memperluas jaringan penerbangannya melalui pembukaan satu rute internasional baru J
News
Jakarta, SeaBank Indonesia merayakan lima tahun perjalanannya sebagai salah satu pelopor layanan perbankan digital di Indonesia dengan m
Ekbis
Lombok Tengah Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak perusahaanperusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bergabung dalam
Politik