Sudah Lapor Mendagri Berobat Ke Luar Negeri, Rico Waas Tegaskan Tidak Gunakan Dana APBD
sumut24.co Medan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, mengaku kepergiannya berobat ke luar negeri sudah melapor ke Kementerian Dalam
kota
Batam I SUMUT24
Baca Juga:
Pemprov Sumut dan Pemda lainnya di Sumut perlu mencontoh pengelolaan air bersih dan air minum termasuk dan pengelolaan limbah di Kota Batam. Meskipun tidak ada sumber air bersih, pulau yang berada di antara samudera Hindia dan samudera pasifik tersebut berhasil mengelola air dengan waduk buatannya.
Hal itu terungkap saat Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut bersama Forum Wartawan Unit Pemprovsu melakukan kunjungan dalam rangka pengayaan wawasan wartawan Pemprov Sumut, ke Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP) Batam, Jumat (18/10/2019).
Kunjungan itu dipimpin Kepala Bagian Pelayanan Media Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut, Harvina Zuhra, dan Ketua Forum Wartawan Pemprovsu, Khairul Muslim. Kunjungan diterima Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam yang diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Waduk, Hadjad Widagdo, serta Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat BP Batam, Yudi Haripurdaya.
Dikatakan Hadjad bahwa Batam memang tidak ada yang memasok sumber air. Batam hanya mengharap hujan sebagai sumber air. Untungnya curah hujan di Batam juga tinggi, yakni sekitar 2.400 mm per tahun.
Namun setelah adanya perubahan cuaca, elnino dan lainnya curah hujan di Batam mulai berkurang. Waduk di Batam tidak mendapatkan air hujan rutin, sehingga BP Batam melakukan teknologi agar pasokan air di waduk terus tersedia.
“Jadi waduk kita di sini juga waduk buatan. Tidak ada kita danau alami seperti yang ada di Sumut misalnya Danau Toba. Waduk buatan terbesar yang kita miliki adalah Waduk Duriangkang. Dulunya ini air asin. Hanya saja sekarang sudah ditetapkan sebagai sumber air baku terbesar, karena ini memang waduk yang paling besar di Pulau Batam,” ucapnya.
Selain Waduk Duriangkang dengan volume 78.180.000 m3, penyediaan air bersih di Pulau Batam juga berasal dari Waduk Sei Nongsa dengan volume 720.000 m3, Waduk Sei Boloi 270.000 m3, Waduk Sei Ladi 9.490.000 m3, Waduk Sei Harapan dengan volume 3.600.000 m3 dan Waduk Muka Kuning dengan volume 12.270.000 m3.
Selain waduk-waduk ini BP Batam juga sedang merencanakan pembangunan waduk tambahan yakni Waduk Rempang yang nantinya dengan volume 5.166.400 m3, Waduk Sei Gong dan satu lagi Waduk Tembesi yang sampai saat ini juga belum beroperasi. Total kapasitas produksi air bersih mencapai 3.535 liter/detik, sementara operasional 3.199 liter/detik
“Ke depan juga kita sedang menjajaki pengelolaan air bersih dari air laut, storm water dan sea weard system. Ada beberapa negara sedang menawarkan investasinya salah satunya Korea. Hanya saja kajiannya masih kita pelajari,” kata Hadjad.
Dalam pengelolaan air bersih, BP Batam menyerahkannya kepada PT Adhya Tirta Batam (ATB). PT ini juga dinilai berhasil dalam mengelola air minum di Batam. Terbukti hingga saat ini sudah 95% yang mendapatkan manfaat air minum tersebut.
Pelanggannya selain masyarakat rumah tangga, juga pelanggan industri dan perkapalan. “Dan terbukti air yang tidak terpakai (air yang terbuang sia-sia karena kebocoran) di Pulau Batam sekitar 15-18 persen,” sebutnya.
Yang juga terpenting, katanya, dalam pengelolaan air ini, BP Batam mengedepankan pelayanan bukan pendapatan. Mengingat ketersediaan air ini merupakan visi Pulau Batam. Investor yang ingin berinvestasi ke Batam juga melihat hal ini. “Karena ini sudah visi kita, masterplannya harus dibuat bagus. Uji kelayakannya benar-benar. Jangan sampai kita sudah membuat, diulang lagi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Pelayanan Media Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut, Harvina Zuhra, menyebutkan bahwa kunjungan ke Pulau Batam ini sudah 5 kali dilakukan Pemprov Sumut. “Ini bukan yang pertama soalnya. Hanya saja pada kunjungan kali ini kita memang memfokuskan pada pengelolaan air dan limbah di Batam. Sehingga pulang dari sini ada masukan untuk para wartawan,” ujarnya.
Kemudian Ketua Forum Wartawan Pemprov Sumut, Khairul Muslim, mengatakan bahwa ada 80 an wartawan yang terverifikasi untuk meliput di Pemprovsu. “Dari 80 itu terjaring lagi 31 wartawan yang saat ini mengikuti kegiatan pengayaan wawasan wartawan tersebut,” ucapnya. (W03)
sumut24.co Medan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, mengaku kepergiannya berobat ke luar negeri sudah melapor ke Kementerian Dalam
kota
Pemerintah Kabupaten Solok Gelar Gerak Jalan Santai dan Senam Bersama di GOR Batubatupang Kotobaru
kota
"KAPAN ADA PENETAPAN TSK RS.ROYAL PRIMA?"
kota
sumut24.co ASAHAN, Demi memutus rantai peredaran dan penyalahgunaan narkoba serta menjaga keamanan lingkungan, Polres Asahan kembali menunj
News
Polda Sumut Ikuti Panen Raya Jagung Serentak Polri Bersama Presiden Prabowo, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
News
Heboh Dugaan Makanan Berulat pada Program MBG di Penggorengan Madina, Wali Murid Soroti Kualitas dan Higienitas
kota
Tak Ada Ruang untuk Mafia Solar, Polres Tapsel Intensifkan Pengawasan SPBU
kota
Berkas Sudah P21? Kuasa Hukum Bongkar Dugaan Masalah Legalitas Lahan PT Barapala
kota
Heboh! 900 Liter Solar Subsidi Diamankan di Paluta, Polisi Dalami Keterlibatan SPBU
kota
Rem Diduga Blong di Jalur Menurun Sipirok, Truk Fuso Hantam Hilux hingga Masuk Parit
kota